industri garment

  • Lulusan Sekolah Menengah Lirik Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark  

    Solo Technopark memiliki beberapa program pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis keterampilan di bidang industri. Dengan sejumlah keunggulan dimiliki, banyak lulusan sekolah menengah atas ataupun sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) melirik program itu, salah satunya Diklat Mekanik Garmen.

    Solo Technopark membuka enam program Diklat, yakni Otomasi, Las Darat, Las dalam Air, Desain Mekanik, Mekanik Garmen serta Mekanik Manufaktur. Tercatat sekira 30 persen peserta, menurut instruktur setempat, Agus Jatmiko masuk ke program Diklat Mekanik Garmen. Tingginya minat siswa tak lepas dari cukup prospektifnya peluang kerja di industri garmen.

    “Pelatihan ini menyiapkan SDM (sumber daya manusia) yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin-mesin pendukung produksi lainnya. Selain itu, mereka juga bisa terjun di perusahaan-perusahaan distributor mesin,” terangnya.

    Diklat ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya tiga bulan terakhir mereka mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.

    Siswa bisa magang di beberapa perusahaan garmen sekitar Soloraya seperti PT Danliris, PT Libra Wonogiri ataupun PT Dewi Samudera Karanganyar. Banyak hal dapat dipelajari dari kegiatan ini, sehingga selain bisa memraktikkan pengetahuannya, mereka juga mendapatkan pengalaman baru di dunia kerja.

  • Mengenal Sekilas Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark

    Industri garmen seolah tak ada matinya. Tidak heran jika akhirnya banyak tenaga terampil dibutuhkan untuk turut berkiprah di dalamnya. Peluang inipun ditangkap Solo Technopark dengan menggelar program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Garmen demi mempersiapkan calon-calon tenaga kerja andal dan kompeten.

    Ya, mekanik garmen merupakan salah satu program ditawarkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu, selain DiklatOtomasi, Las Darat, Las dalam Air, Desain Mekanik serta Mekanik Manufaktur. Sejauh ini, Diklat Mekanik Garmen cukup diminati masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/sederajat.

    Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko, mengutarakan pelatihan dirancang guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan profesional di bidang permesinan garmen. Peserta dididik menjadi teknisi mesin garmen andal yang nantinya akan terjun di perusahaan-perusahaan terkait.

    “Pelatihan mekanik garmen untuk mempersiapkan SDM yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen,” ujarnya, Senin (16/10/2017).

    Program Diklat ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.

    Khusus di tingkat applied, peserta mendapat pelatihan tentang perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi garmen. Ada empat jenis mesin dipelajari dalam Diklat, yakni mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras dan mesin overdeck.         

  • Peserta Diklat Mekanik Garmen Dibekali Keterampilan Perawatan Mesin Jahit

     
    Sejumlah peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Garmen Solo Technopark mendapat pembekalan keterampilan lewat pengajaran teori dan praktik. Selama sembilan bulan mereka ditempa menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Siswa pun diharapkan bisa menguasai teknis perawatan dan perbaikan mesin jahit agar bisa diaplikasikan di industri garmen.
     
    Selama pelaksanaan program Diklat banyak materi diajarkan kepada peserta, dalam hal ini para lulusan SMA/SMK/sederajat. Khusus di tingkat applied, menurut Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko, siswa mendapat pembelajaran serta pelatihan mesin produksi. Mereka dilatih keterampilan merawat dan menangani kerusakan mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin pendukung lainnya.
     
    “Pelatihan mempersiapkan SDM yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin-mesin pendukung produksi lainnya,” kata dia.
     
    Lewat pembekalan keterampilan ini, peserta Diklat Mekanik Garmen diharapkan bisa andal dan kompeten dalam pengelolaan mesin garmen. Sebagai mekanik, mereka dituntut sigap mengatasi permasalahan manakala terjadi gangguan proses produksi seperti kerusakan mesin.
     
    “Ketika ada trouble harapannya langsung dapat diatasi, sehingga tidak mengganggu alur produksinya. Setelah sembilan bulan Diklat diharapkan mereka tersalurkan kerja dan menjadi mekanik terampil dan profesional,” ujar Agus Jatmiko.   
     
    Dalam pelaksanaan program Diklat Mekanik Garmen, peserta mendapat berbagai pengetahuan terkait perawatan dan perbaikan mesin produksi garmen. Sementara guna menunjang keterampilan, Solo Technopark menyediakan setidaknya empat jenis mesin untuk kegiatan praktik, yakni mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras dan mesin overdeck.            
  • Siswa Diklat Mekanik Garmen Diharapkan Cekatan dalam Perbaikan Mesin

    Solo Technopark membekali pengetahuan permesinan peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Garmen lewat pengajaran teori maupun praktik. Selama kegiatan, mereka digembleng menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Dengan begitu harapannya bisa menjadi tenaga terampil dan profesional serta cekatan dalam perbaikan mesin industri garmen.

    Diklat Mekanik Garmen merupakan bentuk upaya Solo Technopark guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal, khususnya di industri garmen. Siswa dilatih menjadi mekanik untuk penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen.

    Selama mengikuti program, dikatakan Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko, siswa dilatih andal dalam penanganan berbagai kerusakan mesin. Mereka dituntut sigap mengatasi kendala yang terjadi, sehingga tidak mengganggu proses produksi.

    “Harapannya siswa bisa terampil, cekatan dalam perbaikan mesin, mampu kerja tim dan punya loyalitas terhadap industri. Ketika ada trouble (permasalahan) harapannya langsung dapat diatasi, sehingga tidak mengganggu alur produksinya,” ujar dia.  

    Penguasaan mesin maupun mampu bekerjasama dalam tim memang menjadi modal berharga bagi peserta Diklat untuk bisa terampil dan profesional di industri garmen. Selain itu, mereka juga dituntut disiplin serta punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.  

    Program Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark harus ditempuh siswa dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan    

     

  • Solo Technopark Beri Kesempatan Masyarakat Ikuti Diklat Mekanik Garmen

    Di era sekarang, dunia kerja menuntut seseorang memiliki kompetensi lebih. Tak heran jika banyak perusahaan besar hanya menerima karyawan sesuai kualifikasi disyaratkan. Atas dasar itu pulalah Solo Technopark memberi kesempatan masyarakat mengikuti sejumlah program pendidikan dan pelatihan (Diklat), salah satunya mekanik garmen.   

    Tak bisa dipungkiri kebutuhan tenaga terampil, khususnya teknisi mesin produksi garmen terbilang tinggi. Melihat peluang ini, instruktur setempat, Agus Jatmiko, menyatakan Solo Technopark berupaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal di industri garmen lewat program Diklat. Dengan begitu kebutuhan tenaga terampil di bidang teknisi mesin garmen bisa dipenuhi dari hasil pelatihan.   
     
    “Pelatihan ini menyiapkan SDM yang ke depan akan menjadi mekanik di perusahaan garmen. Mereka nantinya akan merawat dan memperbaiki mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin-mesin pendukung produksi lainnya,” kata dia.
     
    Diklat berlangsung selama sembilan bulan, diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri garmen tentang tenaga mekanik andal dengan penguasaan perawatan dan perbaikan mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras serta mesin overdeck. 
     
    Program Diklat Mekanik Garmen dirancang guna memberikan bekal teknis masyarakat sebagai teknisi mesin garmen agar memudahkan operasional jika terjadi permasalahan. Dengan pembekalan keterampilan ini diharapkan segala jenis kerusakan bisa diidentifikasi dan ditangani lebih gampang.
     

    “Harapannya siswa bisa terampil, cekatan dalam perbaikan mesin, mampu kerja tim dan punya loyalitas terhadap industri. Ketika ada trouble (permasalahan) harapannya langsung dapat diatasi, sehingga tidak mengganggu alur produksinya,” tutur Agus Jatmiko.

    Solo Technopark membuka program Diklat Mekanik Garmen di mana proses pendaftaran bisa dilakukan secara online. Pendaftaran lewat dunia maya mulai dibuka pada 10 Oktober 2017. Selain mendaftar, lewat situs  http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/, peminat program juga bisa mengakses sejumlah informasi terkait persyaratan pendaftaran Diklat.

     

  • Solo Technopark Fasilitasi Kerja Peserta Diklat Mekanik Garmen

    Solo Technopark berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil dan berkualitas. Komitmen ini ditunjukkan dengan menggelar program pendidikan dan pelatihan (Diklat) di sejumlah bidang, termasuk memfasilitasi penyaluran kerja para peserta.

    Salah satu program Diklat mendapat sambutan antusias lulusan SMA/SMK/sederajat, yakni mekanik garmen. Diklat Mekanik Garmen merupakan bentuk upaya Solo Technopark mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal, khususnya di industri garmen. Siswa dilatih menjadi mekanik untuk penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin pendukung lainnya.

    Sejauh ini, diutarakan Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko sudah banyak peserta program terserap di industri garmen. Pihak manajemen memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan garmen, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah. Itu tak lepas dari komitmen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mengurangi angka pengangguran.

    Beberapa perusahaan tercatat menjadi tempat penyaluran kerja peserta Diklat Mekanik Garmen, yakni PT Dewi Samudera Kusuma, PT Pan Brothers, PT Sritex, PT Solo Kawistara Garmindo, PT Sari Warna Asli Garment, PT Jaya Asri Garmindo, PT Bali Nirwana Garments serta PT Mardohar Jakarta. Selain menjadi mekanik perawatan dan perbaikan mesin produksi di sejumlah perusahaan garmen, mereka juga bisa bekerja di perusahaan-perusahaan distributor mesin.  

    “Setelah sembilan bulan Diklat diharapkan para peserta bisa tersalurkan kerja. Mereka disalurkan ke perusahaan-perusahaan garmen di wilayah Soloraya dan luar daerah. Peluang kerja mekanik garmen memang cukup prospektif, selain di industri garmen, pengguna juga di distributor mesin,” jelas Agus Jatmiko.  

     

Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna