Solo Technopark

  • 540 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air di Solo Technopark

    Sebanyak 540 pelajar tingkat SMP dan SMA Surakarta mengikuti Kompetisi Roket Air Tingkat Regional IV. Agenda tahunan teknologi kedirgantaraan ini dipusatkan di lapangan area Solo Technopark, Sabtu (09/09/2017).

    Kompetisi hasil kerjasama antara Solo Technopark dengan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK), menurut Penanggung Jawab Pelaksana Kompetisi Roket Air Tingkat Regional IV, Darsono diharapkan bisa memberi manfaat pelajar tentang kedirgantaraan. Di samping itu juga untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mengenal dunia antariksa.

    “Kompetisi Roket Air harapannya bisa memberi manfaat pelajar tentang dunia keroketan atau antariksa. Di samping itu, lewat acara ini diharapkan pelajar bisa menjadi pemimpin atau pencipta dunia keroketan,” kata dia, saat memberi sambutan dalam pembukaan Kompetisi Roket Air Tingkat Regional IV.

    Kegiatan rutin diikuti pelajar usia 12 tahun hingga 16 tahun digelar di tingkat regional, nasional dan internasional. Kompetisi Roket Air dimaksudkan sebagai sarana edukasi Iptek bagi masyarakat serta menjadi wadah pendorong bibit-bibit unggul dalam bidang Iptek. Termasuk menguatkan jejaring, minat dan hobi pelajar terhadap teknologi dirgantara.

    Kompetisi Roket Air Regional Surakarta mendapat apresiasi positif Kepala PPIPTEK, Syahrial. Menurutnya ajang ini mendapat sambutan antusias pelajar. Tercatat ada 62 sekolah terlibat dalam kompetisi, terdiri dari 43 sekolah tingkat SMP dan 19 SMA/SMK dengan total peserta 540 orang. Jumlah ini lebih banyak ketimbang kompetisi serupa di wilayah Jabodetabek yang hanya diikuti 352 pelajar.          

    Kompetisi Roket Air memperebutkan piagam serta uang pembinaan, digelar secara gratis alias tanpa dipungut biaya karena didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pihak penyelenggara menyiapkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2.75 juta bagi juara I.

     

     

     

  • 80 Persen Peserta Diklat Las Dalam Air STP Berasal dari Luar Solo

     
    Walaupun tidak memiliki laut, Kota Solo memiliki pendidikan pengelasan di bawah air pertama di Indonesia. Tempat pelatihan tersebut berada di Solo Technopark, Kentingan, Jebres. 
     
    Dewi, staf Solo Technopark mengatakan cukup banyak warga yang meminati pendidikan khusus pengelasan di bawah air. Namun sebagian besar berasal dari luar daerah Solo. 
    "Peminatnya, 80 persen dari luar Solo. Kenapa tempat di Solo, tetapi peminatnya banyak di luar Solo? Mungkin karena letak geografisnya yang tidak dekat dengan laut.
    Sehingga tidak membuka wawasan anak-anak (Solo) dan orang tua mengenai pekerjaan apa yang bisa dilakukan di dalam air," jelas Dewi. 
     
    Kendati demikian, Solo Technopark tetap berupaya untuk menarik minat warga Solo. Pasalnya, salah satu tujuan Solo Technopark yaitu mengurangi pengangguran di Solo. 
    "Kita harus menjelaskan bahwa pekerjaannya seperti ini. Untuk daya tariknya, kita ada beasiswa untuk KTP Solo. Itu pun masih susah (menarik minat)," jelasnya.
     
    Jika ingin mengikuti pelatihan ini, calon peserta harus punya sertifikat menyelam terlebih dulu. Selain itu, mereka juga harus menyiapkan biaya pendidikan yang tak sedikit, yaitu Rp 20 juta. Besar memang, tapi jangan melihat biayanya sebab ahli las bawah air relatif langka di Indonesia, sehingga peluangnya masih terbuka lebar. Adapun masa pelatihannya hanya selama 2 bulan. 
  • 97% Lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark Terserap Industri Manufaktur  

    Solo Technopark menggelar program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik guna memfasilitasi keterampilan masyarakat di bidang permesinan. Selama sembilan bulan peserta dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli lewat pengajaran teori dan praktik. Program inipun terbilang sukses mencetak tenaga terampil, mengingat sekira 97 persen lulusan Diklat mampu terserap di industri manufaktur.

    Di tengah ketatnya persaingan kerja, Solo Technopark berupaya memberi solusi terhadap para peserta Diklat. Langkah konkretnya, menurut Head of Mechanic Dept setempat, Sutrisno, yakni dengan memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan manufaktur, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah.  

    “Sekitar 97 persen lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark terserap di industri manufaktur. Mereka kami salurkan ke sejumlah perusahaan, walaupun ada juga yang memutuskan memilih bekerja sendiri,” kata dia.

    Sementara sekira tiga persen sisanya bukan berarti tak terserap industri manufaktur, melainkan lebih memilih melanjutkan pendidikan. Adapun penyaluran peserta Diklat, selain di sejumlah perusahaan area Kota Solo dan sekitarnya, disalurkan pula ke beberapa perusahaan manufaktur di kawasan industri seperti Cikarang, Tangerang maupun Bekasi.

    Lulusan Solo Technopark terserap di perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indonesia TRC Industry bergerak di bidang spare part printing, PT Metal Flashindo, PT Natra Aircraft Support bergerak dalam industri penerbangan, PT Pakarti Riken Indonesia bergerak di bidang manufaktur serta PT Reiken Quality Tools.

    “Target kami memang lulusan bisa terserap industri. Dikatakan program kami baik itu indikatornya lulusan banyak terserap industri,” tandas Sutrisno.     

     

  • ?Pendidikan di STP Tekankan Kejujuran

    Sebagai salah satu lembaga pendidikan teknik terkemuka, Solo Techo Park (STP) didukung berbagai mesin dan peralatan canggih. STP juga menyediakan bahan-bahan ajar untuk praktek. Seringkali alat, mesin, dan bahan ajar ini berharga lumayan mahal. Tak sedikit bahan-bahan ajar yang berukuran kecil.

    Meskipun alat-alat berukuran kecil maupun potongan metal untuk praktek bisa dengan mudah ditemui di berbagai sudut, selama ini kasus pencurian di STP tergolong rendah. Bahkan bisa dibilang nihil. Padahal, bila mau, peserta didik atau siapa pun bisa saja secepat kilat memasukkan potongan stainles steel, kikir, gerinda, atau benda-benda bernilai lainnya ke dalam tas tanpa ketahuan.

    Pengampu kelas Kerja Bangku, Agus Wahyudi mengatakan, pendidikan di STP tak sekadar mengasah keterampilan peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat). Pendidikan karakter pun tetap mendapat porsi yang cukup. Hal ini penting untuk membentuk tenaga terampil yang utuh dan beintegritas. Apalagi, selesai menjalani Diklat di STP, mayoritas peserta Diklat akan langsung terserap oleh industri.

    “Kalau sudah masuk dunia kerja, sangat penting untuk menjaga kepercayaan. Sejak awal masalah ini selalu kita tekankan,” kata dia.

    Saat ditanya mengenai kasus alat maupun bahan ajar yang hilang, Agus mengaku belum pernah mengalami sama sekali selama ia mengampu kelas Kerja Bangku di STP. Tak hanya itu, barang-barang milik sesama peserta Diklat juga relatif aman meski diletakkan di atas meja tanpa pengawasan berlebihan.

     

  • Apa Persyaratan Untuk mengikuti Diklat di Solo Technopark?

     
    Solo Technopark mengadakan program pendidikan dan pelatihan bagi siswa, guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan karyawan industri. Program ini terbuka buat peserta yang tertarik mengasah kemampuannya di bidang permesinan.
     
    Pelatihan ini diadakan selama kurang lebih 9 bulan. Adapun rinciannya, 3 bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Pada tahap ini, peserta pelatihan diberikan materi pelatihan seperti Benchwork, Tool Grinding, Milling-Basic Skill, Turning-Basic Skill, Welding-Basic Skill. 
     
    Kemudian tiga bulan berikutnya (tingkat applied), siswa akan masuk ke penjurusan. Program diklat mekanik ini memiliki berbagai jurusan di antaranya, Otomasi, Las Darat, Mekanik Manufaktur, Desain Mekanik dan Mekanik Garmen.
     
    Pada tiga bulan terakhir, siswa baru bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark. Peserta yang dinyatakan lulus dalam program pelatihan akan memperoleh sertifikat berstandar industri ATMI Surakarta. Tak hanya itu, Solo Technopark juga memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan manufaktur, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah bagi lulusan diklat mekanik manufaktur.
     
    Dalam Diklat Mekanik Manufaktur, siswa dididik oleh instruktur berpengalaman dari ATMI Surakarta. Siswa dibentuk etos kerjanya yang mencakup kedisiplinan, ketekunan, kejujuran serta penguasaan teknik lewat serangkaian kegiatan keterampilan. Sehingga, peserta lulusan program ini benar-benar siap memasuki dunia kerja. 
     
    Biaya Pendidikan
     
    Biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti program pelatihan diklat mekanik selama 9 bulan yakni Rp 7.850.000. Biaya tersebut dapat diangsur sebanyak dua kali. Angsuran pertama sebanyak Rp 4.850.000 dibayarkan setelah dinyatakan lolos seleksi. Kemudian sisanya dibayarkan pada 3 bulan pertama setelah mengikuti pelatihan.
    Program pelatihan ini juga menyediakan beasiswa penuh setiap setahun sekali. Namun, kuota penerima beasiswa tersebut dibatasi. 
     
    Syarat Pendaftaran
     
    Berikut persyaratan yang harus dipenuhi peserta pelatihan:
     
    1. Usia saat masuk diklat maksimal 24 tahun
    2. Fotocopy ijazah SMK/SMA dilegalisir 1 lembar (bagi alumni)
    3. Fotocopy nilai raport semester terakhir dilegalisir (bagi kelas XII)
    4. Pas foto ukuran 3x4 1 lembar dan ukuran 4 x 6 1 lembar 
    5. Fotocopy KTP 2 lembar
    6. Fotocopy KTP orangtua masing-masing 2 lembar
    7. Fotocopy Kartu Keluarga 2 lembar
    8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli
    9. Sehat jasmani dan rohani
    10. Tinggi minimal 155 cm dan berat minimal 45 kg
    11. Tidak buta warna
    12. Bukan penderita ayan/epilepsy
     
  • Apa Saja Persyaratan Ikut Inkubator Bisnis dan Teknologi 

     
    Solo Technopark berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan berkualitas lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan. Salah satunya adalah program Inkubator Bisnis dan Teknologi (INBISTEK). INBISTEK telah resmi dibuka pada 2016 silam.
     
    Program inkubator diadakan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneur) para lulusan perguruan tinggi, generasi muda dan pebisnis baru lainnya di wilayah Surakarta. Sehingga harapannya, keluaran Program Inkubator Bisnis ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja. 
     
    Bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), program ini menawarkan pembinaan, pendampingan, pengembangan produk, serta membantu memberikan pelatihan manajemen produksi kepada peserta. Selain itu, Kemenristekdikti juga memberikan sokongan dana untuk penyelenggaran program inkubator.
     
    Mengingat tak semua orang yang ingin berwiraswata memiliki pengetahuan yang cukup, Solo Technopark membagi program ini menjadi dua kategori yaitu Program Prainkubasi dan Inkubasi. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mencetak wiraswasta yang mumpuni. Namun dua program itu memiliki sasaran dan cakupan yang berbeda. 
     
    Prainkubasi
    Program prainkubasi lebih ditujukan untuk pengusaha atau calon pengusaha yang sudah memiliki ide usaha tetapi belum memiliki perencanaan matang. Dalam program ini, peserta akan diberi pelatihan mengembangkan dan menguji ide bisnis menjadi business plan hingga menghasilkan prototype (Purwarupa) yang siap jual. 
     
    Program ini berlangsung selama tiga bulan. Satu bulan pertama, peserta mendapat pelatihan teknologi produksi dan pengolahan organisasi bisnis, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan rencana bisnis. Selanjutnya dua bulan berikutnya untuk menghasilkan purwarupa produk dan mengujinya di pasaran. Setelah prainkubasi selesai, peserta bisa melanjutkan dengan mengikuti program inkubasi. 
     
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
     
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Memiliki ide bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Inkubasi
    Program ini merupakan kelanjutan dari program prainkubasi. Namun, peserta bisa saja langsung masuk program inkubasi tanpa melalui prainkubasi, jika sudah memiliki business plan yang matang. 
     
    Materi yang diberikan di program ini fokus pada pengembangan usaha. Selama masa inkubasi, STP hanya berperan sebagai pendamping. Peserta akan dibantu dalam legalisasi dan komersialisasi usaha. Siswa juga dilatih mengevaluasi dan memonitor usahanya. Sehingga selepas mengikuti program inkubator, peserta diharapkan menjadi pengusaha mandiri dan siap bersaing di pasaran. 
     
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Mengajukan proposal bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Pendaftaran program ini hanya dibuka setahun sekali. Peserta yang berhasil lolos mengikuti program tersebut nantinya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. 
  • Bagaimanakah Peluang Kerja Lulusan Desain Mekanik Manufaktur?

     
    Ketika memilih jurusan kuliah atau program pendidikan, pastinya kita tidak hanya mempertimbangkan bakat yang dimiliki tapi juga prospek kerjanya. Terkadang ada jurusan yang sepi peminat namun peluang kerjanya ternyata sangat besar.
     
    Sepinya peminat ini bisa jadi karena rendahnya pemahaman atau pengetahuan masyarakat terhadap jurusan/ program studi tersebut. Contohnya saja, desain mekanik manufaktur yang bisa dibilang jarang diketahui oleh orang awam. Padahal, lulusan desain mekanik manufaktur sangat dibutuhkan oleh industri seperti untuk merancang mesin/alat khusus/mekanik.
     
    Menurut Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, lulusan desain mekanik manufaktur dapat bekerja di industri yang menghasilkan produk seperti industri otomotif. "Mereka masuk ke industri-industri spare parts atau perancangan. Misalkan masuk ke Astra atau Honda, ketika ada modifikasi mesin baru, nanti mereka menggambar cetakannya," jelasnya. 
     
    Nah bagi yang suka menggambar dan mesin, dapat masuk jurusan Desain mekanik Manufaktur. Solo Technopark sendiri membuka pelatihan dan pendidikan (diklat) desain manufaktur. Pelatihan tersebut berlangsung selama 9 bulan. 
     
    Dalam pembelajarannya, siswa akan diajari berbagai software yang digunakan dalam perancangan di industri manufaktur. Setelah lulus, siswa juga akan diberikan sertifikat sebagai bukti keahlian mereka menguasai teknik perancangan berbagai peralatan.
  • Beginilah Peluang Mengais Rezeki di Dalam Air

     
    Peluang kerja tukang las dalam air tidak sebanyak tukang las di darat. Kendati demikian, gaji tukang las dalam air memang relatif lebih tinggi. Demikian kata Erwin, instruktur diklat Under Water Wet Welding Solo Technopark.
     
    "Peminatnya di dunia industri Indonesia saya pikir masih minim. Tidak sebanyak tukang las di darat. Yang susah itu cari lowongannya dan link karena tidak semua perusahaan membutuhkan," ungkapnya.
     
    Menurut Erwin, sedikitnya peluang kerja bagi tukang las dalam air karena pihak industri sendiri tidak setiap waktu membutuhkan keahlian tukang las dalam air. "Disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak setiap saat dibutuhkan. Mereka butuh yang sifatnya emergency karena ini sifatnya emergency. Sesuatu yang cepat dan penanganannya benar. Underwater tidak bisa selalu bikin bangunan baru atau produk baru," jelasnya.
     
    Erwin mengaku kebanyakan siswa yang tertarik mengikuti program pelatihan underwater wet welding sudah memiliki pekerjaan atau koneksi di perusahaan yang membutuhkan tukang las dalam air. "Rata-rata freelance dan sudah berpengalaman bekerja," kata dia.
     
    Karena peluangnya kerja di Indonesia masih minim, lulusan tukang las dalam air pun akhirnya membidik kesempatan kerja di luar negeri. "Ada. Dari kita yang bekerja di luar negeri banyak. Tapi setidaknya mereka laku," tutur Erwin. 
     
     
  • Belum Lulus, 50 Persen Peserta Diklat STP 2017 Sudah Diterima Kerja

     
    Meski belum sepenuhnya menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo Technopark, sebagian besar  siswa sudah terserap industri. Begitulah yang disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark.
     
    Menjelang akhir tahun ajaran 2017, setidaknya sudah terdapat sekitar 96 peserta diklat yang diterima di perusahaan manufaktur. Itu merupakan separuh dari total jumlah siswa yang menjalani program diklat sepanjang tahun ini. 
     
    Besarnya jumlah tersebut berasal dari 3 angkatan. Sutrisno menjelaskan bahwa program diklat Solo Technopark menerima pendaftaran siswa sebanyak tiga kali dalam satu tahun.
     
    Sehingga, angkatan terakhir belum bisa dilihat jumlah pasti siswa yang terserap dunia kerja. "Angkatan 49 sebanyak 11 orang, angkatan 50 sebanyak 51 siswa, dan angkatan 51, untuk sementara sebanyak 30 siswa karena belum selesai mendatanya," paparnya.
  • Brosur Hot Information Indonesia

    Pendaftaran Diklat Teknisi Pesawat

     Telah dibuka pendaftaran Pendidikan dan Pelatihan "Basic Aircraft Structure Training" angkatan/ batch 6. Bekerjasama dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia.

    Syarat Pendaftaran:

    • Laki-laki
    • Tinggi badan 160 cm
    • Lulusan SMK (Otomotif,Mekanik,Listrik,Elektro,Teknik Penerbangan),SMA (IPA) atau saatini masih duduk dikelas XXl

    Alumuni (nilai Ijazah) :

    • Nilai Bahasa Inggris,Bahasa Indonesia dan Matematika ? 7
    • Nilai Kompetensi keahlian ? 7 (SMK)
    • Nilai Fisika ? 7 (SMA)

    Siswa kelas XXl (Nilai rapot semester V)

    • Nilai Bahasa Inggris,Bahasa Indonesia dan Matematika ? 7
    • Nilai Kompetensi keahlian ? 7 (SMK)
    • Nilai Fisika ? 7 (SMA)

    Berkas Pendaftaran :

    • Mengisi Formulir pendaftaran.Formulir dapat didownload disini.
    • Fotocopy ijazah dilegalisir 1 lembar (untuk alumuni)
    • Fotocopy nilai rapotsemester terakhir di legalisir (untuk kelas XXl)
    • Fotocopy KTP,KK dan foto diri berwarna ukuran 3x4 dua lembar
    • SKCK dari POLRI

    Berkas dikirim langsung/melalui POS /Email CP

    Waktu pendaftaran: 25 Januari - 29Februari 2016
    Office Hour: Senin - Jumat (07.30 - 15.30 WIB)

    CP Andri : 0857 2880 0700  / Danu : 0857 4151 5573

    Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

     

     
  • Daftar Diklat Solo Technopark Kini Bisa dari Rumah

     

    Solo Technopark melakukan terobosan baru dalam memberikan layanan pada masyarakat. Khusus program pendidikan dan pelatihan (Diklat), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini mulai menerapkan sistem pendaftaran secara online. Dengan begitu, peminat program bisa mendaftar dari mana saja, termasuk ketika berada di rumah.

    Upaya ini, dikatakan staf teknologi informasi Solo Technopark, Mochamad Mahfudz Shodiq, sengaja ditempuh tak lain demi mempermudah proses pendaftaran. Jika sebelumnya pendaftaran Diklat harus dilakukan langsung di Solo Technopark, kini peminat program bisa melakukannya dari mana saja.

    “Sebelumnya mereka (peminat progam Diklat) harus datang langsung ke Solo Technopark lalu mengisi data di komputer, tapi sekarang sudah tidak begitu lagi. Mereka bisa mengisi formulir pendaftaran secara online,” ujarnya.

    Proses pendaftaran lewat dunia maya mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Peminat program Diklat bisa mengakses informasi, persyaratan maupun pendaftaran di situs http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/.

    Adapun untuk menjangkau lebih banyak orang, menurut Mochamad Mahfudz Shodiq, informasi pendaftaran secara onlineakan dipublikasikan di sejumlah media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Solo Technopark membuka sejumlah program Diklat, di antaranya Diklat Otomasi, Diklat Las Darat, Diklat Las dalam Air, Diklat Desain Mekanik, Diklat Mekanik Garmen, Diklat Mekanik Manufaktur serta Inkubator Bisnis dan Teknologi. 

    Program Diklat Mekanik terbuka bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat, sedangkan Diklat Inkubator Bisnis dibuka untuk umum. Diklat Inkubator Bisnis sendiri ada dua program, yakni Prainkubator Bisnis dan Teknologi serta Inkubator Bisnis dan Teknologi.

     

  • Diklat Mekanik Manufaktur, Siswa Dibekali 4 Keahlian Ini

    Membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) kompeten dan profesional tentu menjadi keinginan institusi pendidikan manapun. Atas dasar itu pulalah, Solo Technopark berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil lewat program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satu Diklat yang digelar, yakni mekanik manufaktur di mana siswa dibekali operasional permesinan.

    Setidaknya ada tiga jenis mesin manual harus dipelajari di tingkat basic, yakni mesin bubut, mesin milling dan mesin gerinda serta bench work alias kerja bangku. Mesin bubut sendiri merupakan jenis mesin perkakas di mana dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan potong pahat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin ini merupakan salah satu sarana proses produksi yang dipakai untuk membuat benda kerja berbentuk silindris.

    Lewat pembekalan keterampilan ini, Instruktur Mesin Bubut Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Mulyanto berharap peserta program Diklat bisa memroduksi benda-benda berpenampang silindris. Siswa juga dituntut mampu mengetahui cara menghitung RPM, termasuk menghitung feeding atau gerakan otomatis untuk menentukan kehalusan.  

    Lain halnya mesin milling. Dalam pembelajaran, peserta Diklat diharapkan bisa memroduksi suatu benda atau part. Selama mengikuti progam, siswa juga dituntut mampu mengoperasikan mesin dengan benar, di antaranya tentang pengefraisan bertingkat, pengefraisan dengan sudut, pengeboran serta pengefraisan dengan ukuran presisi.  

    Mesin milling sendiri merupakan jenis mesin perkakas yang menghasilkan bidang datar di mana pisau berputar dan benda bergerak melakukan langkah pemakanan. Milling menghasilkan permukaan datar atau berbentuk profil pada ukuran dan kehalusan yang ditentukan. Alat ini digunakan untuk mengerjakan logam berbentuk balok.

    Sementara untuk mesin gerinda, menurut Instruktur Mesin Gerinda Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Eko Anggoro, siswa dilatih melakukan penajaman benda hingga pembuatan alat potong. Harapannya mereka mampu mengetahui geometri alat potong dan bisa mengasah alat potong dengan tepat. Oleh sebab itu, siswa setidaknya harus menguasai beberapa pengetahuan dasar terkait teknik gerinda, jenis batu gerinda serta komposisi batu gerinda.

    Dalam Diklat, peserta program juga mendapat pembelajaran kegiatan permesinan yang dilakukan di atas meja kerja atau biasa dikenal dengan istilah bench work. Kerja bangku adalah teknik dasar harus dikuasai siswa di dunia permesinan. Aktivitas ini lebih difokuskan pada pembuatan benda kerja dari bahan logam dengan perkakas tangan di bangku kerja.

     

  • Diklat Mekanik, Solo Technopark Tanamkan Kejujuran, Kedisiplinan dan Keterampilan

    Kompetensi dan profesionalitas sangat dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Tak heran jika institusi pendidikan rela menggembleng keras anak didiknya agar bisa andal di dunia kerja. Demikian pula Solo Technopark, nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan keterampilan ditanamkan dalam setiap diri peserta progam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik agar punya etos kerja tinggi.

    Seperti diutarakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, menyikapi kian kompetitifnya dunia kerja, peserta Diklat dibekali kemampuan teknis dan pendidikan karakter agar berdaya saing. Setidaknya ada tiga nilai ditanamkan, yakni kejujuran, kedisiplinan dan keterampilan.

    Adapun guna mendukung keterampilan, siswa atau peserta Diklat mendapat porsi praktik lebih banyak ketimbang teori. Dalam pembelajaran, Solo Technopark menerapkan metode pengajaran 75 persen praktik dan 25 persen teori.

    “Ada tiga nilai yang ditanamkan di sini. Jujur, disiplin dan terampil. Sistem pembelajarannya 75 persen praktik dan 25 persen teori. Kami punya standar nilai yang mana dari segi pendampingan ada pola 422, artinya empat jam pendampingan ke siswa, dua jam persiapan dan dua jam lagi untuk pribadi,” kata Sutrisno, Senin (23/10/2017).

    Sehubungan dengan nilai-nilai ditanamkan, Solo Technopark menerapkan standar nilai 5.51 pada siswa. Angka ini merupakan hasil gabungan antara nilai teori dengan praktik. Ketika peserta Diklat mendapat nilai di bawah ketentuan, praktis tak diperkenankan lagi mengikuti proses pembelajaran.  

    Dalam Diklat Mekanik Manufaktur, siswa dibentuk etos kerjanya lewat serangkaian kegiatan keterampilan. Bukan hanya berfokus pada pencapaian hasil semata, namun berkaitan pula dengan proses kerja. Proses itu sendiri lebih menitikberatkan pada etos kerja mencakup kedisiplinan, ketekunan, kejujuran serta penguasaan teknik.

     

  • Diklat Otomasi Solo Technopark Siap Cetak Tenaga Terampil

    Solo Technopark terus berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satu program yang digadang-gadang mampu memberi kontribusi signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia adalah Diklat Otomasi.
     
    Program berkaitan dengan industri mesin otomasi itu, menurut tenaga bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto baru saja diluncurkan pada 2017. Adapun diklat angkatan pertama dengan 26 siswa dimulai pada Mei dan akan berlangsung selama lima bulan.  
     
    “Siswa mempelajari tentang otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Mereka mempelajari sistem hidrolik, pneumatic, PLC, micro controller dan kelistrikan arus lemah,” jelasnya.
     
    Dalam pembelajaran, siswa mendapat materi simulasi dan praktik langsung. Mereka juga dibekali pengetahuan dasar-dasar mekanik. Dengan begitu, program diklat ini bukan hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK saja, namun terbuka pula bagi siswa dari SMA/MA.
     
    Teknik otomasi memiliki peluang cukup prospektif di dunia kerja. Agus Andrianto menyatakan, lulusan program diklat otomasi Solo Technopark bisa bekerja di berbagai bidang berkaitan dengan industri mesin otomasi. Mereka dibutuhkan industri-industri berskala besar seperti makanan dan minuman untuk pemeliharaan proses produksi.
     
    “Harapannya industri di Indonesia bisa terbantu dengan SDM kita yang sudah ada ilmu khusus di situ (otomasi). Siswa nantinya bisa disalurkan ke perusahaan-perusahaan besar seperti di Cikarang dan Surabaya,” terang dia.
     
    Solo Technopark sendiri berkomitmen membekali generasi muda dengan berbagai keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Selain program Diklat Otomasi, badan layanan umum daerah (BLUD) ini juga membuka Diklat Las Darat, Diklat Las Dalam Air, Diklat Desain Mekanik, Diklat Mekanik Garmen dan Diklat Mekanik Manufaktur. Semuanya diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompetitif.     
  • Diklat  Solo Technopark Buka Pendaftaran Siswa Baru, Dijamin Lulus Langsung Kerja

     

    Bingung setelah lulus SMA/ SMK mau meneruskan dimana? Solo Technopark membuka pelatihan singkat (diklat) buat kamu yang suka dengan dunia permesinan. Tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan, diklat ini juga menyalurkan lulusannya bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki ikatan kerjasama dengan STP. Menarik bukan?

    Setiap tiga bulan sekali, Solo Technopark akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk diklat. Nantinya, peserta diklat harus menjalani pelatihan selama 9 bulan.

    "Tiga bulan pertama peserta mendapatkan pelatihan basic-nya yang terdiri dari bubut, milling, grinding, gambar teknik, dan las. Kalau itu lolos, baru boleh masuk ke lima jurusan, yaitu mekanik manufaktur, mekanik welding, mekanik garment, otomasi manifaktur, kemudian desain manifaktur," papar Sutrisno, PLT Kepala Divisi Diklat pada Senin (6/11/2017).

    Setelah tiga bulan, peserta didik lanjut melaksanakan magang. Saat magang itu, mereka biasanya sudah langsung dipekerjakan oleh perusahaan yang membutuhkan. "Mereka  lulusnya tidak bersamaan. Ada yang empat bulan, lima bulan, tujuh bulan, mereka sudah diambil kerja sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.

    Pelatihan ini memang terdiri dari 75 persen praktek dan 25 persen teori. Tak heran, jika peserta didik dapat menjadi tenaga kerja terampil dalam waktu relatif singkat.

    Namun memiliki keterampilan saja tidaklah cukup untuk menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif seperti saat ini. Untuk itu, diklat juga membekali siswa dengan

    softskill. "Kami beri tahu bagaimana cara berkomunikasi, berinteraksi dalam kerja tim dan pola-pola kerja. Harus terampil dan disiplin," tutupnya.

     

  • Fasilitas Lengkap Jadi Daya Tarik Program Inkubator

    Ada banyak alasan para pelaku bisnis start up untuk mengikuti program inkubator Solo Technopark. Menurut Ryo N Cahyo, pemilik usaha Delivo, fasilitas lengkap merupakan salah satu hal yang membuatnya tertarik mengikuti program inkubator. 

    "Saya tertarik ikut proogram IBT Solo Technopark karena menawarkan fasilitas lengkap bagi start up business, baik kantor representatif, pelatihan, networking, termasuk permodalan," kata dia. 
     
    Sederet fasilitas tersebut cukup membantunya dalam menghadapi permasalahan selama menjalankan bisnis layanan pesan-antar oleh-oleh. Ryo sendiri telah bergabung ke dalam program inkubator sejak tahun 2016. Ia yakin usahanya akan semakin berkembang setelah mengikuti program inkubator.
     
    "Kami yakin delivo sangat prospek dan diminati banyak pihak. Terbukti, banyaknya mitra usaha yang menginginkan kerjasama dengan kami," lanjutnya. 
    Ryo mengaku saat ini masih terus berupaya melakukan invoasi untuk dapat bersaing dengan kompetitor yang memiliki modal lebih besar. Kedepannya, ia berencana untuk meningkatkan aksesibilitas agar pengguna semakin mudah mendapatkan layanan Delivo. 
     
    "Ke depan layanan kami makin mempermudah setiap orang untuk mendapatkan oleh-oleh yang diinginkan. Dengan layanan mobile apps, website, dan sosial media delivo, solusi pesan-antar oleh-oleh se-Nasional lebih mudah, murah dan cepat," ungkapnya. 
     
  • Fokus Pada Praktek, STP Didukung Peralatan Memadai

    Program Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Solo Techno Park (STP) menjanjikan keluaran sumber daya manusia (SDM) terampil yang siap kerja. Sejak awal berdiri, STP berhasil membuktikan kemampuannya melahirkan tenaga kerja dengan kualitas yang dijanjikan.

    Kesuksesan STP ini tentunya bukan hal yang mudah dicapai. STP sejak awal menyiapkan berbagai hal yang mendukung keberhasilannya. Di antaranya yang cukup menonjol adalah ketersediaan pengajar berpengalaman, kurikulum yang komprehensif, dan peralatan yang memadai.

    “Peserta diklat kita ajari berbagai teknik yang dibutuhkan untuk kerja. Mulai dari yang manual sampai penggunaan mesin-mesin canggih,” kata Kepala Divisi Diklat STP, Sutrisno.

    Dibanding lembaga pendidikan lain, Program Diklat STP lebih menitikberatkan praktek daripada teori. Di STP, praktek mendapatkan porsi 75 persen dari total masa belajar. Pembagian penting untuk menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar terampil. Sebagai konsekuensinya, STP memiliki deretan alat yang variatif. Jumlahnya pun cukup banyak untuk memastikan setiap peserta mendapat kesempatan praktek yang memadai.

    Jenis alat yang dimiliki STP pun beragam mulai dari alat-alat yang diperlukan untuk kerja bangku (work bench) yang sepenuhnya manual sampai mesin Computer Numerically Controlled (CNC) yang sepenuhnya terkomputerisasi. STP juga didukung dengan mesin grinding manual, milling, lathe (bubut), cylindrical dan flat grinding. Jumlah setiap mesin cukup banyak untuk semua peserta program mengasah keterampilannya menggunakan alat.

    “Kita juga punya alat las berbagai jenis,” kata dia.

    Dengan perangkat yang lengkap dan memadai, STP berhasil mencetak tenaga kerja terampil siap kerja. Terbukti dengan tingkat serapan industri terhadap lulusan program-program STP yang mencapai angka di atas 95 persen. Mereka yang tidak terserap industri bukan berarti gagal menempuh pendidikan. Tak sedikit yang membuka usaha sendiri setelah belajar di STP. Sebagian lain meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.

  • Gaji Magang di Industri Jepang Rp 10 Juta, Mau?

     
    Dalam mencari pekerjaan, gaji merupakan salah satu yang dipertimbangkan setiap orang. Pastinya, kita semua mencari pekerjaan yang mampu membayar dengan jumlah uang besar. 
     
    Dengan gaji yang tinggi, kesejahteraan hidup pun akan mudah didapat. Namun untuk menjadi gaji yang besar di Indonesia tidaklah mudah. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat memilih untuk bekerja di luar negeri karena gajinya lebih tinggi. Dan Jepang merupakan salah satu negara yang membayar buruhnya cukup besar.
     
    Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, mengatakan magang di industri Jepang, paling tidak mendapatkan bayaran sekitar Rp 10 juta. Jangka waktu magang (training) di Jepang pun tidak sebentar yaitu sekitar 3-5 tahun. 
     
    Sutrisno mengaku beberapa siswa diklatnya sudah ada yang menjalani program magang di Jepang pada tahun lalu. Dalam waktu dekat ini, salah satu perusahaan manufaktur Jepang, Komatsu akan kembali mengadakan rekrutmen anak magang. Kata dia, para siswa Diklat-nya sangat antusias mengikuti rekrutmen tersebut. 
     
    Untuk bisa terpilih masuk dalam program ini, siswa harus melewati beberapa tahapan seleksi. Mulai dari tes ketahanan fisik, wawancara, tes kesehatan, hingga tes bahasa Jepang.
  • Ingin Punya Penghasilan Tinggi dari Hobi Menyelam? Ikuti Diklat Under Water Wet Welding

    Kebanyakan orang berkeinginan memiliki pekerjaan sesuai hobi. Dengan begitu, mereka akan merasa pekerjaan bukanlah sebagai sebuah beban.

    Nah, bagi yang punya hobi menyelam bisa mencoba pekerjaan satu ini, yaitu tukang las bawah laut (under water welding). Pekerjaan seorang under water welding ini adalah memperbaiki sesuatu seperti di pertambangan lepas pantai  dan kapal besar.

    Itu bukanlah pekerjaan yang mudah.Mereka harus siap tersetrum hingga

    menghadapi ledakan bawah lalu. Namun risiko tinggi itu berbanding lurus dengan gaji yang diperoleh under water welding. Berdasarkan payscale (2/11/2016), gajinya ditaksir sekitar USD 58 ribu per tahun atau Rp 771 juta.

    Untuk mengetahui lebih jauh tentang profesi under water welding, Solo Technopark (STP) membuka pelatihan Under Water Wet Welding. Solo Technopark merupakan pertama dan satu-satunya tempat yang membuka pelatihan under water wet welding di Indonesia.

    Masa pelatihan ini pun terbilang cukup singkat yakni sekitar 2 bulan. Meski begitu, pelatihan under wet welding lebih intensif jika dibanding pelatihan lain yang diadakan oleh STP.

    Untuk prakteknya, STP sediakan kolam berstandar internasional dengan ukuran 8×8 meter dan kedalaman 10 meter. Nanti akan didampingi oleh para instruktur yang merupakan tenaga ahli dari ATMI dan alumni STP.

    Adapun persyaratannya, peserta yang akan mengikuti pelatihan ini harus sudah punya sertifikasi selam. "Nah, cari sertifikat selam itu bisa di POSSI atau PADI. Itu cari sendiri," kata Dewi, Staf Marketing Solo Technopark.

    Selain itu, harus memiliki KTP Solo untuk peserta yang mendaftar program beasiswa. Namun, program beasiswa tersebut hanya ada sekitar 1 tahun sekali. Jika tanpa beasiswa, peserta dikenakan biaya pelatihan sebesar Rp 20 juta. Mahal memang, tapi biaya ini sepadan dengan pelatihan dan hasil yang didapat, mengingat pekerjaan ini masih sangat dibutuhkan. "Ini termasuk proyek langka dan mahal," tegas Dewi.

     

     

  • Ingin Terjun di Dunia Industri? Diklat Otomasi Solo Technopark Bisa Jadi Solusi

    Kebutuhan dunia industri terhadap tenaga-tenaga terampil tak bisa dipungkiri kian meningkat seiring perkembangan pasar global. Tak ayal, situasi ini membuat Solo Technopark turut memoles divisinya dengan mengembangkan beberapa program anyar, salah satunya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Otomasi.  

    Program unggulan ini sengaja dirilis lantaran tingginya permintaan dunia industri terhadap tenaga terampil di bidang otomasi. Dengan begitu, adanya Diklat Otomasi diharapkan bisa menjembatani antara pencari kerja dengan dunia usaha.

    Program anyar ini, menurut tenaga bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto mulai dibuka pada Mei 2017. Kompetitifnya dunia kerja menuntut pihak manajemen menggelar pendidikan secara intensif. Berkomitmen membekali siswanya dengan keterampilan mumpuni, Diklat Otomasi diselenggarakan selama lima bulan.    

    “Diklat Otomasi adalah jurusan baru di Solo Technopark pada 2017. Program pendidikan dan pelatihan bagi siswa dilaksanakan selama lima bulan. Siswa bisa dari mana saja, nanti kami kasih basic di mekanik,” ujarnya.

    Ya, kendati berhubungan dengan mekanik, Diklat Otomasi tak hanya ditujukan bagi lulusan SMK saja, namun bisa diikuti siswa dari SMA/MA. Salah satu syarat agar bisa diterima program ini, calon siswa harus lulus tes logika.

    Sesuai namanya, Diklat Otomasi berkaitan dengan industri mesin otomasi. Dalam pembelajaran, siswa mendapat materi tentang otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Mereka mempelajari sistem hidrolik, pneumatic, PLC, micro controller dan kelistrikan arus lemah.

    Diklat Otomasi, dikatakan Agus Andrianto sangat bermanfaat sebagai bekal keterampilan generasi muda. Terlebih program ini masih sangat jarang digelar lembaga ataupun institusi pendidikan.

    Siswa lulusan Diklat Otomasi Solo Technopark bisa bekerja di perusahaan-perusahaan makanan dan minuman skala besar. Mereka bisa jadi teknisi dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat mesin sendiri.

    “Keterampilan ini dibutuhkan di industri untuk maintenance (pemeliharaan) proses produksi. Mereka bisa sebagai teknisi, meskipun dalam perkembangannya nanti bisa bikin mesin sendiri,” kata Agus Andrianto.   

You are here: Home
STP Homepage

Solo Techno Park (STP) area is officially under the management of the local city Government of Surakarta.