Diklat Mekanik dan Diklat Inkubator

  • Apa Saja Persyaratan Ikut Inkubator Bisnis dan Teknologi 

     
    Solo Technopark berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan berkualitas lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan. Salah satunya adalah program Inkubator Bisnis dan Teknologi (INBISTEK). INBISTEK telah resmi dibuka pada 2016 silam.
     
    Program inkubator diadakan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneur) para lulusan perguruan tinggi, generasi muda dan pebisnis baru lainnya di wilayah Surakarta. Sehingga harapannya, keluaran Program Inkubator Bisnis ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja. 
     
    Bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), program ini menawarkan pembinaan, pendampingan, pengembangan produk, serta membantu memberikan pelatihan manajemen produksi kepada peserta. Selain itu, Kemenristekdikti juga memberikan sokongan dana untuk penyelenggaran program inkubator.
     
    Mengingat tak semua orang yang ingin berwiraswata memiliki pengetahuan yang cukup, Solo Technopark membagi program ini menjadi dua kategori yaitu Program Prainkubasi dan Inkubasi. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mencetak wiraswasta yang mumpuni. Namun dua program itu memiliki sasaran dan cakupan yang berbeda. 
     
    Prainkubasi
    Program prainkubasi lebih ditujukan untuk pengusaha atau calon pengusaha yang sudah memiliki ide usaha tetapi belum memiliki perencanaan matang. Dalam program ini, peserta akan diberi pelatihan mengembangkan dan menguji ide bisnis menjadi business plan hingga menghasilkan prototype (Purwarupa) yang siap jual. 
     
    Program ini berlangsung selama tiga bulan. Satu bulan pertama, peserta mendapat pelatihan teknologi produksi dan pengolahan organisasi bisnis, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan rencana bisnis. Selanjutnya dua bulan berikutnya untuk menghasilkan purwarupa produk dan mengujinya di pasaran. Setelah prainkubasi selesai, peserta bisa melanjutkan dengan mengikuti program inkubasi. 
     
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
     
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Memiliki ide bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Inkubasi
    Program ini merupakan kelanjutan dari program prainkubasi. Namun, peserta bisa saja langsung masuk program inkubasi tanpa melalui prainkubasi, jika sudah memiliki business plan yang matang. 
     
    Materi yang diberikan di program ini fokus pada pengembangan usaha. Selama masa inkubasi, STP hanya berperan sebagai pendamping. Peserta akan dibantu dalam legalisasi dan komersialisasi usaha. Siswa juga dilatih mengevaluasi dan memonitor usahanya. Sehingga selepas mengikuti program inkubator, peserta diharapkan menjadi pengusaha mandiri dan siap bersaing di pasaran. 
     
    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
    1. Usia maksimal 35 tahun
    2. Mengajukan proposal bisnis
    3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
    4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
     
    Pendaftaran program ini hanya dibuka setahun sekali. Peserta yang berhasil lolos mengikuti program tersebut nantinya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. 
  • Diklat  Solo Technopark Buka Pendaftaran Siswa Baru, Dijamin Lulus Langsung Kerja

     

    Bingung setelah lulus SMA/ SMK mau meneruskan dimana? Solo Technopark membuka pelatihan singkat (diklat) buat kamu yang suka dengan dunia permesinan. Tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan, diklat ini juga menyalurkan lulusannya bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki ikatan kerjasama dengan STP. Menarik bukan?

    Setiap tiga bulan sekali, Solo Technopark akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk diklat. Nantinya, peserta diklat harus menjalani pelatihan selama 9 bulan.

    "Tiga bulan pertama peserta mendapatkan pelatihan basic-nya yang terdiri dari bubut, milling, grinding, gambar teknik, dan las. Kalau itu lolos, baru boleh masuk ke lima jurusan, yaitu mekanik manufaktur, mekanik welding, mekanik garment, otomasi manifaktur, kemudian desain manifaktur," papar Sutrisno, PLT Kepala Divisi Diklat pada Senin (6/11/2017).

    Setelah tiga bulan, peserta didik lanjut melaksanakan magang. Saat magang itu, mereka biasanya sudah langsung dipekerjakan oleh perusahaan yang membutuhkan. "Mereka  lulusnya tidak bersamaan. Ada yang empat bulan, lima bulan, tujuh bulan, mereka sudah diambil kerja sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.

    Pelatihan ini memang terdiri dari 75 persen praktek dan 25 persen teori. Tak heran, jika peserta didik dapat menjadi tenaga kerja terampil dalam waktu relatif singkat.

    Namun memiliki keterampilan saja tidaklah cukup untuk menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif seperti saat ini. Untuk itu, diklat juga membekali siswa dengan

    softskill. "Kami beri tahu bagaimana cara berkomunikasi, berinteraksi dalam kerja tim dan pola-pola kerja. Harus terampil dan disiplin," tutupnya.

     

  • Siswa Diklat Juga Diajarkan Merawat Mesin Industri Agar Tetap Awet

     
    Mesin ibarat nyawa dalam sebuah industri. Agar proses produksi lancar, diperlukan peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi harus selalu dirawat secara teratur dan terencana.
     
    Bagi tenaga ahli mesin industri dituntut tidak hanya paham bagaimana mengoperasikannya, tapi juga merawatnya. Diklat Solo Technopark selaku penyelenggara pendidikan di bidang mesin manufaktur juga membekali anak didiknya dengan pengetahuan bagaimana merawat mesin industri agar tetap awet.
     
    Bahkan mereka dibiasakan untuk berhati-hati dan membersihkannya sebelum dan sesudah digunakan. Sehingga lulusan STP nantinya diharapkan terbiasa dengan pola kerja yang baik seperti itu. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, Sutrisno.
     
    Sutrisno mengklaim bahwa kebanyakan orang bisa membeli mesin tapi tidak bisa merawatnya. Hal tersebut bisa berakibat fatal karena dapat mempengaruhi konsistensi kualitas produk yang dihasilkan.
     
    "Kebanyakan orang-orang, itu bisa beli tapi tidak bisa merawat. Yang ditekankan itu cara merawatnya. Misalkan sebelum dipakai, dilumasi, perlu pemanasan, cek secara berkala soal oli dan pendinginnya. Kemudian setelah dipakai, dilap bersih dan dikasih oli. Itu yang kadang-kadang terlupakan," ungkap Sutrisno.
  • Solo Technopark Buka Pendaftaran Diklat Secara Online

    Solo Technopark kembali membuka pendaftaran program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Kali ini Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu membuka Diklat Mekanik dan Diklat Inkubator Bisnis secara online.

    Pendaftaran lewat dunia maya, menurut staf bagian kerjasama Solo Technopark, Agus Andrianto dibuka mulai 10 Oktober 2017. Peminat program ini bisa mengakses informasi maupun pendaftaran di situs http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/

    Adapun program Diklat Mekanik terbuka bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat, sedangkan Diklat Inkubator Bisnis dibuka untuk umum. Diklat Inkubator Bisnis sendiri ada dua program, yakni Prainkubator Bisnis dan Teknologi serta Inkubator Bisnis dan Teknologi.

    “Inkubator Bisnis dan Teknologi bagi tim yang sudah punya usaha dan sudah jalan. Nantinya ada mentoring untuk skill up perkembangan bisnis mereka. Sedangkan yang Prainkubator Bisnis dan Teknologi ditujukan bagi mereka yang baru punya ide atau konsep tentang bisnis berbasis teknologi atau start up,” jelas Agus Andrianto.    

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna