welding underwater

  • Apa Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Under Water Wet Welding di Solo Technopark

     
    Under Water Wet Welding termasuk program pelatihan unggulan di Solo Technopark. Diklat ini dikhususkan untuk melatih tenaga spesialis pengelasan dalam air.  
     
    Masa pelatihan ini terbilang cukup singkat yakni 2 bulan. Selama itu, siswa akan mempelajari teknik pengelasan dalam air, mulai dari tarik basic, batch joint, 1F dan 2F. Dalam kegiatan belajar, siswa akan difasilitasi perlengkapan las bawah air dan kolam berstandar internasional dengan ukuran 8 x 8 meter dan kedalaman 10 meter. 
     
    Pelatihan ini menerapkan kurikulum pendidikan Jerman, dengan 75 persen praktek dan 25 persen teori. Sehingga, para siswa dipastikan handal dalam mengerjakan pengelasan hampir di semua situasi dan lokasi, bahkan di laut gelap sekalipun. Lulusan program diklat ini nantinya dapat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan pengeboran minyak di laut. 
     
    Biaya Pendidikan
    Biaya kursus pendidikan pengelasan bawah air yang dibebankan kepada siswa yaitu Rp 20 juta.  Biaya tersebut dapat diangsur sebanyak dua kali.
     
    Persyaratan
    Untuk mengikuti program pelatihan ini, berikut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh siswa:
    1. Fotocopy ijazah terakhir, minimal SMK/ SMA/sederajat yang telah dilegalisir (2 lembar)
    2. Fotocopy KTP (2 lembar)
    3. Surat keterangan sehat dari dokter
    4. Foto diri ukuran 3x4 dan 4x6 berwarna (masing-masing 2 lembar)
    5. Memiliki sertifikat penyelaman
     
     
     
     
     
     
     

     

  • Beginilah Peluang Mengais Rezeki di Dalam Air

     
    Peluang kerja tukang las dalam air tidak sebanyak tukang las di darat. Kendati demikian, gaji tukang las dalam air memang relatif lebih tinggi. Demikian kata Erwin, instruktur diklat Under Water Wet Welding Solo Technopark.
     
    "Peminatnya di dunia industri Indonesia saya pikir masih minim. Tidak sebanyak tukang las di darat. Yang susah itu cari lowongannya dan link karena tidak semua perusahaan membutuhkan," ungkapnya.
     
    Menurut Erwin, sedikitnya peluang kerja bagi tukang las dalam air karena pihak industri sendiri tidak setiap waktu membutuhkan keahlian tukang las dalam air. "Disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak setiap saat dibutuhkan. Mereka butuh yang sifatnya emergency karena ini sifatnya emergency. Sesuatu yang cepat dan penanganannya benar. Underwater tidak bisa selalu bikin bangunan baru atau produk baru," jelasnya.
     
    Erwin mengaku kebanyakan siswa yang tertarik mengikuti program pelatihan underwater wet welding sudah memiliki pekerjaan atau koneksi di perusahaan yang membutuhkan tukang las dalam air. "Rata-rata freelance dan sudah berpengalaman bekerja," kata dia.
     
    Karena peluangnya kerja di Indonesia masih minim, lulusan tukang las dalam air pun akhirnya membidik kesempatan kerja di luar negeri. "Ada. Dari kita yang bekerja di luar negeri banyak. Tapi setidaknya mereka laku," tutur Erwin. 
     
     
  • Diklat Las Dalam Air Solo Technopark Ternyata Diminati Kaum Wanita

     
    Mengelas besi atau dalam istilah teknik disebut welding memang kebanyakan dikerjakan oleh laki-laki. Namun Solo Technopark tidak menutup kesempatan bagi wanita yang ingin mengikuti program diklat mekanik.
     
    Dewi, marketing Diklat Solo Technopark bercerita pernah menerima siswa perempuan untuk program pelatihan underwater wet welding atau pengelasan dalam air. "Dulu ada yang cewek juga dari UGM. Dia hobinya selam, dia searching di internet, pekerjaan apa yang dia senang dan dapat menghasilkan duit. Itu sekitar dua tahun yang lalu, satu-satunya wanita," ceritanya. 
     
    Dalam proses pembelajaran, staff pengajar pun tidak membeda-bedakan dengan siswa laki-laki. Setiap peserta didik mendapatkan perlakuan yang sama selama mengikuti pelatihan underwater wet welding
     
    "Tidak dibedakan. Dalam satu bulan, pengelas harus dipastikan mahir. Kemudian sekitar satu bulan, itu full di dalam kolam," kata Erwin, instruktur diklat Under Water Wet Welding Solo Technopark.
     
    Selama dua bulan pelatihan, peserta diharuskan menguasai 4 materi, yaitu basic, batch joint, 1F dan 2F. Sehingga ketika lulus, peserta dipastikan benar-benar siap memasuki dunia kerja.
  • Ingin Punya Penghasilan Tinggi dari Hobi Menyelam? Ikuti Diklat Under Water Wet Welding

    Kebanyakan orang berkeinginan memiliki pekerjaan sesuai hobi. Dengan begitu, mereka akan merasa pekerjaan bukanlah sebagai sebuah beban.

    Nah, bagi yang punya hobi menyelam bisa mencoba pekerjaan satu ini, yaitu tukang las bawah laut (under water welding). Pekerjaan seorang under water welding ini adalah memperbaiki sesuatu seperti di pertambangan lepas pantai  dan kapal besar.

    Itu bukanlah pekerjaan yang mudah.Mereka harus siap tersetrum hingga

    menghadapi ledakan bawah lalu. Namun risiko tinggi itu berbanding lurus dengan gaji yang diperoleh under water welding. Berdasarkan payscale (2/11/2016), gajinya ditaksir sekitar USD 58 ribu per tahun atau Rp 771 juta.

    Untuk mengetahui lebih jauh tentang profesi under water welding, Solo Technopark (STP) membuka pelatihan Under Water Wet Welding. Solo Technopark merupakan pertama dan satu-satunya tempat yang membuka pelatihan under water wet welding di Indonesia.

    Masa pelatihan ini pun terbilang cukup singkat yakni sekitar 2 bulan. Meski begitu, pelatihan under wet welding lebih intensif jika dibanding pelatihan lain yang diadakan oleh STP.

    Untuk prakteknya, STP sediakan kolam berstandar internasional dengan ukuran 8×8 meter dan kedalaman 10 meter. Nanti akan didampingi oleh para instruktur yang merupakan tenaga ahli dari ATMI dan alumni STP.

    Adapun persyaratannya, peserta yang akan mengikuti pelatihan ini harus sudah punya sertifikasi selam. "Nah, cari sertifikat selam itu bisa di POSSI atau PADI. Itu cari sendiri," kata Dewi, Staf Marketing Solo Technopark.

    Selain itu, harus memiliki KTP Solo untuk peserta yang mendaftar program beasiswa. Namun, program beasiswa tersebut hanya ada sekitar 1 tahun sekali. Jika tanpa beasiswa, peserta dikenakan biaya pelatihan sebesar Rp 20 juta. Mahal memang, tapi biaya ini sepadan dengan pelatihan dan hasil yang didapat, mengingat pekerjaan ini masih sangat dibutuhkan. "Ini termasuk proyek langka dan mahal," tegas Dewi.

     

     

  • Tenaga Ahli Lulusan Solo Technopark Diminati Industri Luar Negeri

     
    Kepala Divisi Diklat Mekanik Solo Technopark (STP), Sutrisno mengatakan tenaga ahli yang lulus dari lembaga pendidikannya cukup diminati oleh industri luar negeri. Salah satunya yaitu dari perusahaan multinasional ternama dari Jepang, Komatsu.
     
    "Saat ini, sedang ada permintaan ke Jepang dari Komatsu. Karena tahu STP tempat pelatihan ini, mereka membutuhkan tenaga ahli yang bisa welding (mengelas) kemudian kedua mekanik manufaktur, yang bisa bubut sama milling," jelasnya.
     
    Menurut Sutrisno, banyak peserta didiknya yang antusias untuk bekerja di perusahaan tersebut. Namun, mereka harus melewati tahap seleksi yang cukup ketat terlebih dulu sebelum diterima di Komatsu. 
     
    Bagi STP sendiri, ini bukan pertama kalinya peserta didiknya diminta oleh industri Jepang. Tahun kemarin, setidaknya ada 6 lulusan diklat STP yang sudah bekerja di perusahaan Jepang. 
     
    Solo Technopark sendiri merupakan pusat vokasi dan inovasi teknologi, pusat riset teknologi terapan di Kota Surakarta. STP memberikan layanan pendidikan bidang industri, inkubator bisnis, jasa produksi dan penelitian, pengembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), meningkatkan daya saing dan kinerja dunia usaha dan industri, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperluas lapangan pekerjaan melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
     
    Melalui pendidikan dan pelatihan, diklat mekanik STP telah menghasilkan lulusan ribuan tenaga ahli. Selain mendapatkan sertifikasi, lulusan diklat ini juga langsung dapat bekerja di ratusan industri yang bekerja sama STP. 
Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna