Benarkah Mengurus Hak Paten Ribet dan Mahal?

 
Kebanyakan pengusaha malas mendaftarkan Hak Kekayaan Intektual (HKI) lantaran proses yang berbelit-belit, waktu lama dan biaya mahal. Benarkah demikian?
 
Mengutip situs resmi HKI Indonesia, HKI.co.id, untuk mendaftarkan merek dagang, misalnya memang relatif cukup lama. Proses permohonan pendaftaran merek dari sejak tanggal penerimaan hingga tanggal pendaftaran memakan waktu sekitar 7 hingga 9 bulan. Hal ini sesuai dengan UU merek yang baru, UU no. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. 
 
Sebelumnya berdasarkan UU no. 15 tahun 2001 tentang Merek, jangka waktu pemroresan permohonan adalah sekitar 12 hingga 18 bulan. Namun pada prakteknya DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) kesulitan memenuhi jangka waktu tersebut, lantaran tingginya volume permohonan yang masuk tidak sebanding dengan tenaga pemeriksa yang dimiliki oleh DJKI. Sehingga secara umum, biasanya satu permohonan saat ini akan memakan waktu antara 18-24 bulan sampai terbitnya Sertifikat.
 
Para pengusaha tidak dapat mengambil tindakan hukum apapun terhadap pihak lain yang menggunakan mereknya tanpa ijin selama Sertifikat Merek belum terbit, namun jika sertifikat merek telah terbit dapat menuntut ganti kerugian atas pelanggaran merek yang dilakukan setelah tanggal penerimaan.
 
Adapun besarnya biaya permohonan merek yaitu Rp 2 juta. Sementara itu, masa perlindungan Hak Merek berlaku sampai 10 tahun. Setelah masa berlaku habis, pengusaha bisa memperpanjangnya.
Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita Benarkah Mengurus Hak Paten Ribet dan Mahal?
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna