Science Center Solo Technopark

  • Belajar Sains di Science Center Solo Technopark

    Belajar bisa dilakukan di mana saja. Ya, untuk mendapat pengetahuan, kita tak harus pergi ke tempat pendidikan formal, namun bisa menuju beberapa tempat yang menyediakan fasilitas pembelajaran. Salah satunya di Science Center Solo Technopark.

    Masyarakat Kota Solo pasti sudah tak asing dengan tempat wisata edukasi ini. Berlokasi di kawasan Jebres kompleks Solo Technopark, Science Center mengajak masyarakat memahami sains lebih interaktif dan seru. Pengunjung disuguhi aneka ilustrasi dan beragam fasilitas dari berbagai bidang ilmu pengetahuan berbasis alat peraga.
     
    Di Science Center pengunjung bisa menikmati sejumlah wahana sains seperti wahana mekanik, wahana matematika, wahana magnet, wahana fluida, wahana listrik magnet, wahana listrik hingga wahana cahaya dan optik. Nah, untuk bisa mengenal beragam fasilitas itu pengunjung akan dipandu sejumlah volunteer (sukarelawan) dari kalangan mahasiswa.
     
    Sejak dibuka 25 November 2014 lalu, Science Center kerap mendapat kunjungan dari siswa, khususnya pelajar taman kanak-kanak (TK). Tempat wisata edukasi ini terbuka untuk umum. Pengunjung bisa mengakses secara gratis lantaran pengelola tidak memungut biaya tiket masuk. Itu tak lepas dari keberadaan Science Center yang sengaja didedikasikan untuk menambah pengetahuan sains masyarakat Kota Bengawan.    
     
    Science Center terus berbenah. Fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran berusaha ditingkatkan guna mendukung pengetahuan sains. Rencananya akan ada penambahan sejumlah alat peraga. Pelaksana Tugas Pengelola Science Center Solo Technopark, Rini Suwastiar, menyatakan telah diajukan penambahan 25 unit alat peraga pada 2017.
     
    Adanya penambahan fasilitas alat peraga diharapkan bisa semakin menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke Science Center. Dengan begitu, sarana wisata edukasi ini kian dikenal dan target kunjungan 30 ribu orang pertahun bisa tercapai.
     

    “Harapannya masyarakat bisa lebih mengenal kami (wahana pembelajaran Science Center). Mereka bisa belajar sains,” kata Rini Suwastiar.  

     

  • Diklat Mekanik Manufaktur, Siswa Dibekali 4 Keahlian Ini

    Membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) kompeten dan profesional tentu menjadi keinginan institusi pendidikan manapun. Atas dasar itu pulalah, Solo Technopark berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil lewat program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satu Diklat yang digelar, yakni mekanik manufaktur di mana siswa dibekali operasional permesinan.

    Setidaknya ada tiga jenis mesin manual harus dipelajari di tingkat basic, yakni mesin bubut, mesin milling dan mesin gerinda serta bench work alias kerja bangku. Mesin bubut sendiri merupakan jenis mesin perkakas di mana dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan potong pahat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin ini merupakan salah satu sarana proses produksi yang dipakai untuk membuat benda kerja berbentuk silindris.

    Lewat pembekalan keterampilan ini, Instruktur Mesin Bubut Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Mulyanto berharap peserta program Diklat bisa memroduksi benda-benda berpenampang silindris. Siswa juga dituntut mampu mengetahui cara menghitung RPM, termasuk menghitung feeding atau gerakan otomatis untuk menentukan kehalusan.  

    Lain halnya mesin milling. Dalam pembelajaran, peserta Diklat diharapkan bisa memroduksi suatu benda atau part. Selama mengikuti progam, siswa juga dituntut mampu mengoperasikan mesin dengan benar, di antaranya tentang pengefraisan bertingkat, pengefraisan dengan sudut, pengeboran serta pengefraisan dengan ukuran presisi.  

    Mesin milling sendiri merupakan jenis mesin perkakas yang menghasilkan bidang datar di mana pisau berputar dan benda bergerak melakukan langkah pemakanan. Milling menghasilkan permukaan datar atau berbentuk profil pada ukuran dan kehalusan yang ditentukan. Alat ini digunakan untuk mengerjakan logam berbentuk balok.

    Sementara untuk mesin gerinda, menurut Instruktur Mesin Gerinda Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Eko Anggoro, siswa dilatih melakukan penajaman benda hingga pembuatan alat potong. Harapannya mereka mampu mengetahui geometri alat potong dan bisa mengasah alat potong dengan tepat. Oleh sebab itu, siswa setidaknya harus menguasai beberapa pengetahuan dasar terkait teknik gerinda, jenis batu gerinda serta komposisi batu gerinda.

    Dalam Diklat, peserta program juga mendapat pembelajaran kegiatan permesinan yang dilakukan di atas meja kerja atau biasa dikenal dengan istilah bench work. Kerja bangku adalah teknik dasar harus dikuasai siswa di dunia permesinan. Aktivitas ini lebih difokuskan pada pembuatan benda kerja dari bahan logam dengan perkakas tangan di bangku kerja.

     

  • Diklat Solo Technopark, Siswa Dibekali Gambar Teknik

    Keterampilan sangat dibutuhkan di tengah kompetitifnya dunia kerja saat ini. Banyak perusahaan hanya menerima sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi sebagaimana dibutuhkan. Menyikapi hal ini, Solo Technopark menggelar program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan membekali peserta dengan berbagai keterampilan, salah satunya penguasaan gambar teknik.

    Dalam program Diklat selama sembilan bulan, siswa akan mendapat pelatihan basic atau dasar pada tiga bulan pertama. Di tingkat ini, salah satu materi diajarkan, yakni gambar teknik. Peserta progam akan mendapat pembelajaran dasar-dasar gambar teknik.

    Menurut Instruktur Gambar Teknik Diklat Solo Technopark, Devi Valsa Deandra, siswa mempelajari dasar gambar teknik mulai dari ketebalan garis hingga fungsi garis. Termasuk informasi-informasi gambar teknik.

    “Di section gambar teknik, siswa akan belajar basic-basic (dasar-dasar) gambar teknik mulai dari ketebalan garis sampai fungsi garis. Mereka juga mempelajari informasi-informasi gambar teknik,” katanya.

    Gambar teknik sendiri merupakan gambar terdiri dari garis, simbol maupun tulisan tegak bersifat tegas. Biasanya digunakan untuk memberi penjelasan lengkap tentang suatu benda atau konstruksi.     

    Gambar teknik memberi informasi teknis dari suatu benda. Fungsinya menerangkan data teknis mencakup ukuran dan dimensi benda, material digunakan, visualisasi benda hingga alur proses suatu pekerjaan. Dengan demikian, penguasaan gambar teknik akan memudahkan dalam proses pembuatan suatu benda atau konstruksi.   

     

     
     
     
     
     
     
  • Science Center Solo Technopark Siap Tambah Alat Peraga

    Science Center Solo Technopark terus mencoba memfasilitasi pemahaman masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Salah satunya penambahan alat peraga sebagai sarana pendukung edukasi.

    Saat ini rencana penambahan fasilitas alat peraga tengah diajukan ke pihak terkait. Pelaksana Tugas Pengelola Science Center Solo Technopark, Rini Suwastiar, menyampaikan telah diajukan penambahan 25 unit alat peraga pada 2017.
     
    “Science Center ada 42 alat peraga. Pada 2017 ini kami mengajukan sejumlah anggaran dana untuk penambahan 25 alat peraga lagi. Dengan begitu harapannya pengunjung bisa belajar sains secara lebih,” ujarnya.
     
    Ada banyak hal bisa dipelajari di Science Center Solo Technopark dengan bantuan beragam alat peraga. Pengunjung juga dapat menikmati demo science lewat beragam eksperimen menarik. Segala fasilitas pendukung disiapkan agar masyarakat bisa merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip Iptek.    
     
    Salah satu ikon edukasi Kota Solo ini dibuka untuk umum secara gratis alias tanpa dipungut biaya. Kendati dibebaskan dari tiket masuk, namun tingkat kunjungan masih belum optimal. Rini Suwastiar menyebut dari target 30 ribu pengunjung pertahun, saat ini baru terealisasi sekira 30 persen hingga 40 persen saja.

    Science Center Solo Technopark diresmikan pada 25 November 2014. Sejauh ini tingkat kunjungan masih didominasi pelajar taman kanak-kanak (TK) lewat program outing class. Diharapkan animo masyarakat berkunjung dari waktu ke waktu semakin meningkat. Bukan hanya didominasi pelajar TK, namun merata ke segala jenjang pendidikan, termasuk pengunjung dari segala usia. 

     

  • Solo Technopark Fasilitasi Magang Pelajar dan Mahasiswa

    Solo Technopark berupaya mencetak generasi muda andal dan berkualitas. Komitmen ini ditunjukkan dengan menggelar program pendidikan dan pelatihan (Diklat) di sejumlah bidang, termasuk memfasilitasi magang pelajar dan mahasiswa.

    Program magang sendiri terbuka untuk pelajar SMK serta mahasiswa dari sekolah/universitas negeri maupun swasta. Sejauh ini sudah banyak kalangan pelajar memanfaatkan program tersebut, termasuk siswa dari luar Kota Solo.

    Adapun untuk saat ini, menurut staf bagian teknologi informasi (TI), Mochamad Mahfudz Shodiq, Solo Technopark tengah menerima beberapa mahasiswa magang dari program D3 Bahasa Inggris Universitas Sebelas Maret. Selama sekitar satu bulan, mereka akan menjalani serangkaian aktivitas kerja seperti menerjemahkan dan mengulas konten situs Solo Technopark hingga melakukan pendampingan tamu asing.

    “Rencananya mereka akan mendampingi tamu dari IBM yang datang ke Solo Technopark. Mereka nantinya juga diberi tugas menerjemahkan beberapa penjelasan yang ada di situs Solo Technopark, termasuk artikel di dalamnya. Selain itu, mahasiswa magang juga akan mengulas kata-kata di situs, apakah mudah diterima masyarakat atau tidak,” terangnya, Kamis (05/10/2017).

    Sementara terkait waktu kerja, pelajar maupun mahasiswa magang aktivitasnya mengikuti waktu kerja Solo Technopark, yakni Senin hingga Jumat. Sebelumnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini juga menerima mahasiswa magang dari program D3 Teknologi Informasi Universitas Sebelas Maret dan mahasiswa dari STMIK Duta Bangsa. Sejumlah pelajar dari SMK di Solo maupun luar Kota Bengawan, beberapa waktu lalu juga tercatat mengikuti program magang di Solo Technopark.  

     
     
Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna