diklatotomasi

  • Belum Lulus, 50 Persen Peserta Diklat STP 2017 Sudah Diterima Kerja

     
    Meski belum sepenuhnya menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo Technopark, sebagian besar  siswa sudah terserap industri. Begitulah yang disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark.
     
    Menjelang akhir tahun ajaran 2017, setidaknya sudah terdapat sekitar 96 peserta diklat yang diterima di perusahaan manufaktur. Itu merupakan separuh dari total jumlah siswa yang menjalani program diklat sepanjang tahun ini. 
     
    Besarnya jumlah tersebut berasal dari 3 angkatan. Sutrisno menjelaskan bahwa program diklat Solo Technopark menerima pendaftaran siswa sebanyak tiga kali dalam satu tahun.
     
    Sehingga, angkatan terakhir belum bisa dilihat jumlah pasti siswa yang terserap dunia kerja. "Angkatan 49 sebanyak 11 orang, angkatan 50 sebanyak 51 siswa, dan angkatan 51, untuk sementara sebanyak 30 siswa karena belum selesai mendatanya," paparnya.
  • Diklat Otomasi, Siswa Diharapkan Andal di Bidang Industri

    Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Otomasi merupakan salah satu program yang dirilis Solo Technopark demi mencetak tenaga-tenaga terampil. Dalam pembelajarannya siswa dibekali berbagai pengetahuan pendukung, mulai dari teori hingga praktik langsung dengan harapan mereka bisa andal di bidang industri.  

    Sebagaimana diketahui, di perusahaan-perusahaan besar dengan mesin otomatis tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang mampu menggunakan dan mengontrol mesin secara baik. Karenanya, lulusan Diklat Otomasi diharapkan memiliki kompetensi dan ahli di bidangnya.  

    Terkait itu, menurut Instruktur Diklat Otomasi Solo Technopark, Pietter Damai Surya, siswa setidaknya harus menguasai pengetahuan kelistrikan dasar, sistem micro controller, sistem pneumatik hidrolik dan sistem programmable logic control(PLC). Mereka paling tidak mengetahui tentang PLC dan cara pemrograman.

    “Harapannya siswa Diklat tahu tentang PLC dan cara pemrograman. Jika menguasai itu, mereka bisa jadi programmer PLC,” kata dia.

    Solo Technopark memang berkomitmen untuk terus berinovasi dalam banyak hal. Lab Otomasi sendiri menargetkan mampu membuat sebuah mesin packing teh gaharu. Prosesnya sedang berjalan dan saat ini masih dalam tahap desain.

    Diklat Otomasi merupakan program pembelajaran selama sembilan bulan. Secara umum, siswa mempelajari tentang otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Nantinya peserta program diharapkan bisa bekerja di berbagai bidang berkaitan dengan industri mesin otomasi.

  • Ingin Terjun di Dunia Industri? Diklat Otomasi Solo Technopark Bisa Jadi Solusi

    Kebutuhan dunia industri terhadap tenaga-tenaga terampil tak bisa dipungkiri kian meningkat seiring perkembangan pasar global. Tak ayal, situasi ini membuat Solo Technopark turut memoles divisinya dengan mengembangkan beberapa program anyar, salah satunya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Otomasi.  

    Program unggulan ini sengaja dirilis lantaran tingginya permintaan dunia industri terhadap tenaga terampil di bidang otomasi. Dengan begitu, adanya Diklat Otomasi diharapkan bisa menjembatani antara pencari kerja dengan dunia usaha.

    Program anyar ini, menurut tenaga bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto mulai dibuka pada Mei 2017. Kompetitifnya dunia kerja menuntut pihak manajemen menggelar pendidikan secara intensif. Berkomitmen membekali siswanya dengan keterampilan mumpuni, Diklat Otomasi diselenggarakan selama lima bulan.    

    “Diklat Otomasi adalah jurusan baru di Solo Technopark pada 2017. Program pendidikan dan pelatihan bagi siswa dilaksanakan selama lima bulan. Siswa bisa dari mana saja, nanti kami kasih basic di mekanik,” ujarnya.

    Ya, kendati berhubungan dengan mekanik, Diklat Otomasi tak hanya ditujukan bagi lulusan SMK saja, namun bisa diikuti siswa dari SMA/MA. Salah satu syarat agar bisa diterima program ini, calon siswa harus lulus tes logika.

    Sesuai namanya, Diklat Otomasi berkaitan dengan industri mesin otomasi. Dalam pembelajaran, siswa mendapat materi tentang otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Mereka mempelajari sistem hidrolik, pneumatic, PLC, micro controller dan kelistrikan arus lemah.

    Diklat Otomasi, dikatakan Agus Andrianto sangat bermanfaat sebagai bekal keterampilan generasi muda. Terlebih program ini masih sangat jarang digelar lembaga ataupun institusi pendidikan.

    Siswa lulusan Diklat Otomasi Solo Technopark bisa bekerja di perusahaan-perusahaan makanan dan minuman skala besar. Mereka bisa jadi teknisi dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat mesin sendiri.

    “Keterampilan ini dibutuhkan di industri untuk maintenance (pemeliharaan) proses produksi. Mereka bisa sebagai teknisi, meskipun dalam perkembangannya nanti bisa bikin mesin sendiri,” kata Agus Andrianto.   

  • Inilah Alasan Solo Technopark Buka Program Diklat Baru Desain Mekanik

     
    Pada 2017, Divisi Diklat membuka beberapa program baru. Desain Mekanik menjadi salah satunya. Kata Kepala Divisi Diklat, Sutrisno, program tersebut dibuka atas dasar permintaan kebutuhan industri.
     
    "Jurusan yang baru yaitu Otomasi Manufaktur dan Desain Manufaktur. Kenapa dibuka jurusan itu, karena kebutuhan industri. Itu saja alasannya," ungkapnya saat ditemui di kantornya pada Kamis (21/12). 
     
    Desain Mekanik dibuka sekitar Februari lalu. Untuk staf pengajar, Solo Technopark mengandeng I-Con (Industries Connectivity). I-Con adalah sekolah desain mekanik yang berbasis di Gedung Graha Prioritas lt.7, Jalan Slamet Riyadi 302 Surakarta.
     
    Mengenai apa saja yang dipelajari dalam diklat Desain Mekanik, Sutrisno menerangkan beragam perangkat lunak (sofware) untuk menggambar. "Intinya ada sebelas 11 item untuk sofware menggambar. Sofware menggambar ini tergantung kebutuhan industri. Ada industri yang menggambar pakai CATIA saja, atau ada yang pakai AutoCAD saja," terangnya.
     
    Di akhir masa pelatihan, siswa nanti diharapkan dapat membuat sebuah desain. Pelatihan desain mekanik memakan waktu sekitar selama 9 bulan.
     
    Setelah dinyatakan lulus, siswa dapat bekerja di industri manufaktur bagian perancangan. Banyak pabrik-pabrik yang membutuhkan tenaga terampil di bidang tersebut. Misalkan saja industri otomotif yang selalu memodifikasi mesinnya.
     
    "Misalkan di Honda atau Astra, mereka ada modifikasi mesin baru. Dari ide, nanti mereka yang membuat cetakannya," jelas Sutrisno.
     

     

  • Mengenal Diklat Otomasi Solo Technopark

     
    Otomasi adalah jurusan baru dalam program pelatihan dan pendidikan (Diklat) Mekanik Manufaktur. Diklat Otomasi ini telah resmi dibuka pada Mei 2017. 
    Diklat ini memberikan pengetahuan yang menitik beratkan pada otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Siswa akan mempelajari kelistrikan dasar, sistem micro controller, sistem pneumatik hidrolik dan sistem programmable logic control (PLC).
     
    Program Diklat ini ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied), siswa mendalami pengetahuan otomasi. Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.
     
    Baik lulusan SMK maupun SMA/MA dapat mengikuti program diklat otomasi. Namun sebelum itu, siswa wajib lolos tes logika terlebih dulu. Lulusan Diklat Otomasi Solo Technopark nantinya dapat bekerja di perusahaan-perusahaan makanan dan minuman skala besar. Mereka juga bisa jadi teknisi dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat mesin sendiri.
  • Perangkat Lunak yang Wajib Dikuasai Anak Desain Manufaktur

     
    Guna memenuhi kebutuhan industri, Solo Technopark membuka program studi baru yaitu Desain Manufaktur. Beda dengan jurusan lain yang bergelut dengan mesin-mesin, Desain Manufaktur lebih mempelajari pada rancangan atau gambar peralatan industri seperti pencetak (molding), alat penepat (jigs dan fixtures) dan masih banyak lagi. Para peserta didik akan diajarkan mulai dari membuat sketsa hingga menggambar menggunakan software.
     
    Jika orang zaman dahulu, mendesain mesin masih dilakukan secara manual menggunakan pensil yang selanjutnya digambar ulang dengan tinta agar tahan lama. Jadi bisa dibayangkan bukan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah rancangan mesin?
     
    Namun seiring kemajuan teknologi, para drafter (juru gambar) sudah dimudahkan dengan adanya sofware-software. Setiap industri manufaktur pun bisa menggunakan software yang berbeda. Oleh karena itu, peserta didik dibekali pengetahuan tentang beberapa software-software berikut ini. 
     
    1. AutoCAD
    AutoCAD adalah sebuah aplikasi sofware CAD (Computer aided design) untuk menggambar model 2D dan 3D yang dikembangkan oleh Autodesk. Tak hanya engineer, sofware ini juga sering digunakan oleh arsitektur.
    Dalam industri manufaktur, software ini bisa digunakan untuk menggambar detail perakitan dari berbagai macam alat, termasuk jig dan fixture yang dibutuhkan untuk mendukung proses produksi sebuah industri. Misalnya, di manufaktur sepatu, AutoCAD bisa digunakan untuk menggambar perubahan tata letak lini produksi dan mesin-mesin jika ada pergantian model sepatu.
     
    2. Solid Works
    Solidworks dipercaya sebagai perangkat lunak yang dapat membantu proses desain suatu benda atau bangunan dengan mudah. Sudah banyak perusahaan manufaktur yang menggunakan software solidworks. Keunggulan solidworks yaitu mampu menyediakan sketsa 2D yang dapat diupgrade menjadi bentuk 3D. Selain itu pemakaiannya juga mudah karena memang dirancang khusus untuk mendesain benda mulai dari yang paling sederhana hingga yang rumit sekali pun. 
     
    3. CATIA
    Serupa dengan AutoCAD, CATIA juga merupakan perangkat lunak untuk menggambar serta merancang model 2D dan 3D. Hanya saja, CATIA memiliki beberapa kelebihan, salah satunya yaitu kelengkapan fiturnya. Bisa dibilang CATIA sangat memanjakan penggunanya karena hanya dengan satu software sudah dapat melakukan desain, analisa, dan desain proses manufacturing sampai simulasinya. Selain itu, software ini dikembangkan dengan cara penggunaan sama dengan windows environment seperti untuk melakukan perintah cut, copy danpaste.
     

     

  • Solo Technopark Adopsi Sistem Pendidikan Jerman, Apa Keunggulannya?

     
    Jerman merupakan salah satu negara dengan perekonomian terkuat. Banyak industri otomotif terkenal dari negara ini seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Audi, dan Opel. Industri yang maju ini didukung dengan kualitas pendidikan yang baik pula. 
     
    Banyak universitas dari Jerman yang masuk jajaran universitas terbaik di dunia. Sebut saja seperti Technical University Munich, University of Heidelberg, Technische Universität München dan masih banyak lagi. 
     
    Melihat keberhasilan negara Jerman, lembaga pendidikan Indonesia pun mencontoh sistem pendidikan Jerman. Begitu juga dengan Solo Technopark. Sutrisno, Kepala Divisi Diklat mengatakan bahwa lima program pendidikan dan pelatihan (Diklat) Solo Technopark mengadopsi kurikulum pendidikan negara Jerman. "Staf pengajar kita dari ATMI. Dan ATMI menerapkan kurikulum pendidikan Jerman," katanya. 
     
    Pendidikan vokasi di Jerman didesain untuk memberikan ilmu secara teori dan praktik bagi siswa. Dalam proses pembelajaran, 75 persen waktu siswa digunakan bekerja di industri, sedangkan sisanya mereka belajar teori di sekolah. Nantinya setelah siswa mengikuti pendidikan vokasi, mereka akan mendapatkan sertifikat dari asosiasi industri yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. 
     
    Solo Technopark juga demikian. Sebanyak 70 persen pembelajaran berupa praktek, sisanya 30 persen teori. Pendidikan karakter juga tetap diutamakan. Misalnya jika ada peserta diklat yang terlambat datang maupun merusak alat akan dikenakan kompensasi tambahan jam kerja. 
     
    Jika dinyatanya lulus, siswa dibekali sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. Dengan kombinasi antara teori dan praktek itu, dapat menjamin kualifikasi tinggi para siswanya.
     
    Selain itu, faktor lain yang membuat pendidikan di Jerman adalah biayanya. Pendidikan gratis tersedia pada hampir semua institusi pendidikan. Sesuai Undang Undang Jerman, setiap warga negara Jerman berhak memilih jenis pendidikan yang mereka inginkan dan diberi akses ke pekerjaan yang diminati. Kebijakan ini membuat anak muda dapat tumbuh secara mandiri, profesional yang sesuai dengan kemampuannya. 
     
    Tidak berbeda dengan Jerman, Solo Technopark juga menyediakan beasiswa penuh alias gratis untuk para peserta didiknya. Setelah lulus, Solo Technopark juga berupaya menyalurkan siswa bekerja ke berbagai perusahaan. Sehingga, 95 persen lulusan STP dipastikan terserap industri. 

     

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna