diklatmekanik

  • Apa Persyaratan Untuk mengikuti Diklat di Solo Technopark?

     
    Solo Technopark mengadakan program pendidikan dan pelatihan bagi siswa, guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan karyawan industri. Program ini terbuka buat peserta yang tertarik mengasah kemampuannya di bidang permesinan.
     
    Pelatihan ini diadakan selama kurang lebih 9 bulan. Adapun rinciannya, 3 bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Pada tahap ini, peserta pelatihan diberikan materi pelatihan seperti Benchwork, Tool Grinding, Milling-Basic Skill, Turning-Basic Skill, Welding-Basic Skill. 
     
    Kemudian tiga bulan berikutnya (tingkat applied), siswa akan masuk ke penjurusan. Program diklat mekanik ini memiliki berbagai jurusan di antaranya, Otomasi, Las Darat, Mekanik Manufaktur, Desain Mekanik dan Mekanik Garmen.
     
    Pada tiga bulan terakhir, siswa baru bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark. Peserta yang dinyatakan lulus dalam program pelatihan akan memperoleh sertifikat berstandar industri ATMI Surakarta. Tak hanya itu, Solo Technopark juga memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan manufaktur, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah bagi lulusan diklat mekanik manufaktur.
     
    Dalam Diklat Mekanik Manufaktur, siswa dididik oleh instruktur berpengalaman dari ATMI Surakarta. Siswa dibentuk etos kerjanya yang mencakup kedisiplinan, ketekunan, kejujuran serta penguasaan teknik lewat serangkaian kegiatan keterampilan. Sehingga, peserta lulusan program ini benar-benar siap memasuki dunia kerja. 
     
    Biaya Pendidikan
     
    Biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti program pelatihan diklat mekanik selama 9 bulan yakni Rp 7.850.000. Biaya tersebut dapat diangsur sebanyak dua kali. Angsuran pertama sebanyak Rp 4.850.000 dibayarkan setelah dinyatakan lolos seleksi. Kemudian sisanya dibayarkan pada 3 bulan pertama setelah mengikuti pelatihan.
    Program pelatihan ini juga menyediakan beasiswa penuh setiap setahun sekali. Namun, kuota penerima beasiswa tersebut dibatasi. 
     
    Syarat Pendaftaran
     
    Berikut persyaratan yang harus dipenuhi peserta pelatihan:
     
    1. Usia saat masuk diklat maksimal 24 tahun
    2. Fotocopy ijazah SMK/SMA dilegalisir 1 lembar (bagi alumni)
    3. Fotocopy nilai raport semester terakhir dilegalisir (bagi kelas XII)
    4. Pas foto ukuran 3x4 1 lembar dan ukuran 4 x 6 1 lembar 
    5. Fotocopy KTP 2 lembar
    6. Fotocopy KTP orangtua masing-masing 2 lembar
    7. Fotocopy Kartu Keluarga 2 lembar
    8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli
    9. Sehat jasmani dan rohani
    10. Tinggi minimal 155 cm dan berat minimal 45 kg
    11. Tidak buta warna
    12. Bukan penderita ayan/epilepsy
     
  • Ingin Punya Penghasilan Tinggi dari Hobi Menyelam? Ikuti Diklat Under Water Wet Welding

    Kebanyakan orang berkeinginan memiliki pekerjaan sesuai hobi. Dengan begitu, mereka akan merasa pekerjaan bukanlah sebagai sebuah beban.

    Nah, bagi yang punya hobi menyelam bisa mencoba pekerjaan satu ini, yaitu tukang las bawah laut (under water welding). Pekerjaan seorang under water welding ini adalah memperbaiki sesuatu seperti di pertambangan lepas pantai  dan kapal besar.

    Itu bukanlah pekerjaan yang mudah.Mereka harus siap tersetrum hingga

    menghadapi ledakan bawah lalu. Namun risiko tinggi itu berbanding lurus dengan gaji yang diperoleh under water welding. Berdasarkan payscale (2/11/2016), gajinya ditaksir sekitar USD 58 ribu per tahun atau Rp 771 juta.

    Untuk mengetahui lebih jauh tentang profesi under water welding, Solo Technopark (STP) membuka pelatihan Under Water Wet Welding. Solo Technopark merupakan pertama dan satu-satunya tempat yang membuka pelatihan under water wet welding di Indonesia.

    Masa pelatihan ini pun terbilang cukup singkat yakni sekitar 2 bulan. Meski begitu, pelatihan under wet welding lebih intensif jika dibanding pelatihan lain yang diadakan oleh STP.

    Untuk prakteknya, STP sediakan kolam berstandar internasional dengan ukuran 8×8 meter dan kedalaman 10 meter. Nanti akan didampingi oleh para instruktur yang merupakan tenaga ahli dari ATMI dan alumni STP.

    Adapun persyaratannya, peserta yang akan mengikuti pelatihan ini harus sudah punya sertifikasi selam. "Nah, cari sertifikat selam itu bisa di POSSI atau PADI. Itu cari sendiri," kata Dewi, Staf Marketing Solo Technopark.

    Selain itu, harus memiliki KTP Solo untuk peserta yang mendaftar program beasiswa. Namun, program beasiswa tersebut hanya ada sekitar 1 tahun sekali. Jika tanpa beasiswa, peserta dikenakan biaya pelatihan sebesar Rp 20 juta. Mahal memang, tapi biaya ini sepadan dengan pelatihan dan hasil yang didapat, mengingat pekerjaan ini masih sangat dibutuhkan. "Ini termasuk proyek langka dan mahal," tegas Dewi.

     

     

  • Inilah Alasan Solo Technopark Buka Program Diklat Baru Desain Mekanik

     
    Pada 2017, Divisi Diklat membuka beberapa program baru. Desain Mekanik menjadi salah satunya. Kata Kepala Divisi Diklat, Sutrisno, program tersebut dibuka atas dasar permintaan kebutuhan industri.
     
    "Jurusan yang baru yaitu Otomasi Manufaktur dan Desain Manufaktur. Kenapa dibuka jurusan itu, karena kebutuhan industri. Itu saja alasannya," ungkapnya saat ditemui di kantornya pada Kamis (21/12). 
     
    Desain Mekanik dibuka sekitar Februari lalu. Untuk staf pengajar, Solo Technopark mengandeng I-Con (Industries Connectivity). I-Con adalah sekolah desain mekanik yang berbasis di Gedung Graha Prioritas lt.7, Jalan Slamet Riyadi 302 Surakarta.
     
    Mengenai apa saja yang dipelajari dalam diklat Desain Mekanik, Sutrisno menerangkan beragam perangkat lunak (sofware) untuk menggambar. "Intinya ada sebelas 11 item untuk sofware menggambar. Sofware menggambar ini tergantung kebutuhan industri. Ada industri yang menggambar pakai CATIA saja, atau ada yang pakai AutoCAD saja," terangnya.
     
    Di akhir masa pelatihan, siswa nanti diharapkan dapat membuat sebuah desain. Pelatihan desain mekanik memakan waktu sekitar selama 9 bulan.
     
    Setelah dinyatakan lulus, siswa dapat bekerja di industri manufaktur bagian perancangan. Banyak pabrik-pabrik yang membutuhkan tenaga terampil di bidang tersebut. Misalkan saja industri otomotif yang selalu memodifikasi mesinnya.
     
    "Misalkan di Honda atau Astra, mereka ada modifikasi mesin baru. Dari ide, nanti mereka yang membuat cetakannya," jelas Sutrisno.
     

     

  • Mengenal Mekanik Welding di Solo Technopark

     
    Mekanik Welding adalah bagian dari program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diadakan oleh Solo Technopark. Training ini lebih fokus pada bidang pengelasan mekanik.
     
    Masa pelatihan mekanik welding yaitu 9 bulan. Pada tiga bulan pertama, siswa akan diajarkan pengetahuan dasar Kemudian trisemester berikutnya, siswa mendalami berbagai macam teknik las mekanik. Lanjut 3 bulan terakhir, peserta mengikuti program magang di sejumlah mitra Solo Technopark. 
     
    Selama pembelajaran, siswa benar-benar dipersiapkan untuk menjadi tenaga ahli dalam pengelasan. Peserta diklat yang dinyatakan lulus dalam program pelatihan nantinya akan memperoleh sertifikat berstandar industri ATMI Surakarta.
     
    Tenaga ahli las atau lebih dikenal sebagai welder merupakan salah satu pekerjaan yang sangat dibutuhkan di industri manufaktur Indonesia. Lulusan mekanik welding ini bisa bekerja di berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak. Peluang kerja di luar negeri bagi para welder masih terbuka luas. 

     

  • Pengin Punya Keterampilan Mesin? Ikuti Diklat Solo Technopark

    Suka dengan segala sesuatu berhubungan dengan mekanik? Yup, kabar gembira bagi kamu yang punya hobi mengutak-atik mesin. Solo Technopark membuka program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik. Proses pendaftarannyapun bisa dilakukan secara online.  

    Pendaftaran lewat dunia maya mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Selain mendaftar, lewat situs  http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/, peminat program juga bisa mengakses sejumlah informasi terkait persyaratan pendaftaran Diklat.

    Program Diklat Mekanik, menurut staf bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto, dibuka bagi lulusan SMA/SMK/sederajat dengan usia maksimal 24 tahun. Ada enam jurusan bisa dipilih, yakni Otomasi, Las Darat, Las dalam Air, Desain Mekanik, Mekanik Garmen dan Mekanik Manufaktur.    

    Seperti penerimaan sebelumnya, pihak Solo Technopark akan melakukan proses seleksi. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini tidak memungut biaya, baik saat proses pendaftaran maupun selama pelaksanaan Diklat. Penyelenggaraan program mendapat sokongan dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

    Program Diklat Mekanik memang sangat menarik diikuti. Pasalnya, selain mendapat pembekalan keterampilan mekanik, peserta juga berkesempatan mengikuti magang di sejumlah perusahaan industri. Menariknya lagi, usai mengikuti program Diklat siswa tak perlu pusing mencari kerja sebab pihak Solo Technopark akan menyalurkan ke perusahaan mitra.    

  • Siswa Diklat Juga Diajarkan Merawat Mesin Industri Agar Tetap Awet

     
    Mesin ibarat nyawa dalam sebuah industri. Agar proses produksi lancar, diperlukan peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi harus selalu dirawat secara teratur dan terencana.
     
    Bagi tenaga ahli mesin industri dituntut tidak hanya paham bagaimana mengoperasikannya, tapi juga merawatnya. Diklat Solo Technopark selaku penyelenggara pendidikan di bidang mesin manufaktur juga membekali anak didiknya dengan pengetahuan bagaimana merawat mesin industri agar tetap awet.
     
    Bahkan mereka dibiasakan untuk berhati-hati dan membersihkannya sebelum dan sesudah digunakan. Sehingga lulusan STP nantinya diharapkan terbiasa dengan pola kerja yang baik seperti itu. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, Sutrisno.
     
    Sutrisno mengklaim bahwa kebanyakan orang bisa membeli mesin tapi tidak bisa merawatnya. Hal tersebut bisa berakibat fatal karena dapat mempengaruhi konsistensi kualitas produk yang dihasilkan.
     
    "Kebanyakan orang-orang, itu bisa beli tapi tidak bisa merawat. Yang ditekankan itu cara merawatnya. Misalkan sebelum dipakai, dilumasi, perlu pemanasan, cek secara berkala soal oli dan pendinginnya. Kemudian setelah dipakai, dilap bersih dan dikasih oli. Itu yang kadang-kadang terlupakan," ungkap Sutrisno.
  • Siswa Diklat Mekanik Garmen Diharapkan Cekatan dalam Perbaikan Mesin

    Solo Technopark membekali pengetahuan permesinan peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Garmen lewat pengajaran teori maupun praktik. Selama kegiatan, mereka digembleng menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Dengan begitu harapannya bisa menjadi tenaga terampil dan profesional serta cekatan dalam perbaikan mesin industri garmen.

    Diklat Mekanik Garmen merupakan bentuk upaya Solo Technopark guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal, khususnya di industri garmen. Siswa dilatih menjadi mekanik untuk penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen.

    Selama mengikuti program, dikatakan Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko, siswa dilatih andal dalam penanganan berbagai kerusakan mesin. Mereka dituntut sigap mengatasi kendala yang terjadi, sehingga tidak mengganggu proses produksi.

    “Harapannya siswa bisa terampil, cekatan dalam perbaikan mesin, mampu kerja tim dan punya loyalitas terhadap industri. Ketika ada trouble (permasalahan) harapannya langsung dapat diatasi, sehingga tidak mengganggu alur produksinya,” ujar dia.  

    Penguasaan mesin maupun mampu bekerjasama dalam tim memang menjadi modal berharga bagi peserta Diklat untuk bisa terampil dan profesional di industri garmen. Selain itu, mereka juga dituntut disiplin serta punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.  

    Program Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark harus ditempuh siswa dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan    

     

  • Solo Technopark Adopsi Sistem Pendidikan Jerman, Apa Keunggulannya?

     
    Jerman merupakan salah satu negara dengan perekonomian terkuat. Banyak industri otomotif terkenal dari negara ini seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Audi, dan Opel. Industri yang maju ini didukung dengan kualitas pendidikan yang baik pula. 
     
    Banyak universitas dari Jerman yang masuk jajaran universitas terbaik di dunia. Sebut saja seperti Technical University Munich, University of Heidelberg, Technische Universität München dan masih banyak lagi. 
     
    Melihat keberhasilan negara Jerman, lembaga pendidikan Indonesia pun mencontoh sistem pendidikan Jerman. Begitu juga dengan Solo Technopark. Sutrisno, Kepala Divisi Diklat mengatakan bahwa lima program pendidikan dan pelatihan (Diklat) Solo Technopark mengadopsi kurikulum pendidikan negara Jerman. "Staf pengajar kita dari ATMI. Dan ATMI menerapkan kurikulum pendidikan Jerman," katanya. 
     
    Pendidikan vokasi di Jerman didesain untuk memberikan ilmu secara teori dan praktik bagi siswa. Dalam proses pembelajaran, 75 persen waktu siswa digunakan bekerja di industri, sedangkan sisanya mereka belajar teori di sekolah. Nantinya setelah siswa mengikuti pendidikan vokasi, mereka akan mendapatkan sertifikat dari asosiasi industri yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. 
     
    Solo Technopark juga demikian. Sebanyak 70 persen pembelajaran berupa praktek, sisanya 30 persen teori. Pendidikan karakter juga tetap diutamakan. Misalnya jika ada peserta diklat yang terlambat datang maupun merusak alat akan dikenakan kompensasi tambahan jam kerja. 
     
    Jika dinyatanya lulus, siswa dibekali sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. Dengan kombinasi antara teori dan praktek itu, dapat menjamin kualifikasi tinggi para siswanya.
     
    Selain itu, faktor lain yang membuat pendidikan di Jerman adalah biayanya. Pendidikan gratis tersedia pada hampir semua institusi pendidikan. Sesuai Undang Undang Jerman, setiap warga negara Jerman berhak memilih jenis pendidikan yang mereka inginkan dan diberi akses ke pekerjaan yang diminati. Kebijakan ini membuat anak muda dapat tumbuh secara mandiri, profesional yang sesuai dengan kemampuannya. 
     
    Tidak berbeda dengan Jerman, Solo Technopark juga menyediakan beasiswa penuh alias gratis untuk para peserta didiknya. Setelah lulus, Solo Technopark juga berupaya menyalurkan siswa bekerja ke berbagai perusahaan. Sehingga, 95 persen lulusan STP dipastikan terserap industri. 

     

  • Solo Technopark Komitmen Entaskan Pengangguran

    Jumlah lapangan kerja yang tak sebanding dengan banyaknya pencari kerja menuntut masyarakat punya nilai kompetitif. Salah satu bekal wajib dimiliki adalah soft skill. Melihat fenomena ini, Solo Technopark berkomitmen mengentaskan pengangguran lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat).

    Setidaknya ada enam program Diklat saat ini tengah dikembangkan, yakni Diklat Otomasi, Diklat Desain Mekanik, Diklat Mekanik Garmen, Diklat Mekanik Manufaktur, Diklat Las Darat dan Diklat Las dalam Air. Dengan cara ini diharapkan Solo Technopark bisa turut berperan dalam mengembangkan keahlian.

    Sebagaimana diutarakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, salah satu target institusi adalah mengentaskan pengangguran. Dalam hal ini membekali para lulusan SMA/SMK dengan keterampilan di bidang industri.

    Salah satu program mendapat respon positif masyarakat, yakni Diklat Mekanik Manufaktur. Program pembelajaran ini dilaksanakan selama sembilan bulan. Adapun tiga bulan pertama adalah tahap pembelajaran basic, tiga bulan berikutnya masuk ke tahap applied dan tiga bulan terakhir siswa akan mengikuti program magang.

    “Targetnya adalah mengentaskan pengangguran. Di Diklat Mekanik lama pendidikan sembilan bulan. Tiga bulan basic, tiga bulan applied dan tiga bulan magang,” kata Sutrisno.

    Lulusan program Diklat bisa berkarir di sejumlah perusahaan industri besar seperti perusahaan manufaktur, otomotif maupun konstruksi. Saat ini tercatat sudah ada beberapa perusahaan bermitra dengan Solo Technopark seperti PT Solo Energy Indonesia, PT Entri Jaya Makmur dan PT PAL Indonesia. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) inipun siap menyalurkan lulusannya ke sejumlah perusahaan mitra.  

  • Solo Technopark Sesuaikan Kurikulum Diklat Mekanik dengan Kebutuhan Industri

     
    Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, Sutrisno menyampaikan kurikulum yang diterapkan kepada peserta didik Diklat Mekanik menyesuaikan kebutuhan industri. Sehingga lulusan Diklat Solo Technopark bisa terserap secara maksimal dalam dunia kerja.
     
    "Kita ibaratnya menjemput bola. Kita tanyakan ke industri apa yang tengah dibutuhkan, misalnya orang yang bisa menggambar SOLID dan Autocad. Selama tiga bulan itu, ditekankan pada SOLID dan Autocad, akhirnya diterima di industri," jelas Sutrisno.
     
    Sutrisno menambahkan, meskipun staff pengajar STP juga menguasai program modelling lain selain SOLID dan Autocad, namun hal tersebut tidak diberikan kepada siswa. Meski begitu, bukan berarti kurikulumnya tidak bagus. Menurutnya, itu hanya kurang efisien dan efektif untuk pelatihan yang harus ditempuh siswa dalam waktu yang relatif singkat yaitu 9 bulan.
     
    "Jika kita ingin mengikuti kebutuhan industri, idealnya memang kita harus memiliki mesin, teknologi, dan pengajar yang bagus," kata Sutrisno. Ketiga hal tersebut telah disediakan oleh Solo Technopark. Siswa difasilitasi mesin industri manufaktur untuk praktek sehingga mereka benar-benar lihai dalam mengoperasikannya. 
     
    Apalagi kurikulum diklat ini mengadopsi kurikulum pendidikan Jerman. Sebagaimana yang diketahui, Jerman merupakan negara yang perkembangan teknologi dan industrinya paling maju. Sehingga STP menerapkan sistem pendidikan 70 persen kerja praktek dan 30 persen teori. 
     
    Untuk materi pembelajaran, STP selalu melakukan pembaharuan. "Kurikulum itu sering berubah-ubah. Kita lihat segmen industri arahnya kemana. Kalo kita mau suplai (SDM) ke industri bangunan, paling tidak anak-anak dikasih ilmu bangunan sedikit. Biar nanti pas dites, bisa diterima di industri bangunan," ungkapnya. 

     

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna