solotechnopark

  • 540 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air di Solo Technopark

    Sebanyak 540 pelajar tingkat SMP dan SMA Surakarta mengikuti Kompetisi Roket Air Tingkat Regional IV. Agenda tahunan teknologi kedirgantaraan ini dipusatkan di lapangan area Solo Technopark, Sabtu (09/09/2017).

    Kompetisi hasil kerjasama antara Solo Technopark dengan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK), menurut Penanggung Jawab Pelaksana Kompetisi Roket Air Tingkat Regional IV, Darsono diharapkan bisa memberi manfaat pelajar tentang kedirgantaraan. Di samping itu juga untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mengenal dunia antariksa.

    “Kompetisi Roket Air harapannya bisa memberi manfaat pelajar tentang dunia keroketan atau antariksa. Di samping itu, lewat acara ini diharapkan pelajar bisa menjadi pemimpin atau pencipta dunia keroketan,” kata dia, saat memberi sambutan dalam pembukaan Kompetisi Roket Air Tingkat Regional IV.

    Kegiatan rutin diikuti pelajar usia 12 tahun hingga 16 tahun digelar di tingkat regional, nasional dan internasional. Kompetisi Roket Air dimaksudkan sebagai sarana edukasi Iptek bagi masyarakat serta menjadi wadah pendorong bibit-bibit unggul dalam bidang Iptek. Termasuk menguatkan jejaring, minat dan hobi pelajar terhadap teknologi dirgantara.

    Kompetisi Roket Air Regional Surakarta mendapat apresiasi positif Kepala PPIPTEK, Syahrial. Menurutnya ajang ini mendapat sambutan antusias pelajar. Tercatat ada 62 sekolah terlibat dalam kompetisi, terdiri dari 43 sekolah tingkat SMP dan 19 SMA/SMK dengan total peserta 540 orang. Jumlah ini lebih banyak ketimbang kompetisi serupa di wilayah Jabodetabek yang hanya diikuti 352 pelajar.          

    Kompetisi Roket Air memperebutkan piagam serta uang pembinaan, digelar secara gratis alias tanpa dipungut biaya karena didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pihak penyelenggara menyiapkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2.75 juta bagi juara I.

     

     

     

  • 97% Lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark Terserap Industri Manufaktur  

    Solo Technopark menggelar program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik guna memfasilitasi keterampilan masyarakat di bidang permesinan. Selama sembilan bulan peserta dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli lewat pengajaran teori dan praktik. Program inipun terbilang sukses mencetak tenaga terampil, mengingat sekira 97 persen lulusan Diklat mampu terserap di industri manufaktur.

    Di tengah ketatnya persaingan kerja, Solo Technopark berupaya memberi solusi terhadap para peserta Diklat. Langkah konkretnya, menurut Head of Mechanic Dept setempat, Sutrisno, yakni dengan memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan manufaktur, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah.  

    “Sekitar 97 persen lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark terserap di industri manufaktur. Mereka kami salurkan ke sejumlah perusahaan, walaupun ada juga yang memutuskan memilih bekerja sendiri,” kata dia.

    Sementara sekira tiga persen sisanya bukan berarti tak terserap industri manufaktur, melainkan lebih memilih melanjutkan pendidikan. Adapun penyaluran peserta Diklat, selain di sejumlah perusahaan area Kota Solo dan sekitarnya, disalurkan pula ke beberapa perusahaan manufaktur di kawasan industri seperti Cikarang, Tangerang maupun Bekasi.

    Lulusan Solo Technopark terserap di perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indonesia TRC Industry bergerak di bidang spare part printing, PT Metal Flashindo, PT Natra Aircraft Support bergerak dalam industri penerbangan, PT Pakarti Riken Indonesia bergerak di bidang manufaktur serta PT Reiken Quality Tools.

    “Target kami memang lulusan bisa terserap industri. Dikatakan program kami baik itu indikatornya lulusan banyak terserap industri,” tandas Sutrisno.     

     

  • Apa Itu Inkubator Bisnis dan Teknologi?

     
    Solo Technopark (STP) berupaya mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satunya yaitu program inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT).
     
    Lewat program ini, Solo Technopark ingin membangun jiwa kewirausahaan berbasis teknologi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini menawarkan pembinaan, pendampingan, pengembangan produk, serta membantu memberikan pelatihan manajemen produksi kepada peserta program atau tenant. 
    Tak hanya itu, peserta juga akan dibantu dalam hal pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (Haki). Bagi yang siap mendirikan sebuah perusahaan, Solo Technopark dapat pula membantu mengurus legalitasnya. 
     
    Program ini terbuka untuk masyarakat yang sudah memiliki usaha ataupun belum. Buat peserta yang belum memiliki bisnis tapi sudah mempunyai konsep bisnis, dapat mengikuti program pre-inkubasi. Sementara yang ingin mengembangkan bisnisnya, dapat mengikuti program inkubasi. 
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti kedua program tersebut adalah sebagai berikut:
     
    Pre-Inkubasi
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Memiliki ide bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Inkubasi
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Mengajukan proposal bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Pendaftaran program ini hanya dibuka setahun sekali. Peserta yang berhasil lolos mengikuti program tersebut nantinya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. 
  • Daftar Diklat Solo Technopark Kini Bisa dari Rumah

     

    Solo Technopark melakukan terobosan baru dalam memberikan layanan pada masyarakat. Khusus program pendidikan dan pelatihan (Diklat), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini mulai menerapkan sistem pendaftaran secara online. Dengan begitu, peminat program bisa mendaftar dari mana saja, termasuk ketika berada di rumah.

    Upaya ini, dikatakan staf teknologi informasi Solo Technopark, Mochamad Mahfudz Shodiq, sengaja ditempuh tak lain demi mempermudah proses pendaftaran. Jika sebelumnya pendaftaran Diklat harus dilakukan langsung di Solo Technopark, kini peminat program bisa melakukannya dari mana saja.

    “Sebelumnya mereka (peminat progam Diklat) harus datang langsung ke Solo Technopark lalu mengisi data di komputer, tapi sekarang sudah tidak begitu lagi. Mereka bisa mengisi formulir pendaftaran secara online,” ujarnya.

    Proses pendaftaran lewat dunia maya mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Peminat program Diklat bisa mengakses informasi, persyaratan maupun pendaftaran di situs http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/.

    Adapun untuk menjangkau lebih banyak orang, menurut Mochamad Mahfudz Shodiq, informasi pendaftaran secara onlineakan dipublikasikan di sejumlah media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Solo Technopark membuka sejumlah program Diklat, di antaranya Diklat Otomasi, Diklat Las Darat, Diklat Las dalam Air, Diklat Desain Mekanik, Diklat Mekanik Garmen, Diklat Mekanik Manufaktur serta Inkubator Bisnis dan Teknologi. 

    Program Diklat Mekanik terbuka bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat, sedangkan Diklat Inkubator Bisnis dibuka untuk umum. Diklat Inkubator Bisnis sendiri ada dua program, yakni Prainkubator Bisnis dan Teknologi serta Inkubator Bisnis dan Teknologi.

     

  • Diklat Las Dalam Air Solo Technopark Ternyata Diminati Kaum Wanita

     
    Mengelas besi atau dalam istilah teknik disebut welding memang kebanyakan dikerjakan oleh laki-laki. Namun Solo Technopark tidak menutup kesempatan bagi wanita yang ingin mengikuti program diklat mekanik.
     
    Dewi, marketing Diklat Solo Technopark bercerita pernah menerima siswa perempuan untuk program pelatihan underwater wet welding atau pengelasan dalam air. "Dulu ada yang cewek juga dari UGM. Dia hobinya selam, dia searching di internet, pekerjaan apa yang dia senang dan dapat menghasilkan duit. Itu sekitar dua tahun yang lalu, satu-satunya wanita," ceritanya. 
     
    Dalam proses pembelajaran, staff pengajar pun tidak membeda-bedakan dengan siswa laki-laki. Setiap peserta didik mendapatkan perlakuan yang sama selama mengikuti pelatihan underwater wet welding
     
    "Tidak dibedakan. Dalam satu bulan, pengelas harus dipastikan mahir. Kemudian sekitar satu bulan, itu full di dalam kolam," kata Erwin, instruktur diklat Under Water Wet Welding Solo Technopark.
     
    Selama dua bulan pelatihan, peserta diharuskan menguasai 4 materi, yaitu basic, batch joint, 1F dan 2F. Sehingga ketika lulus, peserta dipastikan benar-benar siap memasuki dunia kerja.
  • Diklat Otomasi, Siswa Diharapkan Andal di Bidang Industri

    Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Otomasi merupakan salah satu program yang dirilis Solo Technopark demi mencetak tenaga-tenaga terampil. Dalam pembelajarannya siswa dibekali berbagai pengetahuan pendukung, mulai dari teori hingga praktik langsung dengan harapan mereka bisa andal di bidang industri.  

    Sebagaimana diketahui, di perusahaan-perusahaan besar dengan mesin otomatis tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang mampu menggunakan dan mengontrol mesin secara baik. Karenanya, lulusan Diklat Otomasi diharapkan memiliki kompetensi dan ahli di bidangnya.  

    Terkait itu, menurut Instruktur Diklat Otomasi Solo Technopark, Pietter Damai Surya, siswa setidaknya harus menguasai pengetahuan kelistrikan dasar, sistem micro controller, sistem pneumatik hidrolik dan sistem programmable logic control(PLC). Mereka paling tidak mengetahui tentang PLC dan cara pemrograman.

    “Harapannya siswa Diklat tahu tentang PLC dan cara pemrograman. Jika menguasai itu, mereka bisa jadi programmer PLC,” kata dia.

    Solo Technopark memang berkomitmen untuk terus berinovasi dalam banyak hal. Lab Otomasi sendiri menargetkan mampu membuat sebuah mesin packing teh gaharu. Prosesnya sedang berjalan dan saat ini masih dalam tahap desain.

    Diklat Otomasi merupakan program pembelajaran selama sembilan bulan. Secara umum, siswa mempelajari tentang otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Nantinya peserta program diharapkan bisa bekerja di berbagai bidang berkaitan dengan industri mesin otomasi.

  • Diklat Under Water Wet Welding Berikan Teknik Khusus Mengelas dalam Air 

    Diklat Under water Wet Welding merupakan salah satu program pelatihan yang diunggulkan di Solo Technopark (STP). Program ini ditujukan untuk mencetak tenaga spesialis pengelasan dalam air yang biasanya digunakan di bidang perkapalan ataupun perbaikan instalasi eksplorasi lepas pantai. 

    Patut diketahui, mengelas dalam air tidaklah semudah yang dibayangkan. Perlu teknik-teknik khusus dalam melakukannya agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan seperti kesetrum. Terlebih lagi, jarang pandang pengelas akan terbatas karena tergantung pada kualitas air. 
     
    Untuk itu, Solo Technopark memberikan pelatihan secara intensif kepada peserta didik under water wet welding. Selama pelatihan 2 bulan, peserta diharuskan menguasai 4 materi berikut: tarik basic, batch joint, 1F dan 2F.
     
    Tarik basic yaitu mempelajari posisi pengelasan secara vertikal dan di bawah tangan. Kemudian batch joint merupakan penyambungan dua benda kerja menjadi satu dengan dilas pada bagian tengahnya. Jika sudah memahami itu, dilanjutkan dengan 1F yang mempelajari bagaimana cara mengelas benda kerjanya yang posisi benda kerjanya sekitar 45 derajat. Terakhir, 2F yaitu mengelas dengan posisi benda kerja horisontal. 
  • Diklat Solo Technopark Buka Pendaftaran Beasiswa Penuh, Mau?

     
    Solo Technopark kembali membuka program Beasiswa bagi lulusan SMA/SMK yang ingin menempuh enam program pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo Technopark. Enam program itu adalah diklat otomasi, desain mekanik, las darat, mekanik garment, las dalam air dan mekanik manufaktur.
     
    Pendaftaran beasiswa tersebut akan dibuka mulai tahun 2018. Sementara proses pendidikan akan dimulai pada Februari mendatang. Demikian ungkap Dewi, Staff Marketing Solo Technopark pada Kamis (28/12).
     
    Beasiswa ini adalah beasiswa 100 persen (penuh), yang artinya siswa tidak dipungut biaya selama mengikuti pendidikan dan pelatihan di Solo Technopark. Kurun waktu diklat ini selama dua hingga sembilan bulan. 
     
    Dewi menambahkan, persyaratan mendaftar beasiswa ini harus memiliki fotocopy KTP Solo. Adapun syarat lainnya yaitu usia maksimal 24 tahun, sehat jasmani dan rohani, tinggi maksimal 155 cm, berat minimal 45 kg serta tidak buta warna. 
     
    Sementara itu, berkas pendaftaran yang harus dipersiapkan antara lain:
    1. Fotocopy Ijazah SMK/SMA dilegalisir 1 lembar (bagi alumni)
    2. Fotocopy nilai raport semester terakhir dilegalisir (bagi kelas XII)
    3. Pas foto ukuran 3x4 1 lembar dan ukuran 4 x 6 1 lembar 
    4. Fotocopy KTP 2 lembar
    5. Fotocopy KTP orangtua masing-masing 2 lembar
    6. Fotocopy Kartu Keluarga 2 lembar
    7. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli
    8. Formulir pendaftaran
     
    Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa dapat menghubungi Ibu Dewi di nomor 0812 22986 8898.
  • Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kesetrum Ketika Mengelas dalam Air

     
    Setiap pekerjaan pastinya punya risiko masing-masing. Begitu juga dengan mengelas dalam air atau underwater welding. Jika tidak dilakukan dengan benar, seorang pengelas bisa saja tersetrum saat mengelas dalam air. 
     
    Menurut Erwin, instruktur diklat Under Water Wet Welding Solo Technopark, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang pengelas bisa tersetrum. "Yang pertama, koordinasi dengan tender-nya salah. Tender itu yaitu pengoperasian untuk mesin sudah siap on atau tidak. Seandainya kodenya salah itu berpengaruh dengan setrum," jelasnya. 
     
    Kemudian yang kedua adalah massa. "Massa harus benar-benar nyeram di benda kerja harus bagus," imbuh Erwin. Terakhir adalah masalah elektroda. Jika elektrodanya sudah kadaluarsa, maka tidak bisa digunakan. 
     
    Sebenarnya risiko kesetrum ini sendiri dapat dihindari jika pengelas benar-benarnya melakukannya sesuai dengan prosedur. "Kalau kita sudah standar safety-nya bagus, saya kira tidak ada. Kalo standarnya sudah bagus, aman. Jika kita menyalahi prosedur-prosedurnya yang ditentukan, itu baru berbahaya," tegasnya. 

     

  • Ingin Terjun di Dunia Industri? Diklat Otomasi Solo Technopark Bisa Jadi Solusi

    Kebutuhan dunia industri terhadap tenaga-tenaga terampil tak bisa dipungkiri kian meningkat seiring perkembangan pasar global. Tak ayal, situasi ini membuat Solo Technopark turut memoles divisinya dengan mengembangkan beberapa program anyar, salah satunya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Otomasi.  

    Program unggulan ini sengaja dirilis lantaran tingginya permintaan dunia industri terhadap tenaga terampil di bidang otomasi. Dengan begitu, adanya Diklat Otomasi diharapkan bisa menjembatani antara pencari kerja dengan dunia usaha.

    Program anyar ini, menurut tenaga bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto mulai dibuka pada Mei 2017. Kompetitifnya dunia kerja menuntut pihak manajemen menggelar pendidikan secara intensif. Berkomitmen membekali siswanya dengan keterampilan mumpuni, Diklat Otomasi diselenggarakan selama lima bulan.    

    “Diklat Otomasi adalah jurusan baru di Solo Technopark pada 2017. Program pendidikan dan pelatihan bagi siswa dilaksanakan selama lima bulan. Siswa bisa dari mana saja, nanti kami kasih basic di mekanik,” ujarnya.

    Ya, kendati berhubungan dengan mekanik, Diklat Otomasi tak hanya ditujukan bagi lulusan SMK saja, namun bisa diikuti siswa dari SMA/MA. Salah satu syarat agar bisa diterima program ini, calon siswa harus lulus tes logika.

    Sesuai namanya, Diklat Otomasi berkaitan dengan industri mesin otomasi. Dalam pembelajaran, siswa mendapat materi tentang otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Mereka mempelajari sistem hidrolik, pneumatic, PLC, micro controller dan kelistrikan arus lemah.

    Diklat Otomasi, dikatakan Agus Andrianto sangat bermanfaat sebagai bekal keterampilan generasi muda. Terlebih program ini masih sangat jarang digelar lembaga ataupun institusi pendidikan.

    Siswa lulusan Diklat Otomasi Solo Technopark bisa bekerja di perusahaan-perusahaan makanan dan minuman skala besar. Mereka bisa jadi teknisi dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat mesin sendiri.

    “Keterampilan ini dibutuhkan di industri untuk maintenance (pemeliharaan) proses produksi. Mereka bisa sebagai teknisi, meskipun dalam perkembangannya nanti bisa bikin mesin sendiri,” kata Agus Andrianto.   

  • Ini Kelebihan Mesin Bubut Konvensional yang Wajib Diketahui

    Industri terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Di abad modern seperti sekarang banyak berkembang mesin otomatis yang membuat aktivitas produksi lebih efisien. Kendati demikian masih banyak industri manufaktur tak meninggalkan penggunaan mesin konvensional seperti mesin bubut atas berbagai pertimbangan.

    Tak bisa dipungkiri saat ini mesin bubut merupakan mesin perkakas yang memiliki populasi terbesar di dunia jika dibanding mesin lain seperti milling dan drill. Meski banyak industri besar telah beralih ke mesin bubut CNC (Computer Numerical Control), namun tak sedikit perusahaan manufaktur masih memanfaatkan mesin bubut manual untuk aktivitas produksinya.

    Menurut Instruktut Mesin Bubut Diklat Manufaktur Solo Technopark, Mulyanto, ada beberapa kelebihan dimiliki mesin bubut manual hingga layak dipertahankan. Kelebihan itu, di antaranya bisa mengerjakan produk by order alias sesuai pesanan maupun mudah dalam perawatan.  

    “Mesin bubut manual bisa mengerjakan produk massal. Kelebihannya dia bisa mengerjakan by order dan mudah perawatannya,” kata Mulyanto.

    Selain dua hal itu, mesin bubut manual/konvensional masih memiliki kelebihan lain, yakni pengoperasiannya relatif gampang, mesin cenderung awet dan biaya pemeliharaannya sangat kecil. Mesin bubut manual juga tak bergantung perubahan suhu dan cuaca serta rendah dalam efisiensi produktif.

    Mesin bubut manual saat ini dikategorikan konvensional tak lepas dari hadirnya mesin CNC yang operasionalnya dikontrol menggunakan komputer. Sementara jenis mesin konvensional dalam operasionalnya mutlak dibutuhkan keterampilan manual operator.   

    Kendati terbilang konvensional, namun mesin bubut manual dapat mengerjakan produk massal hingga ribuan. Mulyanto menyatakan operasional sepuluh unit mesin bubut manual dapat mengerjakan sekira seribu produk atau part dalam kurun waktu dua pekan.  

  • Ini Kelebihan Mesin Gerinda yang Wajib Diketahui

    Industri manufaktur tak bisa dipungkiri senantiasa mengalami perkembangan seiring majunya zaman. Di abad modern saat ini banyak berkembang mesin canggih hingga makin memudahkan proses produksi. Kendati demikian, tak sedikit perusahaan manufaktur masih memanfaatkan penggunaan mesin konvensional seperti mesin gerinda manual atas sejumlah alasan.

    Sebagaimana kita ketahui, mesin gerinda adalah suatu alat ekonomis untuk menghasilkan benda kerja dengan permukaan kasar maupun halus berketelitian tinggi. Sarana ini digunakan pada tahap finishing proses produksi.  

    Instruktur Mesin Gerinda Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Eko Anggoro, mengutarakan mesin gerinda memiliki beberapa kelebihan, di antaranya mampu mengasah semua jenis alat potong.  

    Dalam suatu proses produksi, mesin gerinda dapat mengerjakan benda kerja yang telah dikeraskan. Selain itu, alat ini juga mampu menghasilkan permukaan sangat halus hingga N6 serta bisa mengerjakan benda kerja dengan ukuran sangat presisi.

    Kendati memiliki sejumlah kelebihan, namun mesin gerinda tak lepas dari kekurangan. Beberapa hal mendasar yang menjadi perhatian, di antaranya waktu diperlukan untuk pengerjaan cukup lama. Selain itu, skala pemakanan harus kecil serta biaya untuk pengerjaan cukup mahal.  

    Mesin gerinda sendiri merupakan jenis mesin perkakas digunakan untuk mengasah atau memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Alat ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan dasar benda kerja dengan permukaan kasar maupun halus dengan akurasi tinggi. Proses penggerindaan selain bertujuan mengasah benda kerja seperti pahat atau pisau, dapat pula digunakan membentuk benda kerja seperti merapikan hasil potongan dan hasil las.

     

  • Inkubator Bisnis dan Teknologi Fokus pada Pengembangan Produk

    Solo Technopark berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan kompetitif lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Selain memfasilitasi keterampilan para lulusan SMA/SMK/sederajat lewat Diklat mekanik, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini juga berkomitmen membangun jiwa kewirausahaan masyarakat lewat program Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT).

    IBT sendiri, dijelaskan Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Teknologi Solo Technopark, Susilo Budi, merupakan sebuah program pembinaan, pendampingan dan pengembangan serta menangani manajemen aspek produksi dan pemasaran yang dilakukan inkubator bisnis Solo Technopark kepada peserta program atau tenant.

    Program yang digadang-gadang mampu mencetak wirausahawan andal dan kompetitif ini berfokus pada pengembangan produk. Selain mendapat pendampingan pihak Solo Technopark, peserta juga mendapat pelatihan dari kalangan akademisi dan praktisi.

    “Fokusnya ke pengembangan produk dan nanti ada test market (uji pasar). Untuk test market, nantinya dari prototipe dibikin beberapa jumlah produk dulu. Setelah itu, nantinya produk diberikan ke beberapa orang sebagai sampel untuk selanjutnya dimintai feedback (tanggapan),” terang Susilo Budi.        

    Pelaksanaan IBT bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Salah satu agendanya, sosialisasi program dari pihak kementerian pada akhir Oktober 2017 ini. Selain itu, Kemenristekdikti juga memberi sokongan dana untuk penyelenggaraan IBT.

  • Kesulitan Mengembangkan Usaha, Puluhan Pebisnis Muda Tertarik Ikuti Program Inkubator Bisnis Solo Technopark

     
    Solo Technopark kembali membuka pendaftaran program inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) tahun ini. Jumlah peserta yang mendaftar program tersebut pun relatif cukup banyak. Kurang lebih ada sekitar 56 orang, yang terbagi ke dalam program pre-inkubasi dan inkubasi. 
     
    "Untuk tahun ini, inkubasi sekitar ada 40 pendaftar. Sekitar bulan Agustus kemarin, kita sudah melakukan seleksi wawancara kemudian kelanjutannya berapa yang diterima saya belum tahu," kata Mahfud yang bertanggung jawab menangani pendaftaran peserta IBT. Sementara untuk program pre-inkubasi, Mahfud menambahkan baru ada sekitar 16 pendaftar. "Rencananya minggu ini atau minggu depan, kita akan mengadakan seleksi," kata dia. 
     
    Kebanyakan peminat program ini merupakan kalangan generasi muda seperti ketua karang taruna. Selain itu, banyak pula pebisnis luar daerah yang tertarik ikut program inkubator Solo Technopark untuk mengembangkan usaha mereka. 
     
    Adapun proses seleksinya pun terbilang cukup ketat. Untuk mengikuti program ini secara gratis, peserta harus lolos tes wawancara dan psikotes. 
    "Saat wawancara, peserta harus mempresentasikan ide atau proposal bisnis mereka. Sedangkan psikotes, kita ingin melihat apakah mereka punya passion bisnis atau tidak," jelas Mahfud. 
     
    Lewat program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan manajemen bisnis, mengembangkan produk hingga pendampingan. Solo Technopark sendiri menargetkan para pesertanya dapat memasarkan produknya dan mengembangkan bisnisnya. 
  • Kuasai CNC, Peluang Kerja Menanti

    Dunia kerja tak bisa dipungkiri begitu kompetitif. Seiring majunya zaman, penerimaan tenaga kerja pun sangat selektif dan hanya orang terampil serta kompeten saja yang mendapat tempat. Oleh sebab itu, penguasaan suatu bidang mutlak diperlukan agar mendapat peluang kerja, salah satunya membekali diri dengan keterampilan CNC (Computer Numerical Control).

    Era industrialisasi seperti sekarang, proses produksi tak lagi dikerjakan secara manual, melainkan banyak menggunakan mesin. Di bidang manufaktur, proses permesinan manual pun sudah mulai tergantikan permesinan otomatis, terutama di industri-industri berskala besar. Itu tak lepas dari tumtutan kecepatan dan kepresisian hasil produksi.

    Sebagaimana diungkapkan Instruktur CNC Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Petrus Desan Admaji, saat ini permesinan manual perlahan mulai ditinggalkan. Banyak industri manufaktur beralih menggunakan mesin CNC yang lebih canggih. Praktis, hal ini menuntut penggunaan sumber daya manusia (SDM) kompeten di permesinan otomatis.

    “Sekarang mesin manual pelan-pelan mulai ditinggalkan. Jadi sekarang lowongan untuk CNC banyak dibutuhkan. Mesin CNC banyak digunakan di industri-industri besar,” ujarnya.  

    Saat ini CNC berkembang mewakili mesin-mesin produksi yang menggunakan computer on board untuk mengontrol pergerakan peralatan dalam proses produksi. CNC merupakan mesin digerakkan lewat perintah numerik. Dengan kata lain, CNC adalah sebuah mesin dioperasikan menggunakan kode angka.   

    Teknologi canggih itu, menurut Petrus Desan Admaji banyak digunakan untuk membuat spare part mesin. CNC dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis profil (bentuk) produk. Dikembangkan guna menjawab tantangan industri manufaktur modern, mesin dengan akurasi tinggi itu mampu mengerjakan produk massal dengan hasil sama persis dan cepat.     

    Seseorang dengan keterampilan di bidang CNC dapat bekerja di perusahaan-perusahaan manufaktur sebagai operator maupun programmer mesin CNC. Mereka juga bisa berperan sebagai tenaga maintenance atau pemeliharaan berbagai peralatan dan kelengkapan CNC.     

  • Lulusan Sekolah Menengah Lirik Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark  

    Solo Technopark memiliki beberapa program pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis keterampilan di bidang industri. Dengan sejumlah keunggulan dimiliki, banyak lulusan sekolah menengah atas ataupun sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) melirik program itu, salah satunya Diklat Mekanik Garmen.

    Solo Technopark membuka enam program Diklat, yakni Otomasi, Las Darat, Las dalam Air, Desain Mekanik, Mekanik Garmen serta Mekanik Manufaktur. Tercatat sekira 30 persen peserta, menurut instruktur setempat, Agus Jatmiko masuk ke program Diklat Mekanik Garmen. Tingginya minat siswa tak lepas dari cukup prospektifnya peluang kerja di industri garmen.

    “Pelatihan ini menyiapkan SDM (sumber daya manusia) yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin-mesin pendukung produksi lainnya. Selain itu, mereka juga bisa terjun di perusahaan-perusahaan distributor mesin,” terangnya.

    Diklat ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya tiga bulan terakhir mereka mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.

    Siswa bisa magang di beberapa perusahaan garmen sekitar Soloraya seperti PT Danliris, PT Libra Wonogiri ataupun PT Dewi Samudera Karanganyar. Banyak hal dapat dipelajari dari kegiatan ini, sehingga selain bisa memraktikkan pengetahuannya, mereka juga mendapatkan pengalaman baru di dunia kerja.

  • Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Studi Banding ke Solo Technopark

     
    Solo Technopark (STP) mendapatkan kunjungan dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) pada Kamis (30/11). Sebanyak 105 mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur memadati gedung pelatihan dan pendidikan (Diklat) Mesin Manufaktur STP. 
     
    Didampingi oleh 4 dosen pembimbing, seluruh mahasiswa semester 5 tersebut melakukan Studi Ekskursi atau yang biasa kita kenal dengan Studi Banding. Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa agar dapat  melihat secara langsung dunia realita keilmuan yang mereka pelajari.  
     
    Kedatangan rombongan ini disambut oleh Kepala Divisi Diklat STP, Sutrisno. Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 hingga 13.00. Mahasiswa didampingi oleh staff STP ketika melihat kegiatan peserta diklat mesin manufaktur dan berkeliling ke area Solo Technopark. Mereka nampak aktif bertanya baik kepada para instruktur, kepala divisi diklat STP, maupun siswa. 
     
    Seperti yang diketahui, Solo Technopark telah pusat vokasi dan inovasi teknologi, pusat riset teknologi terapan di Kota Surakarta. STP membuka berbagai pelatihan dan pendidikan, di antaranya mesin manufaktur, underwater wet welding dan inkubator bisnis. Selama didirikan, STP telah meluluskan ratusan tenaga ahli mesin manufaktur bersertifikasi. 

     

  • Manfaat Besar Program Inkubasi Bisnis Solo Technopark Bagi Startup Delivo

     
    Selain program pendidikan dan pelatihan (diklat), Solo Technopark juga membuka program inkubasi bisnis dan teknologi (INBISTEK). Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi bagi penyerap tenaga kerja di Indonesia dengan cara menumbuhkembangkan wirausaha baru berbasis teknologi.
     
    Program inkubasi Solo Technopark telah menaungi cukup banyak generasi muda yang tertarik dan memiliki ide bisnis yang berpotensi. Salah satu pelaku usaha yang telah menikmati manfaat dari inkubator bisnis ini adalah Ryo Juara. Pria lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) ini tengah mengembangkan usaha Delivery Oleh-Oleh Online (Delivo). 
     
    Pada 2016, dia mendaftar untuk mengikuti inkubasi bisnis dengan menyodorkan proposal bisnis. Setelah melalui tahap seleksi, dia pun diberi modal sekitar Rp 147 juta untuk mengembangkan bisnisnya. 
     
    "Modal sekitar 147 juta, tapi itu 70 persennya, yang 30 persen untuk pendampingan dari STP," ungkapnya melalui pesan singkat pada Jumat (29/12).
     
    Selama setahun mengikuti program inkubasi bisnis, dia mengaku mendapatkan manfaat yang membuat bisnisnya terus berjalan hingga saat ini. Pada awalnya, ia mengaku usahanya terkendala modal yang terbatas. Publikasi dan mitra yang terbatas membuat bisnisnya hanya berkutat di area Solo saja. 
     
    Kini setelah bergabung program inkubasi, ia memiliki jumlah driver lebih dari 70 orang sehingga bisa menjangkau area Solo, Sukoharjo, Semarang dan Lampung. Sekarang banyak perusahaan yang ingin menjadi mitra bisnisnya. Dengan modal yang diberikan STP, layanan Delivo menjadi lebih lengkap.
     

     

  • Mau Sukses Wirausaha? Solo Technopark Buka Pendaftaran Diklat Online

    Bingung mau ikut pelatihan kewirausahaan di mana? Kini kamu tak perlu pusing lagi cari tempat belajar entrepreneurship, pasalnya Solo Technopark membuka program pendidikan dan pelatihan (Diklat) Inkubator Bisnis dan Teknologi. Proses pendaftarannyapun bisa dilakukan secara online.   

    Ya, bagi kamu yang punya usaha berkaitan dengan teknologi ataupun baru punya ide tentang bisnis start up bisa mengikuti program Diklat. Pendaftaran online mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Selain mendaftar, lewat situs http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/, peminat program juga bisa mengakses sejumlah informasi Diklat.

    Staf bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto, mengutarakan dibuka dua program Diklat kewirausahaan, yakni Prainkubator Bisnis dan Teknologi serta Inkubator Bisnis dan Teknologi. Program Inkubator Bisnis dan Teknologi ditujukan bagi pelaku usaha di bidang teknologi, sedangkan Prainkubator Bisnis dan Teknologi dibuka bagi masyarakat yang punya ide atau gagasan bisnis berbasis teknologi.

    “Inkubator Bisnis dan Teknologi bagi tim yang sudah punya usaha dan sudah jalan. Nantinya ada mentoring untuk skill upperkembangan bisnis mereka. Sedangkan yang Prainkubator Bisnis dan Teknologi ditujukan bagi mereka yang baru punya ide atau konsep tentang bisnis berbasis teknologi atau start up,” terangnya.

    Sebagaimana penerimaan peserta pada umumnya, Solo Technopark akan melakukan proses seleksi. Pihak manajemen tidak memungut biaya, baik saat proses pendaftaran maupun selama pelaksanaan Diklat. Dalam pembelajaran, peserta akan dilatih instruktur berpengalaman dari Solo Technopark serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).         

    “Kita nanti ada mentoring di situ dan kita bikin semacam start up. Kedua program tersebut (Prainkubator Bisnis dan Teknologi serta Inkubator Bisnis dan Teknologi) diampu Solo Technopark dan Kemenristekdikti,” kata Agus Andrianto.

     

  • Mengenal Sekilas Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark

    Industri garmen seolah tak ada matinya. Tidak heran jika akhirnya banyak tenaga terampil dibutuhkan untuk turut berkiprah di dalamnya. Peluang inipun ditangkap Solo Technopark dengan menggelar program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Garmen demi mempersiapkan calon-calon tenaga kerja andal dan kompeten.

    Ya, mekanik garmen merupakan salah satu program ditawarkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu, selain DiklatOtomasi, Las Darat, Las dalam Air, Desain Mekanik serta Mekanik Manufaktur. Sejauh ini, Diklat Mekanik Garmen cukup diminati masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/sederajat.

    Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko, mengutarakan pelatihan dirancang guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan profesional di bidang permesinan garmen. Peserta dididik menjadi teknisi mesin garmen andal yang nantinya akan terjun di perusahaan-perusahaan terkait.

    “Pelatihan mekanik garmen untuk mempersiapkan SDM yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen,” ujarnya, Senin (16/10/2017).

    Program Diklat ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.

    Khusus di tingkat applied, peserta mendapat pelatihan tentang perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi garmen. Ada empat jenis mesin dipelajari dalam Diklat, yakni mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras dan mesin overdeck.         

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna