smartphone

  • Apa Itu Otentifikasi Dua Faktor?

    Otentifikasi dua faktor adalah langkah yang dilakukan pengguna untuk mengakses atau login layanan online misal email dan sosial media yang memerlukan dua hal yaitu password dan langkah lain. Langkah kedua ini secara dasar harus berbeda dengan langkah pertama. Contohnya karena password berbasis informasi, maka faktor kedua tidak bisa berbasis informasi juga. Seseorang yang memiliki akses password seorang pengguna mungkin bisa menebak pertanyaan keamanan sang pengguna. Misalnya di mana dia lahir dan siapa nama gadis ibunya.

    Faktor kedua yang paling umum digunakan biasanya berupa ide kepemilikan. Sang pengguna harus memiliki sebuah perangkat yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi layanan atau informasi online itu. Misalnya smartphone atau alat token untuk layanan online banking. Faktor kedua juga bisa berupa biometris, memerlukan scan pengenalan wajah atau sidik jari sebelum pengguna bisa login.

    Ada tiga faktor yang bisa digunakan:

    -Sesuatu yang Anda tahu (password)

    -Sesuatu yang Anda miliki (biasanya smartphone atau ponsel)

    -Sesuatu yang ada pada tubuh (biometris, misalnya pengenalan wajah atau sidik jari).

    Contoh mudahnya, saat seeorang mengaktifkan otentifikasi dua faktor, maka selain memasukkan password, layanan sosial media atau email itu akan mengirim kode angka ke ponsel pengguna. Sang pengguna diharuskan memasukkan kode angka itu sebelum bisa login ke akunnya.

     

     

    Sumber: floridatechonline.com

  • Caltech Tidak Gunakan Lensa Supaya Kamera Lebih Ramping

    Ukuran kamera yang dipasang pada smartphone dan tablet sekarang ini semakin kecil. Tapi pemakaian lensa untuk menangkap cahaya membuat kamera pada kedua perangkat itu terlihat menyembul di belakang. Pemakaian lensa dianggap menghalangi produsen menciptakan kamera yang lebih tipis.

    Caltech mencoba mengatasi masalah ini dengan memakai ultra-thin optical phased array (OPA).  OPA adalah lapisan tipis silikon fotonik terintergrasi. OPA  bisa memanipulasi cahaya yang masuk secara komputasi untuk menghasilkan gambar. Dengan demikian lapisan ini bisa menggantikan fungsi lensa dan sensor gambar.

    Para peneliti dari Caltech juga mengatakan keunggulan OPA adalah bisa meniru lensa fish-eye dan telephoto sehingga tidak perlu menggunakan lensa berbeda.  Hal ini karena kamera tanpa lensa itu memiliki receiver yang bisa dikendalikan secara individu untuk menangkap susunan cahaya yang masuk time delay.

    Untuk saat ini, kamera tanpa lensa ini baru bisa dipakai untuk menangkap gambar dalam resolusi kecil. Tapi penemuan OPA ini bisa mengubah teknologi kamera saat ini.

     

     

    Sumber: Caltech.edu

     

     

  • Mengenal Apa Itu Apple CarPlay?

     
    Apple CarPlay adalah sebuah sistem yang dikembangkan Apple untuk mengintegrasikan iPhone dengan sistem infotainment entertainment yang ada dalam mobil biasanya dalam bagian dashboard mobil. CarPlay didesain untuk membuat pengemudi lebih mudah dan lebih aman untuk mengakses konten informasi dan multimedia dalam smartphone mereka dari sistem dashboard mobil tanpa perlu menyentuh smartphone.

    Teknologi suara Siri Eyes Free diintegrasikan dengan Apple CarPlay untuk mengizinkan pengemudi melakukan hal seperti membuat panggilan telepon dan mendengarkan voicemail, membaca pesan masuk dan notifikasi, merespon pesan teks, memainkan musik yang tersimpan di iPhone, mengakses navigasi Satelit dan tahu arah jalan dan lain-lain. Selain perintah suara Siri, pengemudi bisa menggunakan layar sentuh atau layar manual, tergantung dari tampilan dashboard pada mobil.



    Sumber: webopedia.
     
     
  • Smartphone Buatan ITB Siap Dipasarkan

    Smartphone telah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar penduduk Indonesia di masa kini. Sayangnya, menurut survei APJII mengenai Ekosistem Device, Network & Apps yang dilaksanakan 20 Oktober-20 November 2016, 97 persen smartphone yang digunakan pengguna Indonesia merupakan merek-merek luar negeri.

    Kini masyarakat Indonesia boleh berbangga hati, sebab melalui kerjasama antara akademisi, industri, pelaku pasar, dan pemerintah, Indonesia kini bisa menegakkan kedaulatan digital dengan menciptakan smartphone asli Indonesia. Adapun smartphone ini sebentar lagi bakal diproduksi secara massal.

    Smartphone ini dikembangkan oleh para peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui skema pendanaan inovasi perguruan tinggi di industri Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Tahun lalu, Kemristekdikti memberikan pendanaan kepada ITB untuk mengembangkan dan menghilirisasi produk smartphone 4G.

    Tak kalah dari smartphone asing, fitur-fitur pada ponsel ini bisa dibilang cukup lengkap. Misalnya saja fitur pengiriman pesan singkat (SMS), browsing, VoIP call alias panggilan melalui internet, hingga streaming di layanan berbagi video.

    Kelebihan lainnya, smartphone ini juga telah mendapatkan sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 20,2 persen pada akhir 2016.

    Menristekdikti Mohamad Nasir sangat bangga dengan produk hasil karya peneliti Indonesia yang bakal segera diproduksi. Ia berharap, untuk seterusnya hasil penelitian anak negeri tak berakhir di perpustakaan, tetapi dapat dikomersialisasikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

    "Saya merasa bangga betul. Semoga produk ini bisa mengambil pasar, network harus kita bangun. Mudah-mudahan produk ini bisa kompetitif, punya nilai tambah, dan menjadi kebanggaan," ujar Nasir saat mengunjungi PT VS Technology Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (11/1/2017).

    Nasir mengatakan, saat ini, angka pengguna smartphone di Indonesia mencapai 25 persen (sekitar 65 juta orang) dari total penduduk. Ia menilai, jumlah tersebut adalah potential market bagi produk smartphone asli Indonesia ini.

     

     
    sumber : 
    http://tekno.liputan6.com
Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna