Solo Technopark Komitmen Entaskan Pengangguran

Jumlah lapangan kerja yang tak sebanding dengan banyaknya pencari kerja menuntut masyarakat punya nilai kompetitif. Salah satu bekal wajib dimiliki adalah soft skill. Melihat fenomena ini, Solo Technopark berkomitmen mengentaskan pengangguran lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Setidaknya ada enam program Diklat saat ini tengah dikembangkan, yakni Diklat Otomasi, Diklat Desain Mekanik, Diklat Mekanik Garmen, Diklat Mekanik Manufaktur, Diklat Las Darat dan Diklat Las dalam Air. Dengan cara ini diharapkan Solo Technopark bisa turut berperan dalam mengembangkan keahlian.

Sebagaimana diutarakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, salah satu target institusi adalah mengentaskan pengangguran. Dalam hal ini membekali para lulusan SMA/SMK dengan keterampilan di bidang industri.

Salah satu program mendapat respon positif masyarakat, yakni Diklat Mekanik Manufaktur. Program pembelajaran ini dilaksanakan selama sembilan bulan. Adapun tiga bulan pertama adalah tahap pembelajaran basic, tiga bulan berikutnya masuk ke tahap applied dan tiga bulan terakhir siswa akan mengikuti program magang.

“Targetnya adalah mengentaskan pengangguran. Di Diklat Mekanik lama pendidikan sembilan bulan. Tiga bulan basic, tiga bulan applied dan tiga bulan magang,” kata Sutrisno.

Lulusan program Diklat bisa berkarir di sejumlah perusahaan industri besar seperti perusahaan manufaktur, otomotif maupun konstruksi. Saat ini tercatat sudah ada beberapa perusahaan bermitra dengan Solo Technopark seperti PT Solo Energy Indonesia, PT Entri Jaya Makmur dan PT PAL Indonesia. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) inipun siap menyalurkan lulusannya ke sejumlah perusahaan mitra.