Solo Technopark Sesuaikan Kurikulum Diklat Mekanik dengan Kebutuhan Industri

 
Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, Sutrisno menyampaikan kurikulum yang diterapkan kepada peserta didik Diklat Mekanik menyesuaikan kebutuhan industri. Sehingga lulusan Diklat Solo Technopark bisa terserap secara maksimal dalam dunia kerja.
 
"Kita ibaratnya menjemput bola. Kita tanyakan ke industri apa yang tengah dibutuhkan, misalnya orang yang bisa menggambar SOLID dan Autocad. Selama tiga bulan itu, ditekankan pada SOLID dan Autocad, akhirnya diterima di industri," jelas Sutrisno.
 
Sutrisno menambahkan, meskipun staff pengajar STP juga menguasai program modelling lain selain SOLID dan Autocad, namun hal tersebut tidak diberikan kepada siswa. Meski begitu, bukan berarti kurikulumnya tidak bagus. Menurutnya, itu hanya kurang efisien dan efektif untuk pelatihan yang harus ditempuh siswa dalam waktu yang relatif singkat yaitu 9 bulan.
 
"Jika kita ingin mengikuti kebutuhan industri, idealnya memang kita harus memiliki mesin, teknologi, dan pengajar yang bagus," kata Sutrisno. Ketiga hal tersebut telah disediakan oleh Solo Technopark. Siswa difasilitasi mesin industri manufaktur untuk praktek sehingga mereka benar-benar lihai dalam mengoperasikannya. 
 
Apalagi kurikulum diklat ini mengadopsi kurikulum pendidikan Jerman. Sebagaimana yang diketahui, Jerman merupakan negara yang perkembangan teknologi dan industrinya paling maju. Sehingga STP menerapkan sistem pendidikan 70 persen kerja praktek dan 30 persen teori. 
 
Untuk materi pembelajaran, STP selalu melakukan pembaharuan. "Kurikulum itu sering berubah-ubah. Kita lihat segmen industri arahnya kemana. Kalo kita mau suplai (SDM) ke industri bangunan, paling tidak anak-anak dikasih ilmu bangunan sedikit. Biar nanti pas dites, bisa diterima di industri bangunan," ungkapnya. 

 

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita Solo Technopark Sesuaikan Kurikulum Diklat Mekanik dengan Kebutuhan Industri
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna