Solo Technopark Bantu Startup Daftarkan Hak Paten Produk

 
Bagaimana rasanya jika sudah bersusah payah membuat karya inovatif tapi kemudian dijiplak oleh pihak lain? Masalah ini bisa dialami oleh perusahaan di segala bidang industri, termasuk perusahaan rintisan (startup). Oleh karena itu, Solo Technopark (STP) siap membantu pelaku bisnis yang ingin mengurus Hak Kekayaan Intektual (HKI) lewat program inkubator (IBT). 
 
"Untuk hak paten atau HKI, kita juga akan membantu dan melakukan pendampingan di sana juga. Misalkan saja mengenai merek, nanti kita didaftarkan ke HAKI," kata staff inkubator STP.
 
Bagi startup yang masih memulai tahap awal bisnis, sangat penting melindungi karya mereka melalui HKI. Pasalnya, HKI tidak hanya mampu melindungi dari pembajakan, tetapi juga dapat melarang pihak lain menggunakan HKI tanpa seizin pemiliknya. Hal tersebut disebabkan sistem pendaftaran HKI diberikan kepada pihak yang pertama kali mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal HKI (Dikjen HKI). Karena itu, sangat penting untuk mendaftarkannya sejak awal. 
 
Bagi yang melanggar HKI, akan dikenakan Undang-Undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014. HKI sendiri dibagi menjadi dua yaitu hak cipta dan hak kekayaan industri yang meliputi hak paten, merek dagang dan lainnya.
 
Selain mengurus perihal HKI, Solo Technopark juga akan mendampingi pengurusan legalitas perusahaan rintisan milik para tenant (penyewa). "Jika si tenant-nya belum terdaftar sebagai PT ataupun CV, kita punya link untuk mendaftarkan itu. Tetapi, jika tenant-nya sudah punya perusahaan, kita tinggal mengontrolnya saja," imbuhnya. 
 

 

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita Solo Technopark Bantu Startup Daftarkan Hak Paten Produk
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna