Siswa Diklat Mekanik Garmen Diharapkan Cekatan dalam Perbaikan Mesin

Solo Technopark membekali pengetahuan permesinan peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik Garmen lewat pengajaran teori maupun praktik. Selama kegiatan, mereka digembleng menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Dengan begitu harapannya bisa menjadi tenaga terampil dan profesional serta cekatan dalam perbaikan mesin industri garmen.

Diklat Mekanik Garmen merupakan bentuk upaya Solo Technopark guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal, khususnya di industri garmen. Siswa dilatih menjadi mekanik untuk penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen.

Selama mengikuti program, dikatakan Instruktur Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark, Agus Jatmiko, siswa dilatih andal dalam penanganan berbagai kerusakan mesin. Mereka dituntut sigap mengatasi kendala yang terjadi, sehingga tidak mengganggu proses produksi.

“Harapannya siswa bisa terampil, cekatan dalam perbaikan mesin, mampu kerja tim dan punya loyalitas terhadap industri. Ketika ada trouble (permasalahan) harapannya langsung dapat diatasi, sehingga tidak mengganggu alur produksinya,” ujar dia.  

Penguasaan mesin maupun mampu bekerjasama dalam tim memang menjadi modal berharga bagi peserta Diklat untuk bisa terampil dan profesional di industri garmen. Selain itu, mereka juga dituntut disiplin serta punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.  

Program Diklat Mekanik Garmen Solo Technopark harus ditempuh siswa dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Baru pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied) siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan