80 Persen Peserta Diklat Las Dalam Air STP Berasal dari Luar Solo

Dilihat: 1415
 
Walaupun tidak memiliki laut, Kota Solo memiliki pendidikan pengelasan di bawah air pertama di Indonesia. Tempat pelatihan tersebut berada di Solo Technopark, Kentingan, Jebres. 
 
Dewi, staf Solo Technopark mengatakan cukup banyak warga yang meminati pendidikan khusus pengelasan di bawah air. Namun sebagian besar berasal dari luar daerah Solo. 
"Peminatnya, 80 persen dari luar Solo. Kenapa tempat di Solo, tetapi peminatnya banyak di luar Solo? Mungkin karena letak geografisnya yang tidak dekat dengan laut.
Sehingga tidak membuka wawasan anak-anak (Solo) dan orang tua mengenai pekerjaan apa yang bisa dilakukan di dalam air," jelas Dewi. 
 
Kendati demikian, Solo Technopark tetap berupaya untuk menarik minat warga Solo. Pasalnya, salah satu tujuan Solo Technopark yaitu mengurangi pengangguran di Solo. 
"Kita harus menjelaskan bahwa pekerjaannya seperti ini. Untuk daya tariknya, kita ada beasiswa untuk KTP Solo. Itu pun masih susah (menarik minat)," jelasnya.
 
Jika ingin mengikuti pelatihan ini, calon peserta harus punya sertifikat menyelam terlebih dulu. Selain itu, mereka juga harus menyiapkan biaya pendidikan yang tak sedikit, yaitu Rp 20 juta. Besar memang, tapi jangan melihat biayanya sebab ahli las bawah air relatif langka di Indonesia, sehingga peluangnya masih terbuka lebar. Adapun masa pelatihannya hanya selama 2 bulan. 

Diklat Las Dalam Air Solo Technopark Ternyata Diminati Kaum Wanita

Dilihat: 1353
 
Mengelas besi atau dalam istilah teknik disebut welding memang kebanyakan dikerjakan oleh laki-laki. Namun Solo Technopark tidak menutup kesempatan bagi wanita yang ingin mengikuti program diklat mekanik.
 
Dewi, marketing Diklat Solo Technopark bercerita pernah menerima siswa perempuan untuk program pelatihan underwater wet welding atau pengelasan dalam air. "Dulu ada yang cewek juga dari UGM. Dia hobinya selam, dia searching di internet, pekerjaan apa yang dia senang dan dapat menghasilkan duit. Itu sekitar dua tahun yang lalu, satu-satunya wanita," ceritanya. 
 
Dalam proses pembelajaran, staff pengajar pun tidak membeda-bedakan dengan siswa laki-laki. Setiap peserta didik mendapatkan perlakuan yang sama selama mengikuti pelatihan underwater wet welding
 
"Tidak dibedakan. Dalam satu bulan, pengelas harus dipastikan mahir. Kemudian sekitar satu bulan, itu full di dalam kolam," kata Erwin, instruktur diklat Under Water Wet Welding Solo Technopark.
 
Selama dua bulan pelatihan, peserta diharuskan menguasai 4 materi, yaitu basic, batch joint, 1F dan 2F. Sehingga ketika lulus, peserta dipastikan benar-benar siap memasuki dunia kerja.

mengenal Apa Itu Desain Mekanik Manufaktur

Dilihat: 1567
 
Desain Mekanik Manufaktur merupakan program yang baru dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) manufaktur di Solo Technopark (STP). Program ini resmi dibuka pada Februari 2017 lalu. Harapannya, pelatihan desain manufaktur ini dapat melahirkan desainer-desainer (drafter) handal di industri manufaktur. 
 
Di dalam pelatihan desain mekanik manufaktur, ilmu yang diberikan merupakan ilmu yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya di bidang manufaktur. Dalam pembelajarannya, peserta didik diharapkan mampu mengoperasikan berbagai software perancangan, mulai dari AutoCAD hingga Computerized Numerical Control (CNC). Siswa akan dibimbing oleh pengajar yang sangat berkompeten dalam bidangnya. 
 
Untuk menguasai semua itu, siswa harus mengikuti pelatihan selama kurang lebih 9 bulan. Tiga bulan pertama, akan diberikan pengetahuan dasar berupa Turning, Milling dan Benchwork. Kemudian tiga bulan berikutnya, siswa mendalami berbagai perangkat lunak untuk menggambar. Baru 3 bulan terakhir, siswa lanjut magang di perusahaan yang menjadi mitra STP. 
 
Prospek desain mekanik manufaktur di dunia kerja masih sangat terbuka lebar, seiring pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia. Lulusan STP dipastikan memiliki kemampuan yang baik untuk bekerja di industri yang menghasilkan produk atau jasa seperti industri otomotif, mesin perkakas, dan masih banyak lagi. Setiap lulusan STP nantinya akan dibekali sertifikat keahlian yang diharapkan dapat membantu menghadapi persaingan kerja, baik secara nasional maupun dalam persaingan dunia internasional.

Belum Lulus, 50 Persen Peserta Diklat STP 2017 Sudah Diterima Kerja

Dilihat: 1319
 
Meski belum sepenuhnya menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo Technopark, sebagian besar  siswa sudah terserap industri. Begitulah yang disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark.
 
Menjelang akhir tahun ajaran 2017, setidaknya sudah terdapat sekitar 96 peserta diklat yang diterima di perusahaan manufaktur. Itu merupakan separuh dari total jumlah siswa yang menjalani program diklat sepanjang tahun ini. 
 
Besarnya jumlah tersebut berasal dari 3 angkatan. Sutrisno menjelaskan bahwa program diklat Solo Technopark menerima pendaftaran siswa sebanyak tiga kali dalam satu tahun.
 
Sehingga, angkatan terakhir belum bisa dilihat jumlah pasti siswa yang terserap dunia kerja. "Angkatan 49 sebanyak 11 orang, angkatan 50 sebanyak 51 siswa, dan angkatan 51, untuk sementara sebanyak 30 siswa karena belum selesai mendatanya," paparnya.

Gaji Magang di Industri Jepang Rp 10 Juta, Mau?

Dilihat: 1375
 
Dalam mencari pekerjaan, gaji merupakan salah satu yang dipertimbangkan setiap orang. Pastinya, kita semua mencari pekerjaan yang mampu membayar dengan jumlah uang besar. 
 
Dengan gaji yang tinggi, kesejahteraan hidup pun akan mudah didapat. Namun untuk menjadi gaji yang besar di Indonesia tidaklah mudah. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat memilih untuk bekerja di luar negeri karena gajinya lebih tinggi. Dan Jepang merupakan salah satu negara yang membayar buruhnya cukup besar.
 
Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, mengatakan magang di industri Jepang, paling tidak mendapatkan bayaran sekitar Rp 10 juta. Jangka waktu magang (training) di Jepang pun tidak sebentar yaitu sekitar 3-5 tahun. 
 
Sutrisno mengaku beberapa siswa diklatnya sudah ada yang menjalani program magang di Jepang pada tahun lalu. Dalam waktu dekat ini, salah satu perusahaan manufaktur Jepang, Komatsu akan kembali mengadakan rekrutmen anak magang. Kata dia, para siswa Diklat-nya sangat antusias mengikuti rekrutmen tersebut. 
 
Untuk bisa terpilih masuk dalam program ini, siswa harus melewati beberapa tahapan seleksi. Mulai dari tes ketahanan fisik, wawancara, tes kesehatan, hingga tes bahasa Jepang.

Bagaimanakah Peluang Kerja Lulusan Desain Mekanik Manufaktur?

Dilihat: 1601
 
Ketika memilih jurusan kuliah atau program pendidikan, pastinya kita tidak hanya mempertimbangkan bakat yang dimiliki tapi juga prospek kerjanya. Terkadang ada jurusan yang sepi peminat namun peluang kerjanya ternyata sangat besar.
 
Sepinya peminat ini bisa jadi karena rendahnya pemahaman atau pengetahuan masyarakat terhadap jurusan/ program studi tersebut. Contohnya saja, desain mekanik manufaktur yang bisa dibilang jarang diketahui oleh orang awam. Padahal, lulusan desain mekanik manufaktur sangat dibutuhkan oleh industri seperti untuk merancang mesin/alat khusus/mekanik.
 
Menurut Sutrisno, Kepala Divisi Diklat Solo Technopark, lulusan desain mekanik manufaktur dapat bekerja di industri yang menghasilkan produk seperti industri otomotif. "Mereka masuk ke industri-industri spare parts atau perancangan. Misalkan masuk ke Astra atau Honda, ketika ada modifikasi mesin baru, nanti mereka menggambar cetakannya," jelasnya. 
 
Nah bagi yang suka menggambar dan mesin, dapat masuk jurusan Desain mekanik Manufaktur. Solo Technopark sendiri membuka pelatihan dan pendidikan (diklat) desain manufaktur. Pelatihan tersebut berlangsung selama 9 bulan. 
 
Dalam pembelajarannya, siswa akan diajari berbagai software yang digunakan dalam perancangan di industri manufaktur. Setelah lulus, siswa juga akan diberikan sertifikat sebagai bukti keahlian mereka menguasai teknik perancangan berbagai peralatan.

Perangkat Lunak yang Wajib Dikuasai Anak Desain Manufaktur

Dilihat: 1371
 
Guna memenuhi kebutuhan industri, Solo Technopark membuka program studi baru yaitu Desain Manufaktur. Beda dengan jurusan lain yang bergelut dengan mesin-mesin, Desain Manufaktur lebih mempelajari pada rancangan atau gambar peralatan industri seperti pencetak (molding), alat penepat (jigs dan fixtures) dan masih banyak lagi. Para peserta didik akan diajarkan mulai dari membuat sketsa hingga menggambar menggunakan software.
 
Jika orang zaman dahulu, mendesain mesin masih dilakukan secara manual menggunakan pensil yang selanjutnya digambar ulang dengan tinta agar tahan lama. Jadi bisa dibayangkan bukan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah rancangan mesin?
 
Namun seiring kemajuan teknologi, para drafter (juru gambar) sudah dimudahkan dengan adanya sofware-software. Setiap industri manufaktur pun bisa menggunakan software yang berbeda. Oleh karena itu, peserta didik dibekali pengetahuan tentang beberapa software-software berikut ini. 
 
1. AutoCAD
AutoCAD adalah sebuah aplikasi sofware CAD (Computer aided design) untuk menggambar model 2D dan 3D yang dikembangkan oleh Autodesk. Tak hanya engineer, sofware ini juga sering digunakan oleh arsitektur.
Dalam industri manufaktur, software ini bisa digunakan untuk menggambar detail perakitan dari berbagai macam alat, termasuk jig dan fixture yang dibutuhkan untuk mendukung proses produksi sebuah industri. Misalnya, di manufaktur sepatu, AutoCAD bisa digunakan untuk menggambar perubahan tata letak lini produksi dan mesin-mesin jika ada pergantian model sepatu.
 
2. Solid Works
Solidworks dipercaya sebagai perangkat lunak yang dapat membantu proses desain suatu benda atau bangunan dengan mudah. Sudah banyak perusahaan manufaktur yang menggunakan software solidworks. Keunggulan solidworks yaitu mampu menyediakan sketsa 2D yang dapat diupgrade menjadi bentuk 3D. Selain itu pemakaiannya juga mudah karena memang dirancang khusus untuk mendesain benda mulai dari yang paling sederhana hingga yang rumit sekali pun. 
 
3. CATIA
Serupa dengan AutoCAD, CATIA juga merupakan perangkat lunak untuk menggambar serta merancang model 2D dan 3D. Hanya saja, CATIA memiliki beberapa kelebihan, salah satunya yaitu kelengkapan fiturnya. Bisa dibilang CATIA sangat memanjakan penggunanya karena hanya dengan satu software sudah dapat melakukan desain, analisa, dan desain proses manufacturing sampai simulasinya. Selain itu, software ini dikembangkan dengan cara penggunaan sama dengan windows environment seperti untuk melakukan perintah cut, copy danpaste.
 

 

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna