Siswa Diklat Manufaktur Solo Technopark Diharapkan Kuasai Mesin Bubut

 

Solo Technopark menggembleng peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manufaktur lewat pengajaran teori dan praktik. Hal ini dilakukan tak lain demi mencetak tenaga-tenaga terampil dan kompeten. Siswa pun diharapkan bisa menguasai mesin bubut agar bisa diaplikasikan di dunia kerja.

Banyak hal dipelajari peserta Diklat selama menimba ilmu di Solo Technopark. Khusus tingkat basic, siswa mendapat pembelajaran serta pelatihan operasional mesin bubut. Mereka, menurut Instruktut Mesin Bubut Diklat Manufaktur Solo Technopark, Mulyanto, dilatih membuat beberapa part, di antaranya handle tap.   

Lewat pembekalan keterampilan ini, peserta program Diklat diharapkan bisa memroduksi benda-benda berpenampang silindris. Siswa juga dituntut mampu mengetahui cara menghitung RPM, termasuk menghitung feeding atau gerakan otomatis untuk menentukan kehalusan.

“Siswa dilatih membuat part, misalnya handle tap. Mereka juga diharapkan tahu cara menghitung RPM dan menghitungfeeding,” kata Mulyanto.        

Mesin bubut sendiri merupakan jenis mesin perkakas di mana dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan potong pahat untuk menyayat benda kerja tersebut. Mesin ini merupakan salah satu sarana proses produksi yang dipakai untuk membuat benda kerja berbentuk silindris.

Mengingat termasuk jenis mesin manual, dibutuhkan keterampilan operator untuk membuat benda yang benar-benar silindris. Saat ini mesin bubut merupakan mesin perkakas yang memiliki populasi terbesar di dunia jika dibanding mesin lain sepertimilling dan drill.

 

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita Siswa Diklat Manufaktur Solo Technopark Diharapkan Kuasai Mesin Bubut
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna