work bench

  • Benchwork Menitikberatkan pada Etos Kerja

    Kompetensi dan profesionalitas sangat dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Tak heran jika institusi pendidikan rela menggembleng keras anak didiknya agar bisa andal di dunia kerja. Seperti halnya Solo Technopark, di praktik kerja bangku atau benchwork program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Manufaktur, siswa dibentuk etos kerjanya lewat serangkaian kegiatan keterampilan.

    Sebagaimana diketahui, benchwork bukan hanya berfokus pada pencapaian hasil semata, namun berkaitan dengan proses kerja. Proses itu sendiri lebih menitikberatkan pada etos kerja mencakup kedisiplinan, ketekunan, ketahanan serta penguasaan teknik sebelum berlanjut ke penggunaan mesin produksi. 

    Instruktur Benchwork Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Agus Wahyudi, menyatakan praktik kerja bangku berkaitan erat dengan ketekunan, kesabaran dan kedisiplinan, mengingat part atau benda dikerjakan secara manual. Pengerjaan cenderung dilakukan dengan tangan tanpa bantuan mesin.

    Benchwork adalah kegiatan basic bagi pemula untuk melatih keterampilan tangan dan melatih insting mereka sampai mana, termasuk juga melatih emosional karena yang dikerjakan semuanya handmade atau buatan tangan,” terangnya, 

    Praktik kerja bangku lebih difokuskan pada pembuatan benda kerja dari bahan logam dengan perkakas tangan di bangku kerja. Aktivitas ini meliputi berbagai jenis konstruksi geometris sesuai perintah kerja. Benchwork adalah teknik dasar yang wajib dikuasai seorang engineer dalam dunia permesinan.   

    Di industri mekanik, etos kerja tinggi sangat dibutuhkan. Kualitas produk yang dihasilkan banyak dipengaruhi pemahamanengineer dalam praktik kerja bangku dan pelaksanaan di tempat kerja.

  • Fokus Pada Praktek, STP Didukung Peralatan Memadai

    Program Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Solo Techno Park (STP) menjanjikan keluaran sumber daya manusia (SDM) terampil yang siap kerja. Sejak awal berdiri, STP berhasil membuktikan kemampuannya melahirkan tenaga kerja dengan kualitas yang dijanjikan.

    Kesuksesan STP ini tentunya bukan hal yang mudah dicapai. STP sejak awal menyiapkan berbagai hal yang mendukung keberhasilannya. Di antaranya yang cukup menonjol adalah ketersediaan pengajar berpengalaman, kurikulum yang komprehensif, dan peralatan yang memadai.

    “Peserta diklat kita ajari berbagai teknik yang dibutuhkan untuk kerja. Mulai dari yang manual sampai penggunaan mesin-mesin canggih,” kata Kepala Divisi Diklat STP, Sutrisno.

    Dibanding lembaga pendidikan lain, Program Diklat STP lebih menitikberatkan praktek daripada teori. Di STP, praktek mendapatkan porsi 75 persen dari total masa belajar. Pembagian penting untuk menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar terampil. Sebagai konsekuensinya, STP memiliki deretan alat yang variatif. Jumlahnya pun cukup banyak untuk memastikan setiap peserta mendapat kesempatan praktek yang memadai.

    Jenis alat yang dimiliki STP pun beragam mulai dari alat-alat yang diperlukan untuk kerja bangku (work bench) yang sepenuhnya manual sampai mesin Computer Numerically Controlled (CNC) yang sepenuhnya terkomputerisasi. STP juga didukung dengan mesin grinding manual, milling, lathe (bubut), cylindrical dan flat grinding. Jumlah setiap mesin cukup banyak untuk semua peserta program mengasah keterampilannya menggunakan alat.

    “Kita juga punya alat las berbagai jenis,” kata dia.

    Dengan perangkat yang lengkap dan memadai, STP berhasil mencetak tenaga kerja terampil siap kerja. Terbukti dengan tingkat serapan industri terhadap lulusan program-program STP yang mencapai angka di atas 95 persen. Mereka yang tidak terserap industri bukan berarti gagal menempuh pendidikan. Tak sedikit yang membuka usaha sendiri setelah belajar di STP. Sebagian lain meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.

  • Mengenal Sekilas Kerja Bangku

    Industri manufaktur tak lepas dari aktivitas permesinan. Salah satu kegiatan pendukung di industri ini tentu saja adalah benchwork alias kerja bangku. Lantas apa saja yang berkaitan dengannya? Yuk, kita kulik sedikit apa itu benchwork.    

    Kerja bangku atau benchwork merupakan salah satu kegiatan dalam industri manufaktur secara manual, semiotomatis maupun otomatis. Kendati demikian dalam proses manufaktur sederhana,benchwork cenderung dilakukan secara manual.

    Instruktur Benchwork Diklat Mekanik Manufaktur, Agus Wahyudi, mengutarakan praktik kerja bangku merupakan aktivitas dasar bagi pelaku industri manufaktur. Untuk itu dibutuhkan keterampilan tangan dan kesabaran agar bisa menguasainya, mengingat segala sesuatunya dikerjakan secara manual dengan tangan.

    Benchwork adalah kegiatan basic bagi pemula untuk melatih keterampilan tangan dan melatih insting mereka sampai mana, termasuk juga melatih emosional karena yang dikerjakan semuanya handmade atau buatan tangan. Jika bisa menguasainya nanti larinya bisa ke assembly,” kata dia, Jumat (06/10/2017).

    Dalam aktivitas benchwork, ada beberapa proses kerja yang mendukung, di antaranya pengikiran, pengeboran, penggergajian serta drilling. Prinsip dasar pengikiran sendiri, yakni operator secara manual menekan material benda kerja menggunakan kikir dan membentuk benda kerja itu hingga sesuai gambar kerja.

    Kegiatan kerja bangku lebih difokuskan pada pembuatan benda kerja dari bahan logam dengan perkakas tangan di bangku kerja. Aktivitas ini meliputi berbagai jenis konstruksi geometris sesuai dengan perintah kerja.  

     

     
     
  • Praktik Benchwork Latih Ketekunan dan Kesabaran

    Peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Manufaktur Solo Technopark mendapat pembekalan keterampilan permesinan. Mereka pun harus menjalani praktik kerja bangku atau benchwork yang merupakan aktivitas dasar bagi pelaku industri manufaktur. Kegiatan ini dapat melatih ketekunan dan kesabaran dalam bekerja.

    Tak bisa dipungkiri, praktik benchwork bukanlah pekerjaan gampang. Pasalnya dibutuhkan ketelitian dan keterampilan dalam mengerjakan sesuatu, mengingat segalanya cenderung dilakukan secara manual. 

    Instruktur Benchwork Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Agus Wahyudi, mengatakan kerja bangku adalah kegiatan dasar bagi pemula di industri manufaktur. Di sini mereka dilatih keterampilan tangan lantaran benda atau part yang dikerjakan sifatnya handmade. Untuk itu, peserta Diklat harus mampu mengelola emosi, kedisiplinan serta ketekunan.

    Benchwork adalah kegiatan basic bagi pemula untuk melatih keterampilan tangan dan melatih insting mereka sampai mana, termasuk juga melatih emosional karena yang dikerjakan semuanya handmade atau buatan tangan,” kata dia, 

    Benchwork sendiri merupakan kegiatan dasar pengerjaan material benda kerja secara manual dengan beberapa proses, di antaranya pengikiran, pengeboran serta penggergajian. Ini merupakan aktivitas paling dasar di dunia mekanik dan harus dikuasai siswa Diklat. Karakter seorang engineer dibentuk di sini, sehingga dibutuhkan ketekunan dan kesabaran.  

    Benchwork adalah aktivitas kerja dilakukan dengan tenaga dan keahlian seseorang di meja kerja. Kegiatan ini tak hanya berfokus pada pencapaian hasil semata, namun berkaitan dengan proses kerja. Seorang engineer harus bertumpu pada etos kerja yang baik mencakup kedisiplinan, ketekunan, ketahanan serta penguasaan teknik sebelum berlanjut ke penggunaan mesin produksi.

  • Praktik Benchwork, Siswa Diklat Manufaktur Diharapkan Terampil dan Profesional

    Solo Technopark membekali pengetahuan permesinan peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Manufaktur dengan pengajaran teori dan praktik. Mereka pun dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Selain menguasai operasional mesin, siswa juga dilatih praktik kerja bangku atau benchwork dengan harapan bisa terampil dan profesional di industri manufaktur.

    Benchwork merupakan salah satu kegiatan dalam industri manufaktur secara manual, semiotomatis maupun otomatis. Kendati demikian dalam proses manufaktur sederhana, praktik benchwork cenderung dilakukan secara manual. Aktivitas ini merupakan kegiatan dasar pengerjaan material benda kerja secara manual dengan beberapa proses, di antaranya pengikiran, pengeboran serta penggergajian.     

    Dalam praktik kerja bangku, dikatakan Instruktur Benchwork Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Agus Wahyudi, peserta Diklat dilatih mensinkronkan kemampuan tangan dengan pikiran. Ini penting dilakukan mengingat segala proses pengerjaan material benda kerja dilakukan secara manual.

    “Siswa harus bisa mensinkronkan tangan dengan pikiran karena kalau tidak sinkron akan susah. Hal utama di sini adalah melatih keterampilan tangan. Selama tiga minggu di benchwork, mereka harus bisa menyelesaikan lima part,” ujarnya. 

    Penguasaan kemampuan benchwork, praktis menjadi modal berharga bagi peserta Diklat untuk bisa terampil dan profesional di industri mekanik. Selain itu, mereka juga akan lebih disiplin, mengingat praktik kerja bangku melatih ketekunan dan kesabaran. Kegiatan ini tak hanya berfokus pada pencapaian hasil semata, namun berkaitan dengan proses kerja.

    Karakter seorang engineer dibentuk di benchwork. Oleh sebab itu, manakala siswa terampil, disiplin dan profesional, menurut Agus Wahyudi, mereka akan lebih siap ditempatkan di manapun, khususnya di industri mekanik. Siswa tak khawatir menangani pekerjaan berat karena yakin mampu menemukan solusi.

    “Harapannya setelah kompetensi ini, mereka siap ditempatkan di mana saja dan siap menghadapi. Mereka diharapkan tidak akan pilih-pilih pekerjaan. Jika diberi pekerjaan berat tetap bisa mengerjakan dan mampu memecahkan sendiri,” kata dia. 

  • Siswa Diklat Manufaktur Solo Technopark Dibekali Kemampuan Benchwork

    Institusi pendidikan tentu ingin menjadikan siswanya berkualitas dan terampil agar bisa kompeten di dunia kerja. Demikian pula Solo Technopark, badan layanan umum daerah (BLUD) ini berupaya mencetak tenaga-tenaga profesional lewat program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Demi tujuan itu, peserta program Diklat Mekanik Manufaktur dibekali berbagai kemampuan keteknikan, salah satunya benchwork alias bangku kerja. 

    Selama tiga bulan di tingkat basic, siswa dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Mereka diharapkan bisa menguasai teknis operasional beberapa jenis mesin, termasuk kemampuan benchwork agar bisa diaplikasikan di dunia industri.

    Dalam program Diklat Mekanik Manufaktur diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK banyak materi diajarkan. Siswa, menurut Instruktur Benchwork Solo Technopark, Agus Wahyudi mendapat pembelajaran keterampilan terkait pengikiran, pengeboran serta penggergajian. Mereka juga dilatih membuat part atau bidang rata secara manual dengan alat kikir. 

    “Kami latih mereka membuat satu bidang yang rata hanya dengan menggunakan tangan dan kikir. Di benchwork, siswa juga dilatih membuat potongan secara zigzag dengan gergaji dan dilatih stamping,” ujarnya.

    Lewat pembekalan keterampilan ini, peserta Diklat diharapkan bisa memroduksi suatu benda atau part, salah satunya palu. Selama mengikuti progam, siswa dituntut tekun dan sabar agar mampu mendapat hasil sebagaimana diharapkan. Ini penting mengingat proses kerja benchwork cenderung dilakukan secara manual.

    Kerja bangku merupakan praktik kerja mendasar dan harus dikuasai setiap siswa mekanik. Karakter seorang engineer dibentuk di sini. Oleh sebab itu dibutuhkan ketekunan dan kesabaran ekstra, sehingga bisa kompeten di dunia industri. 

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna