inkubator bisnis

  • Apa Itu Inkubator Bisnis dan Teknologi?

     
    Solo Technopark (STP) berupaya mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satunya yaitu program inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT).
     
    Lewat program ini, Solo Technopark ingin membangun jiwa kewirausahaan berbasis teknologi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini menawarkan pembinaan, pendampingan, pengembangan produk, serta membantu memberikan pelatihan manajemen produksi kepada peserta program atau tenant. 
    Tak hanya itu, peserta juga akan dibantu dalam hal pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (Haki). Bagi yang siap mendirikan sebuah perusahaan, Solo Technopark dapat pula membantu mengurus legalitasnya. 
     
    Program ini terbuka untuk masyarakat yang sudah memiliki usaha ataupun belum. Buat peserta yang belum memiliki bisnis tapi sudah mempunyai konsep bisnis, dapat mengikuti program pre-inkubasi. Sementara yang ingin mengembangkan bisnisnya, dapat mengikuti program inkubasi. 
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti kedua program tersebut adalah sebagai berikut:
     
    Pre-Inkubasi
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Memiliki ide bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Inkubasi
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Mengajukan proposal bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Pendaftaran program ini hanya dibuka setahun sekali. Peserta yang berhasil lolos mengikuti program tersebut nantinya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. 
  • Apa Saja Persyaratan Ikut Inkubator Bisnis dan Teknologi 

     
    Solo Technopark berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan berkualitas lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan. Salah satunya adalah program Inkubator Bisnis dan Teknologi (INBISTEK). INBISTEK telah resmi dibuka pada 2016 silam.
     
    Program inkubator diadakan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneur) para lulusan perguruan tinggi, generasi muda dan pebisnis baru lainnya di wilayah Surakarta. Sehingga harapannya, keluaran Program Inkubator Bisnis ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja. 
     
    Bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), program ini menawarkan pembinaan, pendampingan, pengembangan produk, serta membantu memberikan pelatihan manajemen produksi kepada peserta. Selain itu, Kemenristekdikti juga memberikan sokongan dana untuk penyelenggaran program inkubator.
     
    Mengingat tak semua orang yang ingin berwiraswata memiliki pengetahuan yang cukup, Solo Technopark membagi program ini menjadi dua kategori yaitu Program Prainkubasi dan Inkubasi. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mencetak wiraswasta yang mumpuni. Namun dua program itu memiliki sasaran dan cakupan yang berbeda. 
     
    Prainkubasi
    Program prainkubasi lebih ditujukan untuk pengusaha atau calon pengusaha yang sudah memiliki ide usaha tetapi belum memiliki perencanaan matang. Dalam program ini, peserta akan diberi pelatihan mengembangkan dan menguji ide bisnis menjadi business plan hingga menghasilkan prototype (Purwarupa) yang siap jual. 
     
    Program ini berlangsung selama tiga bulan. Satu bulan pertama, peserta mendapat pelatihan teknologi produksi dan pengolahan organisasi bisnis, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan rencana bisnis. Selanjutnya dua bulan berikutnya untuk menghasilkan purwarupa produk dan mengujinya di pasaran. Setelah prainkubasi selesai, peserta bisa melanjutkan dengan mengikuti program inkubasi. 
     
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
     
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Memiliki ide bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Inkubasi
    Program ini merupakan kelanjutan dari program prainkubasi. Namun, peserta bisa saja langsung masuk program inkubasi tanpa melalui prainkubasi, jika sudah memiliki business plan yang matang. 
     
    Materi yang diberikan di program ini fokus pada pengembangan usaha. Selama masa inkubasi, STP hanya berperan sebagai pendamping. Peserta akan dibantu dalam legalisasi dan komersialisasi usaha. Siswa juga dilatih mengevaluasi dan memonitor usahanya. Sehingga selepas mengikuti program inkubator, peserta diharapkan menjadi pengusaha mandiri dan siap bersaing di pasaran. 
     
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Mengajukan proposal bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Pendaftaran program ini hanya dibuka setahun sekali. Peserta yang berhasil lolos mengikuti program tersebut nantinya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. 
  • Daftar Diklat Solo Technopark Kini Bisa dari Rumah

     

    Solo Technopark melakukan terobosan baru dalam memberikan layanan pada masyarakat. Khusus program pendidikan dan pelatihan (Diklat), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini mulai menerapkan sistem pendaftaran secara online. Dengan begitu, peminat program bisa mendaftar dari mana saja, termasuk ketika berada di rumah.

    Upaya ini, dikatakan staf teknologi informasi Solo Technopark, Mochamad Mahfudz Shodiq, sengaja ditempuh tak lain demi mempermudah proses pendaftaran. Jika sebelumnya pendaftaran Diklat harus dilakukan langsung di Solo Technopark, kini peminat program bisa melakukannya dari mana saja.

    “Sebelumnya mereka (peminat progam Diklat) harus datang langsung ke Solo Technopark lalu mengisi data di komputer, tapi sekarang sudah tidak begitu lagi. Mereka bisa mengisi formulir pendaftaran secara online,” ujarnya.

    Proses pendaftaran lewat dunia maya mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Peminat program Diklat bisa mengakses informasi, persyaratan maupun pendaftaran di situs http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/.

    Adapun untuk menjangkau lebih banyak orang, menurut Mochamad Mahfudz Shodiq, informasi pendaftaran secara onlineakan dipublikasikan di sejumlah media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Solo Technopark membuka sejumlah program Diklat, di antaranya Diklat Otomasi, Diklat Las Darat, Diklat Las dalam Air, Diklat Desain Mekanik, Diklat Mekanik Garmen, Diklat Mekanik Manufaktur serta Inkubator Bisnis dan Teknologi. 

    Program Diklat Mekanik terbuka bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat, sedangkan Diklat Inkubator Bisnis dibuka untuk umum. Diklat Inkubator Bisnis sendiri ada dua program, yakni Prainkubator Bisnis dan Teknologi serta Inkubator Bisnis dan Teknologi.

     

  • Ikut Program Inkubator, R-Win Sukses Kembangkan Bisnis Modifikasi Motor untuk Penyandang Disabilitas

     

     
    Ada banyak alasan pengusaha yang ingin mengikuti pelatihan dan pendidikan inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) yang diadakan oleh Solo Technopark. Salah satu di antaranya yaitu ingin dibantu dalam mengembangkan produksi bisnisnya. 
     
    Hal itulah yang menjadi latar belakang R-Win Development mengikuti program IBT Solo Technopark ini. R-Win Development memiliki bisnis jasa modifikasi motor untuk penyandang disabilitas. Selama mengikuti program ini, pengusaha asal Solo ini ingin target produksinya mencapai 50 unit atau lebih besar. Peserta diklat ini sudah memiliki jaringan difabel yang cukup banyak, namun percepatan produksinya masih kurang.
     
    Pihak Solo Technopark sendiri menawarkan pendampingan hingga menyediakan fasilitas berupa ruang produksi. "Kami, inkubator sendiri melakukan pendampingan untuk usahanya, untuk legalitas dan sebagainya, kita ikut membantu juga," jelas pihak staff inkubator STP. "Untuk pengembangan sendiri, dia harus memiliki semacam target pasarnya. Nah, kita juga ikut membantu mencari tahu berapa banyak sih penyandang cacat di Solo."
     
    Inkubator juga memfasilitasi tempat dan alat untuk memproduksi produk peserta program atau tenant. "Jika di workshop-nya (bengkel) penuh, atau jika pengerjaannya dibutuhkan waktu yang cepat, bisa di sini (STP). Tetapi selama ini masih bisa dihandle di workshop," imbuhnya.
     
    Kini, nama R-Win pun sudah cukup terkenal di kalangan difabel. Tak hanya itu, R-Win juga sering diundang menjadi pembicara dalam acara Kemenristekdikti.
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     

     

  • Manfaat Besar Program Inkubasi Bisnis Solo Technopark Bagi Startup Delivo

     
    Selain program pendidikan dan pelatihan (diklat), Solo Technopark juga membuka program inkubasi bisnis dan teknologi (INBISTEK). Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi bagi penyerap tenaga kerja di Indonesia dengan cara menumbuhkembangkan wirausaha baru berbasis teknologi.
     
    Program inkubasi Solo Technopark telah menaungi cukup banyak generasi muda yang tertarik dan memiliki ide bisnis yang berpotensi. Salah satu pelaku usaha yang telah menikmati manfaat dari inkubator bisnis ini adalah Ryo Juara. Pria lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) ini tengah mengembangkan usaha Delivery Oleh-Oleh Online (Delivo). 
     
    Pada 2016, dia mendaftar untuk mengikuti inkubasi bisnis dengan menyodorkan proposal bisnis. Setelah melalui tahap seleksi, dia pun diberi modal sekitar Rp 147 juta untuk mengembangkan bisnisnya. 
     
    "Modal sekitar 147 juta, tapi itu 70 persennya, yang 30 persen untuk pendampingan dari STP," ungkapnya melalui pesan singkat pada Jumat (29/12).
     
    Selama setahun mengikuti program inkubasi bisnis, dia mengaku mendapatkan manfaat yang membuat bisnisnya terus berjalan hingga saat ini. Pada awalnya, ia mengaku usahanya terkendala modal yang terbatas. Publikasi dan mitra yang terbatas membuat bisnisnya hanya berkutat di area Solo saja. 
     
    Kini setelah bergabung program inkubasi, ia memiliki jumlah driver lebih dari 70 orang sehingga bisa menjangkau area Solo, Sukoharjo, Semarang dan Lampung. Sekarang banyak perusahaan yang ingin menjadi mitra bisnisnya. Dengan modal yang diberikan STP, layanan Delivo menjadi lebih lengkap.
     

     

  • Pengen Sukses Jadi Pengusaha? STP Punya Program Inkubator Bisnis Lho

    Siapa yang nggak ngiler? Potensi pendapatan hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah per bulan. Jam kerja fleksibel sesuai keinginan. Punya waktu lebih untuk keluarga. Kira-kira seperti itulah bayangan yang muncul bila kita bicara tentang pengusaha alias entrepreneur.

    Tapi jangan salah. Di balik citra yang serba enak itu, seorang pengusaha dituntut cerdas, kerja keras, ulet, serta sederet persyaratan lainnya. Faktor-faktor lain seperti kekuatan jaringan, akses permodalan, dan fasilitas pendukung turut menjadi penentu kesuksesan. Tentunya tak mudah bila semua itu digarap seorang diri.

    Di situlah, program Inkubator Bisnis Solo Techno Park. Inkubator Bisnis STP berkomitmen untuk menyiapkan infrasturktur maupun suprastruktur yang dibutuhkan pengusaha. Sesuai namanya, Inkubator Bisnis STP menyasar dua kategori yaitu pengusaha pemula (start up) dan calon pengusaha.

    “Perusahaan yang baru berdiri satu dua tahun biasanya masih membutuhkan dukungan. Ibaratnya, baru belajar berjalan lah. Kita juga memberi kesempatan untuk calon pengusaha yang belum punya bisnis tapi sudah punya gambaran kira-kira pengen bisnis apa,” kata Ketua Divisi Inkubator Bisnis STP, Susilo Budi Haryanto.

    Peserta yang lolos seleksi nantinya bisa memanfaatkan segala fasilitas yang ada di STP untuk mendukung usahanya. Bahkan bila perlu, STP bisa dimanfaatkan sebagai kantor perusahaan selama program berjalan. Tak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan atau mentoring dari para pelaku usaha senior serta kesempatan mengakses permodalan dari perbankan maupun pemerintah.

    Program ini sendiri sudah kedua kalinya dilaksanakan. Di angkatan kedua ini, STP menerima 64 pendaftar. Namun, demi menjaga kualitas layanan, STP akan menyaring melalui tiga tahap seleksi yaitu seleksi administrasi, seleksi konsep bisnis, dan wawancara. Dari seluruh peserta, rencananya akan dipilih 43 peserta yang terbagi menjadi dua program. Sebanyak 35 pendaftar akan memasuki tahap pra-inkubasi. Sedangkan sisanya, 8 pendaftar, bisa langsung melompat ke program inkubasi karena dianggap sudah cukup mapan.

    “Kita inginkan hasil yang terbaik. Makanya, peserta kita seleksi untuk memastikan yang ikut program ini bener-bener peserta yang punya jiwa dan semangat bisnis,” kata dia.

    Pengen jadi pengusaha sukses bersama program Inkubator Bisnis STP? Ikuti terus perkembangan kabar dari website ini.

  • Peserta Inkubator Bisnis STP Diseleksi Ketat

    Inkubator Bisnis Solo Techno Park (STP) menerapkan seleksi  ketat untuk peserta program angkatan kedua tahun 2017. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan program tersebut. Berkaca kepada program serupa yang dilaksanakan instansi lain, keberhasilan inkubator bisnis di Indonesia masih relatif rendah.

    “Ternyata tingkat keberhasilan program inkubator bisnis di Indonesia masih di bawah 10 persen,” kata Pejabat Teknis Umum Bidang Kerja Sama STP, Darsono.

    Tak mau hasil yang biasa saja, STP akan menerapkan seleksi bagi calon peserta program. Dari 64 formulir pendaftaran yang masuk, STP menargetkan hanya 43 peserta yang bisa mengikuti program tersebut. Pembatasan ini, selain menjaga kualitas, dilakukan untuk menyesuaikan anggaran yang ada.

    “Kita ingin kualitas peserta yang optimal. Maka dari itu, tidak bisa banyak,” kata staf Divisi Inkubator Bisnis STP, Danu Setiawan.

    Proses seleksi akan dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) selaku penyandang dana dan manajemen STP. Saat ini, Manajemen STP masih menyisir satu per satu formulir yang masuk untuk memilih calon peserta yang memenuhi syarat administrasi. Di samping itu, pihak STP juga sedang menunggu kepastian waktu dari Kemenristek Dikti untuk seleksi presentasi konsep bisnis dan wawancara.

    “Setelah seleksi selesai, program bisa langsung dimulai,” kata Danu.

    Program Inkubator Bisnis ditargetkan berjalan awal September mendatang. Bahkan bila dimungkinkan, program tersebut bisa dimulai akhir Agustus. Calon peserta yang lolos seleksi administrasi akan diundang kembali untuk mengikuti seleksi presentasi dan wawancara.

    “Masalah waktunya, kita mengikuti Kemenristek Dikti. Tapi harapan kami pertengahan atau paling lambat akhir bulan ini,” kata Danu.

  • Prainkubasi VS Inkubasi. Apa Bedanya?

    Solo Techno Park (STP) serius mencetak wisraswasta di Solo. Untuk itu, sejak 2016 lalu, STP membuka Program Inkubator Bisnis yang kini sudah memasuki angkatan kedua. Tak ingin menghasilkan keluaran yang biasa saja, peserta Program Inkubator Bisnis disusun untuk menhasilkan wiraswasta yang benar-benar berkualitas. Harapannya, keluaran Program Inkubator Bisnis ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja.

    Mengingat tak semua orang yang ingin berwiraswasta memiliki pengetahuan dasar yang cukup, STP membagi program ini menjadi dua kategori yaitu Program Prainkubasi dan Inkubasi. Keduanya sama-sama betujuan untuk mencetak wiraswasta yang mumpuni. Namun dua program itu memiliki sasaran dan cakupan yang berbeda. Isi program pun, dengan demikian, berbeda sesuai sasaran dan tujuannya masing-masing.

    Prainkubasi

    Program prainkubasi lebih ditujukan pengusaha maupun calon pengusaha dengan ide usaha namun tidak memiliki perencanaan matang. Karena itu, orientasi program ini lebih kepada pelatihan mengembangkan dan menguji ide bisnis menjadi business plan hingga menghasilkan prototype (purwarupa) yang siap jual.

    Program ini dijadwalkan tiga bulan. Satu bulan pertama, peserta mendapat pelatihan teknologi produksi dan pengolahan, organisasi bisnis, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan rencana bisnis, dan lain sebagainya. Sampai tahap ini, peserta diharapkan sudah memiliki business plan dan mampu mempresentasikannya kepada calon pemberi modal. Selanjutnya, peserta akan menghabiskan dua bulan sisa waktunya untuk menghasilkan purwarupa produk dan mengujinya di pasaran. Di tahap ini, peserta diharapkan sudah bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan awal. Setelah prainkubasi selesai, peserta bisa melanjutkan dengan mengikuti program inkubasi.

    Inkubasi

    Program ini merupaka kelanjutan alami dari program Prainkubasi. Walaupun pada kondisi tertentu, bisa saja peserta langsung melompat ke tahap ini tanpa melalui masa prainkubasi. Lain halnya dengan Prainkubasi, program inkubasi lebih ditujukan kepada peserta yang memiliki usaha yang sudah berjalan. Atau setidaknya, mereka memiliki business plan yang mantap.

    Materi yang diberikan di program ini lebih mendalam dan berorientasi kepada pengembangan usaha dibanding materi yang disampaikan pada masa prainkubasi. Selama masa inkubasi yang dijadwalkan selama satu tahun, STP lebih berperan sebagai pendamping. Peserta memiliki keleluasaan menjalankan usahanya sendiri meskipun tetap mendapatkan materi dan pelatihan.

    Pada tahap pertama yang dialokasikan selama enam bulan, peserta akan mendapatkan pelatihan dan materi berorientasi kepada komersialisasi dan legalisasi usaha. Pada tahap ini, peserta dilatih teknik-teknik manajemen, perencanaan produksi, standarisasi, sertifikasi, hak cipta, serta promosi dan pemasaran. Di akhir tahap ini, peserta diharapkan sudah memiliki izin usaha dan mampu memproduksi barang atau jasa pada skala komerisal.

    Pada enam bulan sisa masa inkubasi, orientasi program beralih kepada pengembangan usaha. Hal ini mencakup pengembangan skala produksi, ekspansi pasar, jaringan, dan akses permodalan. Peserta juga dilatih mengevaluasi dan memonitor usahanya sebagai dasar melangkah untuk pengembangan usaha. Setelah program inkubator selesai, peserta diharapkan dapat menjadi pengusaha mandiri dan siap bersaing dengan pengusaha lain di pasaran.

     

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna