diklat mekanik manufaktur

  • 97% Lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark Terserap Industri Manufaktur  

    Solo Technopark menggelar program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik guna memfasilitasi keterampilan masyarakat di bidang permesinan. Selama sembilan bulan peserta dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli lewat pengajaran teori dan praktik. Program inipun terbilang sukses mencetak tenaga terampil, mengingat sekira 97 persen lulusan Diklat mampu terserap di industri manufaktur.

    Di tengah ketatnya persaingan kerja, Solo Technopark berupaya memberi solusi terhadap para peserta Diklat. Langkah konkretnya, menurut Head of Mechanic Dept setempat, Sutrisno, yakni dengan memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan manufaktur, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah.  

    “Sekitar 97 persen lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark terserap di industri manufaktur. Mereka kami salurkan ke sejumlah perusahaan, walaupun ada juga yang memutuskan memilih bekerja sendiri,” kata dia.

    Sementara sekira tiga persen sisanya bukan berarti tak terserap industri manufaktur, melainkan lebih memilih melanjutkan pendidikan. Adapun penyaluran peserta Diklat, selain di sejumlah perusahaan area Kota Solo dan sekitarnya, disalurkan pula ke beberapa perusahaan manufaktur di kawasan industri seperti Cikarang, Tangerang maupun Bekasi.

    Lulusan Solo Technopark terserap di perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indonesia TRC Industry bergerak di bidang spare part printing, PT Metal Flashindo, PT Natra Aircraft Support bergerak dalam industri penerbangan, PT Pakarti Riken Indonesia bergerak di bidang manufaktur serta PT Reiken Quality Tools.

    “Target kami memang lulusan bisa terserap industri. Dikatakan program kami baik itu indikatornya lulusan banyak terserap industri,” tandas Sutrisno.     

     

  • Belum Lulus, 50 Persen Peserta Diklat STP 2017 Sudah Diterima Kerja

     
    Meski belum sepenuhnya menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo Technopark, sebagian besar  siswa sudah terserap industri. Begitulah yang disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark.
     
    Menjelang akhir tahun ajaran 2017, setidaknya sudah terdapat sekitar 96 peserta diklat yang diterima di perusahaan manufaktur. Itu merupakan separuh dari total jumlah siswa yang menjalani program diklat sepanjang tahun ini. 
     
    Besarnya jumlah tersebut berasal dari 3 angkatan. Sutrisno menjelaskan bahwa program diklat Solo Technopark menerima pendaftaran siswa sebanyak tiga kali dalam satu tahun.
     
    Sehingga, angkatan terakhir belum bisa dilihat jumlah pasti siswa yang terserap dunia kerja. "Angkatan 49 sebanyak 11 orang, angkatan 50 sebanyak 51 siswa, dan angkatan 51, untuk sementara sebanyak 30 siswa karena belum selesai mendatanya," paparnya.
  • Diklat Mekanik Garmen, Siswa Dibekali Pengetahuan Ini

    Mencetak kualitas sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan kompeten di bidangnya tentu menjadi keinginan institusi pendidikan manapun. Atas dasar itu pulalah, Solo Technopark berupaya melahirkan tenaga-tenaga terampil lewat program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satu Diklat yang digelar, yakni mekanik garmen di mana siswa dibekali berbagai pengetahuan permesinan produksi garmen.

    Selama mengikuti program, peserta Diklat Mekanik Garmen mendapat pembelajaran beberapa materi dasar. Selain mempelajari teknis perawatan dan perbaikan mesin, menurut instruktur setempat, Agus Jatmiko, siswa juga dibekali pengetahuan setting alias penyetelan mesin sesuai bahan, over hole serta modifikasi perangkat.  
     
    “Materi yang diajarkan, di antaranya perawatan mesin, perbaikan mesin, setting mesin sesuai bahan, over hole dan modifikasi perangkat. Harapannya nanti ketika ada trouble(persoalan)  langsung dapat diatasi, sehingga tidak mengganggu alur produksi,” ujar dia.
     
    Diklat Mekanik Garmen merupakan bentuk upaya Solo Technopark mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal, khususnya di industri garmen. Siswa dilatih menjadi mekanik untuk penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin pendukung lainnya.
     
    Setidaknya ada empat jenis mesin dipelajari dalam Diklat, yakni mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras dan mesin overdeck. Selama pelaksanaan program, peserta juga mendapat pengetahuan kelistrikan dasar serta layout dasar.  
     
    “Pelatihan mekanik garmen untuk mempersiapkan SDM yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen. Harapannya siswa bisa terampil dan cekatan dalam perbaikan mesin,” kata Agus Jatmiko.
  • Diklat Mekanik Manufaktur, Siswa Dibekali 4 Keahlian Ini

    Membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) kompeten dan profesional tentu menjadi keinginan institusi pendidikan manapun. Atas dasar itu pulalah, Solo Technopark berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil lewat program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satu Diklat yang digelar, yakni mekanik manufaktur di mana siswa dibekali operasional permesinan.

    Setidaknya ada tiga jenis mesin manual harus dipelajari di tingkat basic, yakni mesin bubut, mesin milling dan mesin gerinda serta bench work alias kerja bangku. Mesin bubut sendiri merupakan jenis mesin perkakas di mana dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan potong pahat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin ini merupakan salah satu sarana proses produksi yang dipakai untuk membuat benda kerja berbentuk silindris.

    Lewat pembekalan keterampilan ini, Instruktur Mesin Bubut Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Mulyanto berharap peserta program Diklat bisa memroduksi benda-benda berpenampang silindris. Siswa juga dituntut mampu mengetahui cara menghitung RPM, termasuk menghitung feeding atau gerakan otomatis untuk menentukan kehalusan.  

    Lain halnya mesin milling. Dalam pembelajaran, peserta Diklat diharapkan bisa memroduksi suatu benda atau part. Selama mengikuti progam, siswa juga dituntut mampu mengoperasikan mesin dengan benar, di antaranya tentang pengefraisan bertingkat, pengefraisan dengan sudut, pengeboran serta pengefraisan dengan ukuran presisi.  

    Mesin milling sendiri merupakan jenis mesin perkakas yang menghasilkan bidang datar di mana pisau berputar dan benda bergerak melakukan langkah pemakanan. Milling menghasilkan permukaan datar atau berbentuk profil pada ukuran dan kehalusan yang ditentukan. Alat ini digunakan untuk mengerjakan logam berbentuk balok.

    Sementara untuk mesin gerinda, menurut Instruktur Mesin Gerinda Diklat Mekanik Manufaktur Solo Technopark, Eko Anggoro, siswa dilatih melakukan penajaman benda hingga pembuatan alat potong. Harapannya mereka mampu mengetahui geometri alat potong dan bisa mengasah alat potong dengan tepat. Oleh sebab itu, siswa setidaknya harus menguasai beberapa pengetahuan dasar terkait teknik gerinda, jenis batu gerinda serta komposisi batu gerinda.

    Dalam Diklat, peserta program juga mendapat pembelajaran kegiatan permesinan yang dilakukan di atas meja kerja atau biasa dikenal dengan istilah bench work. Kerja bangku adalah teknik dasar harus dikuasai siswa di dunia permesinan. Aktivitas ini lebih difokuskan pada pembuatan benda kerja dari bahan logam dengan perkakas tangan di bangku kerja.

     

  • Diklat Mekanik, Solo Technopark Tanamkan Kejujuran, Kedisiplinan dan Keterampilan

    Kompetensi dan profesionalitas sangat dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Tak heran jika institusi pendidikan rela menggembleng keras anak didiknya agar bisa andal di dunia kerja. Demikian pula Solo Technopark, nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan keterampilan ditanamkan dalam setiap diri peserta progam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik agar punya etos kerja tinggi.

    Seperti diutarakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, menyikapi kian kompetitifnya dunia kerja, peserta Diklat dibekali kemampuan teknis dan pendidikan karakter agar berdaya saing. Setidaknya ada tiga nilai ditanamkan, yakni kejujuran, kedisiplinan dan keterampilan.

    Adapun guna mendukung keterampilan, siswa atau peserta Diklat mendapat porsi praktik lebih banyak ketimbang teori. Dalam pembelajaran, Solo Technopark menerapkan metode pengajaran 75 persen praktik dan 25 persen teori.

    “Ada tiga nilai yang ditanamkan di sini. Jujur, disiplin dan terampil. Sistem pembelajarannya 75 persen praktik dan 25 persen teori. Kami punya standar nilai yang mana dari segi pendampingan ada pola 422, artinya empat jam pendampingan ke siswa, dua jam persiapan dan dua jam lagi untuk pribadi,” kata Sutrisno, Senin (23/10/2017).

    Sehubungan dengan nilai-nilai ditanamkan, Solo Technopark menerapkan standar nilai 5.51 pada siswa. Angka ini merupakan hasil gabungan antara nilai teori dengan praktik. Ketika peserta Diklat mendapat nilai di bawah ketentuan, praktis tak diperkenankan lagi mengikuti proses pembelajaran.  

    Dalam Diklat Mekanik Manufaktur, siswa dibentuk etos kerjanya lewat serangkaian kegiatan keterampilan. Bukan hanya berfokus pada pencapaian hasil semata, namun berkaitan pula dengan proses kerja. Proses itu sendiri lebih menitikberatkan pada etos kerja mencakup kedisiplinan, ketekunan, kejujuran serta penguasaan teknik.

     

  • Diklat Under Water Wet Welding Berikan Teknik Khusus Mengelas dalam Air 

    Diklat Under water Wet Welding merupakan salah satu program pelatihan yang diunggulkan di Solo Technopark (STP). Program ini ditujukan untuk mencetak tenaga spesialis pengelasan dalam air yang biasanya digunakan di bidang perkapalan ataupun perbaikan instalasi eksplorasi lepas pantai. 

    Patut diketahui, mengelas dalam air tidaklah semudah yang dibayangkan. Perlu teknik-teknik khusus dalam melakukannya agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan seperti kesetrum. Terlebih lagi, jarang pandang pengelas akan terbatas karena tergantung pada kualitas air. 
     
    Untuk itu, Solo Technopark memberikan pelatihan secara intensif kepada peserta didik under water wet welding. Selama pelatihan 2 bulan, peserta diharuskan menguasai 4 materi berikut: tarik basic, batch joint, 1F dan 2F.
     
    Tarik basic yaitu mempelajari posisi pengelasan secara vertikal dan di bawah tangan. Kemudian batch joint merupakan penyambungan dua benda kerja menjadi satu dengan dilas pada bagian tengahnya. Jika sudah memahami itu, dilanjutkan dengan 1F yang mempelajari bagaimana cara mengelas benda kerjanya yang posisi benda kerjanya sekitar 45 derajat. Terakhir, 2F yaitu mengelas dengan posisi benda kerja horisontal. 
  • Diklat  Solo Technopark Buka Pendaftaran Siswa Baru, Dijamin Lulus Langsung Kerja

     

    Bingung setelah lulus SMA/ SMK mau meneruskan dimana? Solo Technopark membuka pelatihan singkat (diklat) buat kamu yang suka dengan dunia permesinan. Tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan, diklat ini juga menyalurkan lulusannya bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki ikatan kerjasama dengan STP. Menarik bukan?

    Setiap tiga bulan sekali, Solo Technopark akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk diklat. Nantinya, peserta diklat harus menjalani pelatihan selama 9 bulan.

    "Tiga bulan pertama peserta mendapatkan pelatihan basic-nya yang terdiri dari bubut, milling, grinding, gambar teknik, dan las. Kalau itu lolos, baru boleh masuk ke lima jurusan, yaitu mekanik manufaktur, mekanik welding, mekanik garment, otomasi manifaktur, kemudian desain manifaktur," papar Sutrisno, PLT Kepala Divisi Diklat pada Senin (6/11/2017).

    Setelah tiga bulan, peserta didik lanjut melaksanakan magang. Saat magang itu, mereka biasanya sudah langsung dipekerjakan oleh perusahaan yang membutuhkan. "Mereka  lulusnya tidak bersamaan. Ada yang empat bulan, lima bulan, tujuh bulan, mereka sudah diambil kerja sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.

    Pelatihan ini memang terdiri dari 75 persen praktek dan 25 persen teori. Tak heran, jika peserta didik dapat menjadi tenaga kerja terampil dalam waktu relatif singkat.

    Namun memiliki keterampilan saja tidaklah cukup untuk menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif seperti saat ini. Untuk itu, diklat juga membekali siswa dengan

    softskill. "Kami beri tahu bagaimana cara berkomunikasi, berinteraksi dalam kerja tim dan pola-pola kerja. Harus terampil dan disiplin," tutupnya.

     

  • Diklat Solo Technopark Buka Pendaftaran Beasiswa Penuh, Mau?

     
    Solo Technopark kembali membuka program Beasiswa bagi lulusan SMA/SMK yang ingin menempuh enam program pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo Technopark. Enam program itu adalah diklat otomasi, desain mekanik, las darat, mekanik garment, las dalam air dan mekanik manufaktur.
     
    Pendaftaran beasiswa tersebut akan dibuka mulai tahun 2018. Sementara proses pendidikan akan dimulai pada Februari mendatang. Demikian ungkap Dewi, Staff Marketing Solo Technopark pada Kamis (28/12).
     
    Beasiswa ini adalah beasiswa 100 persen (penuh), yang artinya siswa tidak dipungut biaya selama mengikuti pendidikan dan pelatihan di Solo Technopark. Kurun waktu diklat ini selama dua hingga sembilan bulan. 
     
    Dewi menambahkan, persyaratan mendaftar beasiswa ini harus memiliki fotocopy KTP Solo. Adapun syarat lainnya yaitu usia maksimal 24 tahun, sehat jasmani dan rohani, tinggi maksimal 155 cm, berat minimal 45 kg serta tidak buta warna. 
     
    Sementara itu, berkas pendaftaran yang harus dipersiapkan antara lain:
    1. Fotocopy Ijazah SMK/SMA dilegalisir 1 lembar (bagi alumni)
    2. Fotocopy nilai raport semester terakhir dilegalisir (bagi kelas XII)
    3. Pas foto ukuran 3x4 1 lembar dan ukuran 4 x 6 1 lembar 
    4. Fotocopy KTP 2 lembar
    5. Fotocopy KTP orangtua masing-masing 2 lembar
    6. Fotocopy Kartu Keluarga 2 lembar
    7. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli
    8. Formulir pendaftaran
     
    Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa dapat menghubungi Ibu Dewi di nomor 0812 22986 8898.
  • Gaji Magang di Industri Jepang Rp 10 Juta, Mau?

     
    Dalam mencari pekerjaan, gaji merupakan salah satu yang dipertimbangkan setiap orang. Pastinya, kita semua mencari pekerjaan yang mampu membayar dengan jumlah uang besar. 
     
    Dengan gaji yang tinggi, kesejahteraan hidup pun akan mudah didapat. Namun untuk menjadi gaji yang besar di Indonesia tidaklah mudah. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat memilih untuk bekerja di luar negeri karena gajinya lebih tinggi. Dan Jepang merupakan salah satu negara yang membayar buruhnya cukup besar.
     
    Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, mengatakan magang di industri Jepang, paling tidak mendapatkan bayaran sekitar Rp 10 juta. Jangka waktu magang (training) di Jepang pun tidak sebentar yaitu sekitar 3-5 tahun. 
     
    Sutrisno mengaku beberapa siswa diklatnya sudah ada yang menjalani program magang di Jepang pada tahun lalu. Dalam waktu dekat ini, salah satu perusahaan manufaktur Jepang, Komatsu akan kembali mengadakan rekrutmen anak magang. Kata dia, para siswa Diklat-nya sangat antusias mengikuti rekrutmen tersebut. 
     
    Untuk bisa terpilih masuk dalam program ini, siswa harus melewati beberapa tahapan seleksi. Mulai dari tes ketahanan fisik, wawancara, tes kesehatan, hingga tes bahasa Jepang.
  • mengenal Apa Itu Desain Mekanik Manufaktur

     
    Desain Mekanik Manufaktur merupakan program yang baru dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) manufaktur di Solo Technopark (STP). Program ini resmi dibuka pada Februari 2017 lalu. Harapannya, pelatihan desain manufaktur ini dapat melahirkan desainer-desainer (drafter) handal di industri manufaktur. 
     
    Di dalam pelatihan desain mekanik manufaktur, ilmu yang diberikan merupakan ilmu yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya di bidang manufaktur. Dalam pembelajarannya, peserta didik diharapkan mampu mengoperasikan berbagai software perancangan, mulai dari AutoCAD hingga Computerized Numerical Control (CNC). Siswa akan dibimbing oleh pengajar yang sangat berkompeten dalam bidangnya. 
     
    Untuk menguasai semua itu, siswa harus mengikuti pelatihan selama kurang lebih 9 bulan. Tiga bulan pertama, akan diberikan pengetahuan dasar berupa Turning, Milling dan Benchwork. Kemudian tiga bulan berikutnya, siswa mendalami berbagai perangkat lunak untuk menggambar. Baru 3 bulan terakhir, siswa lanjut magang di perusahaan yang menjadi mitra STP. 
     
    Prospek desain mekanik manufaktur di dunia kerja masih sangat terbuka lebar, seiring pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia. Lulusan STP dipastikan memiliki kemampuan yang baik untuk bekerja di industri yang menghasilkan produk atau jasa seperti industri otomotif, mesin perkakas, dan masih banyak lagi. Setiap lulusan STP nantinya akan dibekali sertifikat keahlian yang diharapkan dapat membantu menghadapi persaingan kerja, baik secara nasional maupun dalam persaingan dunia internasional.
  • Mengenal Diklat Otomasi Solo Technopark

     
    Otomasi adalah jurusan baru dalam program pelatihan dan pendidikan (Diklat) Mekanik Manufaktur. Diklat Otomasi ini telah resmi dibuka pada Mei 2017. 
    Diklat ini memberikan pengetahuan yang menitik beratkan pada otomatisasi proses produksi di suatu perusahaan. Siswa akan mempelajari kelistrikan dasar, sistem micro controller, sistem pneumatik hidrolik dan sistem programmable logic control (PLC).
     
    Program Diklat ini ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied), siswa mendalami pengetahuan otomasi. Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.
     
    Baik lulusan SMK maupun SMA/MA dapat mengikuti program diklat otomasi. Namun sebelum itu, siswa wajib lolos tes logika terlebih dulu. Lulusan Diklat Otomasi Solo Technopark nantinya dapat bekerja di perusahaan-perusahaan makanan dan minuman skala besar. Mereka juga bisa jadi teknisi dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat mesin sendiri.
  • Mengenal Lebih Jauh Mekanik Garmen Solo Technopark

     
    Mekanik Garmen merupakan salah satu program pelatihan yang ditawarkan Badan layanan Umum Daerah (BLUD). Sejak awal dibuka, program ini sangat diminati masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/sederajat.
     
    Pelatihan Mekanik Garment dibuat guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan profesional di bidang permesinan garmen. Siswa dilatih menjadi teknisi mesin yang handal dalam penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin pendukung lainnya.
     
    Program Diklat ini ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied), siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.
     
    Khusus di tingkat applied, peserta mendapat pelatihan tentang perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi garmen. Ada empat jenis mesin dipelajari dalam Diklat, yakni mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras dan mesin overdeck.
     
    Siswa lulusan program diklat ini sudah banyak yang bekerja di berbagai perusahaan garmen. Beberapa perusahaan yang tercatat menjadi tempat penyaluran kerja peserta Diklat Mekanik Garmen, yakni PT Dewi Samudera Kusuma, PT Pan Brothers, PT Sritex, PT Solo Kawistara Garmindo, PT Sari Warna Asli Garment, PT Jaya Asri Garmindo, PT Bali Nirwana Garments serta PT Mardohar Jakarta. 
     
    Peluang kerja mekanik garmen memang masih sangat prospektif. Selain menjadi mekanik perawatan dan perbaikan mesin produksi di sejumlah perusahaan garmen, mereka juga bisa bekerja di perusahaan-perusahaan distributor mesin. 
  • Mengenal Mekanik Manufaktur Di Solo Technopark

     
    Program pendidikan dan pelatihan Mekanik Manufaktur diselenggarakan untuk menghasilkan tenaga profesional di bidang mesin manufaktur. Pelatihan ini terbuka buat lulusan SMA/SMK yang ingin mengasah kemampuannya di bidang mesin manufaktur.
     
    Pelatihan tersebut dilakukan selama lebih 9 bulan. Adapun rinciannya, 3 bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan pengetahuan permesinan dasar. Pada tiga bulan berikutnya, siswa mendalami berbagai teknik operasional beberapa jenis mesin, termasuk kemampuan benchwork (kerja bangku) dan grinding (bubut).
     
    Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah mitra Solo Technopark. Peserta diklat yang dinyatakan lulus dalam program pelatihan nantinya akan memperoleh sertifikat berstandar industri ATMI Surakarta.
     
    Lulusan mekanik manufaktur bisa bekerja di industri manufaktur. Peluang kerja keahlian ini bisa dibilang masih besar seiring pertumbuhan perusahaan manufaktur di Indonesia. Mereka dapat bekerja di industri yang menggunakan mesin untuk menghasilkan produknya seperti pabrik makanan, elektronik, dan masih banyak lagi.

     

  • Mengenal Mekanik Welding di Solo Technopark

     
    Mekanik Welding adalah bagian dari program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diadakan oleh Solo Technopark. Training ini lebih fokus pada bidang pengelasan mekanik.
     
    Masa pelatihan mekanik welding yaitu 9 bulan. Pada tiga bulan pertama, siswa akan diajarkan pengetahuan dasar Kemudian trisemester berikutnya, siswa mendalami berbagai macam teknik las mekanik. Lanjut 3 bulan terakhir, peserta mengikuti program magang di sejumlah mitra Solo Technopark. 
     
    Selama pembelajaran, siswa benar-benar dipersiapkan untuk menjadi tenaga ahli dalam pengelasan. Peserta diklat yang dinyatakan lulus dalam program pelatihan nantinya akan memperoleh sertifikat berstandar industri ATMI Surakarta.
     
    Tenaga ahli las atau lebih dikenal sebagai welder merupakan salah satu pekerjaan yang sangat dibutuhkan di industri manufaktur Indonesia. Lulusan mekanik welding ini bisa bekerja di berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak. Peluang kerja di luar negeri bagi para welder masih terbuka luas. 

     

  • Mengnal Program Basic Structure Aircraft Maintenance Training di Solo Technopark

     
    Solo Technopark (STP) mengadakan program Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Perawatan Pesawat Terbang atau Basic Structure Aircraft Maintenance Training. Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Solo Technopark dengan Garuda Maintenance Facillity (GMF) AeroAsia. 
     
    Program Basic Structure Aircraft Maintenance Training resmi dibuka pada 1 Oktober 2012. Pelatihan dilakukan selama 9 bulan. Enam bulan pertama diisi dengan teori di Solo Technopark dengan instruktur dari GMF. Lantas tiga bulan berikutnya praktik lapangan di fasilitas perawatan pesawat GMF di Cengkareng, Tangerang. 
     
    Adapun syarat pendaftar adalah laki-laki, lulusan sekolah menengah (IPA) atau sekolah menengah kejuruan jurusan elektro, listrik, mesin atau otomotif. Nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) rata-rata  minimal 7 di setiap mata pelajaran, dan khusus Bahasa Inggris minimal 8. Pendaftar berusia 21 tahun dan belum menikah. Kemudian tinggi badan minimal 160 sentimeter, sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna. 
     
    Setelah dinyatakan lulus pelatihan, siswa berpeluang direkrut GMF dengan sistem ikatan dinas selama 5 tahun. Harapannya, pelatihan ini dapat mencetak teknisi perawatan pesawat terbang yang memiliki kualifikasi sesuai keinginan industri penerbangan. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa menghubungi atau datang langsung ke Solo Technopark. 
  • Pengin Punya Keterampilan Mesin? Ikuti Diklat Solo Technopark

    Suka dengan segala sesuatu berhubungan dengan mekanik? Yup, kabar gembira bagi kamu yang punya hobi mengutak-atik mesin. Solo Technopark membuka program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik. Proses pendaftarannyapun bisa dilakukan secara online.  

    Pendaftaran lewat dunia maya mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Selain mendaftar, lewat situs  http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/, peminat program juga bisa mengakses sejumlah informasi terkait persyaratan pendaftaran Diklat.

    Program Diklat Mekanik, menurut staf bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto, dibuka bagi lulusan SMA/SMK/sederajat dengan usia maksimal 24 tahun. Ada enam jurusan bisa dipilih, yakni Otomasi, Las Darat, Las dalam Air, Desain Mekanik, Mekanik Garmen dan Mekanik Manufaktur.    

    Seperti penerimaan sebelumnya, pihak Solo Technopark akan melakukan proses seleksi. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini tidak memungut biaya, baik saat proses pendaftaran maupun selama pelaksanaan Diklat. Penyelenggaraan program mendapat sokongan dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

    Program Diklat Mekanik memang sangat menarik diikuti. Pasalnya, selain mendapat pembekalan keterampilan mekanik, peserta juga berkesempatan mengikuti magang di sejumlah perusahaan industri. Menariknya lagi, usai mengikuti program Diklat siswa tak perlu pusing mencari kerja sebab pihak Solo Technopark akan menyalurkan ke perusahaan mitra.    

  • Perangkat Lunak yang Wajib Dikuasai Anak Desain Manufaktur

     
    Guna memenuhi kebutuhan industri, Solo Technopark membuka program studi baru yaitu Desain Manufaktur. Beda dengan jurusan lain yang bergelut dengan mesin-mesin, Desain Manufaktur lebih mempelajari pada rancangan atau gambar peralatan industri seperti pencetak (molding), alat penepat (jigs dan fixtures) dan masih banyak lagi. Para peserta didik akan diajarkan mulai dari membuat sketsa hingga menggambar menggunakan software.
     
    Jika orang zaman dahulu, mendesain mesin masih dilakukan secara manual menggunakan pensil yang selanjutnya digambar ulang dengan tinta agar tahan lama. Jadi bisa dibayangkan bukan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah rancangan mesin?
     
    Namun seiring kemajuan teknologi, para drafter (juru gambar) sudah dimudahkan dengan adanya sofware-software. Setiap industri manufaktur pun bisa menggunakan software yang berbeda. Oleh karena itu, peserta didik dibekali pengetahuan tentang beberapa software-software berikut ini. 
     
    1. AutoCAD
    AutoCAD adalah sebuah aplikasi sofware CAD (Computer aided design) untuk menggambar model 2D dan 3D yang dikembangkan oleh Autodesk. Tak hanya engineer, sofware ini juga sering digunakan oleh arsitektur.
    Dalam industri manufaktur, software ini bisa digunakan untuk menggambar detail perakitan dari berbagai macam alat, termasuk jig dan fixture yang dibutuhkan untuk mendukung proses produksi sebuah industri. Misalnya, di manufaktur sepatu, AutoCAD bisa digunakan untuk menggambar perubahan tata letak lini produksi dan mesin-mesin jika ada pergantian model sepatu.
     
    2. Solid Works
    Solidworks dipercaya sebagai perangkat lunak yang dapat membantu proses desain suatu benda atau bangunan dengan mudah. Sudah banyak perusahaan manufaktur yang menggunakan software solidworks. Keunggulan solidworks yaitu mampu menyediakan sketsa 2D yang dapat diupgrade menjadi bentuk 3D. Selain itu pemakaiannya juga mudah karena memang dirancang khusus untuk mendesain benda mulai dari yang paling sederhana hingga yang rumit sekali pun. 
     
    3. CATIA
    Serupa dengan AutoCAD, CATIA juga merupakan perangkat lunak untuk menggambar serta merancang model 2D dan 3D. Hanya saja, CATIA memiliki beberapa kelebihan, salah satunya yaitu kelengkapan fiturnya. Bisa dibilang CATIA sangat memanjakan penggunanya karena hanya dengan satu software sudah dapat melakukan desain, analisa, dan desain proses manufacturing sampai simulasinya. Selain itu, software ini dikembangkan dengan cara penggunaan sama dengan windows environment seperti untuk melakukan perintah cut, copy danpaste.
     

     

  • Sistem Diklat Mekanik Solo Technopark Sesuai Kebutuhan Industri

     
    Solo Technopark berkomitmen mengentaskan pengangguran lewat program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik. Dalam upaya mencetak tenaga-tenaga profesional, peserta Diklat dibekali berbagai kemampuan keteknikan. Materi dan sistem pendidikannyapun disesuaikan kebutuhan industri.   
     
    Sebagaimana dikatakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, kurikulum pendidikan dan pelatihan (Diklat) mekanik mengikuti kebutuhan industri. Dengan kata lain, program yang dibuka menyesuaikan perkembangan teknologi serta tuntutan pasar agar nantinya lulusan dapat terserap industri.
     
    “Kurikulum Diklat mengikuti industri. Program yang dibuka sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar. Saat ini apa yang dibutuhkan industri pas, itulah mengapa lulusan kami (Diklat Mekanik Solo Technopark) yang terserap di industri banyak,” ujarnya.
     
    Selama menjalani Diklat, siswa dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Mereka diharapkan bisa menguasai teknis operasional beberapa jenis mesin. Oleh sebab itu, selain dibekali teori, peserta program juga mendapat pembelajaran praktik langsung dengan mesin produksi.
     
    Diklat Mekanik Solo Technopark tak hanya mengajarkan pada pencapaian hasil semata, namun juga melatih mengelola proses kerja secara baik. Siswa harus bertumpu pada etos kerja tinggi mencakup kedisiplinan, ketekunan, ketahanan serta penguasaan teknik.    
     

    “Kami siapkan satu mesin satu siswa agar mereka benar-benar menguasai. Waktu Diklat perminggu 40 jam, dihitung dari praktik dan teori. Sementara untuk kurikulumnya mengikuti industri,” ungkap Sutrisno.

     

  • Siswa Diklat Juga Diajarkan Merawat Mesin Industri Agar Tetap Awet

     
    Mesin ibarat nyawa dalam sebuah industri. Agar proses produksi lancar, diperlukan peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi harus selalu dirawat secara teratur dan terencana.
     
    Bagi tenaga ahli mesin industri dituntut tidak hanya paham bagaimana mengoperasikannya, tapi juga merawatnya. Diklat Solo Technopark selaku penyelenggara pendidikan di bidang mesin manufaktur juga membekali anak didiknya dengan pengetahuan bagaimana merawat mesin industri agar tetap awet.
     
    Bahkan mereka dibiasakan untuk berhati-hati dan membersihkannya sebelum dan sesudah digunakan. Sehingga lulusan STP nantinya diharapkan terbiasa dengan pola kerja yang baik seperti itu. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, Sutrisno.
     
    Sutrisno mengklaim bahwa kebanyakan orang bisa membeli mesin tapi tidak bisa merawatnya. Hal tersebut bisa berakibat fatal karena dapat mempengaruhi konsistensi kualitas produk yang dihasilkan.
     
    "Kebanyakan orang-orang, itu bisa beli tapi tidak bisa merawat. Yang ditekankan itu cara merawatnya. Misalkan sebelum dipakai, dilumasi, perlu pemanasan, cek secara berkala soal oli dan pendinginnya. Kemudian setelah dipakai, dilap bersih dan dikasih oli. Itu yang kadang-kadang terlupakan," ungkap Sutrisno.
  • Siswa Diklat Mekanik Solo Technopark Dilatih Kerja Tim

    Solo Technopark membekali pengetahuan permesinan peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik dengan pengajaran teori dan praktik. Mereka pun dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Selain menguasai operasional mesin, siswa juga dilatih kerja tim dengan harapan bisa terampil dan profesional di industri manufaktur.

    Kemampuan bekerjasama dalam sebuah tim, menurut Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno merupakan salah satu nilai ditanamkan pada peseta Diklat Mekanik. Ini penting, mengingat dalam dunia industri, sebuah pekerjaan tak bisa dilakukan sendiri, melainkan turut melibatkan orang lain.

    “Kerja tim dan bagaimana harus berinteraksi dengan orang, itulah nilai-nilai yang ditanamkan. Jadi, kami juga melakukan pendampingan ke siswa. Target kami lulusan bisa terserap industri,” ujarnya.

    Penguasaan mesin maupun mampu bekerjasama dalam tim memang menjadi modal berharga bagi peserta Diklat untuk bisa terampil dan profesional di industri mekanik. Selain itu, mereka juga dituntut disiplin serta punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.  

    Sementara guna mengasah keterampilan, Solo Technopark memfasilitasi satu unit mesin untuk satu siswa saat praktik. Demikian pula guna memotivasi peserta Diklat, pihak manajemen juga menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi.

    “Kami siapkan satu mesin satu siswa agar mereka benar-benar menguasai. Waktu Diklat perminggu 40 jam, dihitung dari praktik dan teori. Sementara untuk kurikulumnya mengikuti industri,” ungkap Sutrisno.

     

     
     
     
     
     
     
     
     
Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna