Solo Technopark Adopsi Sistem Pendidikan Jerman, Apa Keunggulannya?

 
Jerman merupakan salah satu negara dengan perekonomian terkuat. Banyak industri otomotif terkenal dari negara ini seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Audi, dan Opel. Industri yang maju ini didukung dengan kualitas pendidikan yang baik pula. 
 
Banyak universitas dari Jerman yang masuk jajaran universitas terbaik di dunia. Sebut saja seperti Technical University Munich, University of Heidelberg, Technische Universität München dan masih banyak lagi. 
 
Melihat keberhasilan negara Jerman, lembaga pendidikan Indonesia pun mencontoh sistem pendidikan Jerman. Begitu juga dengan Solo Technopark. Sutrisno, Kepala Divisi Diklat mengatakan bahwa lima program pendidikan dan pelatihan (Diklat) Solo Technopark mengadopsi kurikulum pendidikan negara Jerman. "Staf pengajar kita dari ATMI. Dan ATMI menerapkan kurikulum pendidikan Jerman," katanya. 
 
Pendidikan vokasi di Jerman didesain untuk memberikan ilmu secara teori dan praktik bagi siswa. Dalam proses pembelajaran, 75 persen waktu siswa digunakan bekerja di industri, sedangkan sisanya mereka belajar teori di sekolah. Nantinya setelah siswa mengikuti pendidikan vokasi, mereka akan mendapatkan sertifikat dari asosiasi industri yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. 
 
Solo Technopark juga demikian. Sebanyak 70 persen pembelajaran berupa praktek, sisanya 30 persen teori. Pendidikan karakter juga tetap diutamakan. Misalnya jika ada peserta diklat yang terlambat datang maupun merusak alat akan dikenakan kompensasi tambahan jam kerja. 
 
Jika dinyatanya lulus, siswa dibekali sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. Dengan kombinasi antara teori dan praktek itu, dapat menjamin kualifikasi tinggi para siswanya.
 
Selain itu, faktor lain yang membuat pendidikan di Jerman adalah biayanya. Pendidikan gratis tersedia pada hampir semua institusi pendidikan. Sesuai Undang Undang Jerman, setiap warga negara Jerman berhak memilih jenis pendidikan yang mereka inginkan dan diberi akses ke pekerjaan yang diminati. Kebijakan ini membuat anak muda dapat tumbuh secara mandiri, profesional yang sesuai dengan kemampuannya. 
 
Tidak berbeda dengan Jerman, Solo Technopark juga menyediakan beasiswa penuh alias gratis untuk para peserta didiknya. Setelah lulus, Solo Technopark juga berupaya menyalurkan siswa bekerja ke berbagai perusahaan. Sehingga, 95 persen lulusan STP dipastikan terserap industri. 

 

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita Solo Technopark Adopsi Sistem Pendidikan Jerman, Apa Keunggulannya?
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna