start up

  • Fasilitas Lengkap Jadi Daya Tarik Program Inkubator

    Ada banyak alasan para pelaku bisnis start up untuk mengikuti program inkubator Solo Technopark. Menurut Ryo N Cahyo, pemilik usaha Delivo, fasilitas lengkap merupakan salah satu hal yang membuatnya tertarik mengikuti program inkubator. 

    "Saya tertarik ikut proogram IBT Solo Technopark karena menawarkan fasilitas lengkap bagi start up business, baik kantor representatif, pelatihan, networking, termasuk permodalan," kata dia. 
     
    Sederet fasilitas tersebut cukup membantunya dalam menghadapi permasalahan selama menjalankan bisnis layanan pesan-antar oleh-oleh. Ryo sendiri telah bergabung ke dalam program inkubator sejak tahun 2016. Ia yakin usahanya akan semakin berkembang setelah mengikuti program inkubator.
     
    "Kami yakin delivo sangat prospek dan diminati banyak pihak. Terbukti, banyaknya mitra usaha yang menginginkan kerjasama dengan kami," lanjutnya. 
    Ryo mengaku saat ini masih terus berupaya melakukan invoasi untuk dapat bersaing dengan kompetitor yang memiliki modal lebih besar. Kedepannya, ia berencana untuk meningkatkan aksesibilitas agar pengguna semakin mudah mendapatkan layanan Delivo. 
     
    "Ke depan layanan kami makin mempermudah setiap orang untuk mendapatkan oleh-oleh yang diinginkan. Dengan layanan mobile apps, website, dan sosial media delivo, solusi pesan-antar oleh-oleh se-Nasional lebih mudah, murah dan cepat," ungkapnya. 
     
  • Lewat Program Inkubator, Pelaku Startup Dibantu Dapatkan Modal Usaha

     
    Solo Technopark (STP) terus berkomitmen mendorong perkembangan startup dalam negeri. STP sendiri telah meluncurkan program inkubasi bisnis bagi startup berbasis digital. Hingga kini, Technopark yang terletak di jalan Ki Hajar Dewantara Kentingan, Jebres, Surakarta ini sudah melakukan pendampingan wirausaha terhadap lebih dari 100 pelaku bisnis, yang mana sebagian besar berasal dari Solo.
     
    Dalam upaya menumbuhkembangkan bisnis, pelaku startup biasanya terkendala masalah modal. Untuk itu, STP bekerjasama dengan Kemenristekdikti siap memberikan dana stimulan hingga ratusan juta rupiah. 
     
    Seperti pertengahan tahun ini, misalnya, program inkubator menyiapkan dana hingga Rp 300 juta untuk membiayai bisnis rintisan startup masyarakat Indonesia, khususnya warga Solo. Besarnya modal yang akan diberikan oleh pelaku bisnis, tergantung pada proposal anggaran yang diajukan calon tenant (penyewa) sewaktu proses seleksi. 
    "Jadi sebelum ikut pelatihan, tenant sudah punya rencana anggaran biaya. Jadi segala kebutuhan-kebutuhan sudah tertuang di sana, termasuk juga mentor," ujar salah satu staff inkubator Solo Technopark. 
     
    Begitu proposal pembiayaan startup calon tenant lolos seleksi, pihaknya akan melakukan pendampingan hingga dua tahun. Para pelaku bisnis yang berhasil gabung program inkubator akan diajarkan hal yang fundamental oleh mentor yang merupakan praktisi bisnis dan pakar digital. Mulai dari menajemen, strategi marketing, target produksi hingga mencari investor. 
     
    Adapun untuk mengikuti program inkubator STP ini terbilang cukup mudah. Yaitu pelaku startup tinggal mengajukan proposal bisnisnya dan melengkapi data diri di formulir pendaftaran. Bagi yang belum memiliki bisnis tetapi memiliki konsep atau rancangan bisnis, dapat juga mendaftar program ini. 
  • Solo Technopark Bantu Startup Daftarkan Hak Paten Produk

     
    Bagaimana rasanya jika sudah bersusah payah membuat karya inovatif tapi kemudian dijiplak oleh pihak lain? Masalah ini bisa dialami oleh perusahaan di segala bidang industri, termasuk perusahaan rintisan (startup). Oleh karena itu, Solo Technopark (STP) siap membantu pelaku bisnis yang ingin mengurus Hak Kekayaan Intektual (HKI) lewat program inkubator (IBT). 
     
    "Untuk hak paten atau HKI, kita juga akan membantu dan melakukan pendampingan di sana juga. Misalkan saja mengenai merek, nanti kita didaftarkan ke HAKI," kata staff inkubator STP.
     
    Bagi startup yang masih memulai tahap awal bisnis, sangat penting melindungi karya mereka melalui HKI. Pasalnya, HKI tidak hanya mampu melindungi dari pembajakan, tetapi juga dapat melarang pihak lain menggunakan HKI tanpa seizin pemiliknya. Hal tersebut disebabkan sistem pendaftaran HKI diberikan kepada pihak yang pertama kali mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal HKI (Dikjen HKI). Karena itu, sangat penting untuk mendaftarkannya sejak awal. 
     
    Bagi yang melanggar HKI, akan dikenakan Undang-Undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014. HKI sendiri dibagi menjadi dua yaitu hak cipta dan hak kekayaan industri yang meliputi hak paten, merek dagang dan lainnya.
     
    Selain mengurus perihal HKI, Solo Technopark juga akan mendampingi pengurusan legalitas perusahaan rintisan milik para tenant (penyewa). "Jika si tenant-nya belum terdaftar sebagai PT ataupun CV, kita punya link untuk mendaftarkan itu. Tetapi, jika tenant-nya sudah punya perusahaan, kita tinggal mengontrolnya saja," imbuhnya. 
     

     

  • Solo Technopark Berencana Tambahkan Fasilitas Mewah untuk Co-Working Space

     
    Solo Technopark (STP) berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital dengan cara melakukan berbagai terobosan. Tak hanya dengan membuka program inkubator bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang potensial, STP juga menyediakan co-working space luas untuk pebisnis start up. 
     
    "Co-working space itu sebenarnya dirancang buat nongkrong para pebisnis," jelas Mahfud, pegawai Solo Technopark. Dia pun menambahkan bahwa rencananya ke depannya STP akan menambahkan berbagai fasilitas mewah untuk mendukung kebutuhan para perintis bisnis. 
     
    Kata dia, salah satu fasilitas yang akan ditambahkan yaitu laptop. Sehingga pebisnis start up tinggal dan datang dan menggunakan laptop yang disediakan oleh STP untuk bekerja. "Yang saya dengar, akan ada laptop terus nanti ada presensinya," paparnya. 
     
    Sejauh ini, co-working space sudah memiliki fasilitas yang menarik. Di antaranya, ruangan yang luas, proyektor untuk presentasi, serta internet. Desain ruangannya juga sangat modern dan nyaman sehingga pebisnis bisa asyik mengobrol layaknya di cafe-cafe mewah. 
Anda disini: Home
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna