80 Persen Peserta Diklat Las Dalam Air STP Berasal dari Luar Solo

 
Walaupun tidak memiliki laut, Kota Solo memiliki pendidikan pengelasan di bawah air pertama di Indonesia. Tempat pelatihan tersebut berada di Solo Technopark, Kentingan, Jebres. 
 
Dewi, staf Solo Technopark mengatakan cukup banyak warga yang meminati pendidikan khusus pengelasan di bawah air. Namun sebagian besar berasal dari luar daerah Solo. 
"Peminatnya, 80 persen dari luar Solo. Kenapa tempat di Solo, tetapi peminatnya banyak di luar Solo? Mungkin karena letak geografisnya yang tidak dekat dengan laut.
Sehingga tidak membuka wawasan anak-anak (Solo) dan orang tua mengenai pekerjaan apa yang bisa dilakukan di dalam air," jelas Dewi. 
 
Kendati demikian, Solo Technopark tetap berupaya untuk menarik minat warga Solo. Pasalnya, salah satu tujuan Solo Technopark yaitu mengurangi pengangguran di Solo. 
"Kita harus menjelaskan bahwa pekerjaannya seperti ini. Untuk daya tariknya, kita ada beasiswa untuk KTP Solo. Itu pun masih susah (menarik minat)," jelasnya.
 
Jika ingin mengikuti pelatihan ini, calon peserta harus punya sertifikat menyelam terlebih dulu. Selain itu, mereka juga harus menyiapkan biaya pendidikan yang tak sedikit, yaitu Rp 20 juta. Besar memang, tapi jangan melihat biayanya sebab ahli las bawah air relatif langka di Indonesia, sehingga peluangnya masih terbuka lebar. Adapun masa pelatihannya hanya selama 2 bulan. 
Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita 80 Persen Peserta Diklat Las Dalam Air STP Berasal dari Luar Solo
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna