Benarkah Mengurus Hak Paten Ribet dan Mahal?

Dilihat: 1045
 
Kebanyakan pengusaha malas mendaftarkan Hak Kekayaan Intektual (HKI) lantaran proses yang berbelit-belit, waktu lama dan biaya mahal. Benarkah demikian?
 
Mengutip situs resmi HKI Indonesia, HKI.co.id, untuk mendaftarkan merek dagang, misalnya memang relatif cukup lama. Proses permohonan pendaftaran merek dari sejak tanggal penerimaan hingga tanggal pendaftaran memakan waktu sekitar 7 hingga 9 bulan. Hal ini sesuai dengan UU merek yang baru, UU no. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. 
 
Sebelumnya berdasarkan UU no. 15 tahun 2001 tentang Merek, jangka waktu pemroresan permohonan adalah sekitar 12 hingga 18 bulan. Namun pada prakteknya DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) kesulitan memenuhi jangka waktu tersebut, lantaran tingginya volume permohonan yang masuk tidak sebanding dengan tenaga pemeriksa yang dimiliki oleh DJKI. Sehingga secara umum, biasanya satu permohonan saat ini akan memakan waktu antara 18-24 bulan sampai terbitnya Sertifikat.
 
Para pengusaha tidak dapat mengambil tindakan hukum apapun terhadap pihak lain yang menggunakan mereknya tanpa ijin selama Sertifikat Merek belum terbit, namun jika sertifikat merek telah terbit dapat menuntut ganti kerugian atas pelanggaran merek yang dilakukan setelah tanggal penerimaan.
 
Adapun besarnya biaya permohonan merek yaitu Rp 2 juta. Sementara itu, masa perlindungan Hak Merek berlaku sampai 10 tahun. Setelah masa berlaku habis, pengusaha bisa memperpanjangnya.

Ini Dia Pentingnya Daftarkan Hak Kekayaan Intektual Bagi Pebisnis

Dilihat: 970
 
Memulai bisnis tanpa memperhitungkan perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) akan mendatangkan kerugian. Pasalnya hal tersebut dapat membuat karya ataupun kreasi para pengusaha dapat dicuri dengan mudah. Oleh karena itu, ketika memulai bisnis, pastikan sudah memberikan perlindungan HKI-nya.
 
HKI sendiri dibagi menjadi dua kategori, yakni Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri. Hak Cipta biasanya diperuntukkan untuk melindungi karya di bidang seni,  sastra, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan Hak kekayaan Industri, meliputi perlindungan Paten, Merek, Desain Industri, Rahasia Dagang dan sebagainya. 
 
Bagi yang baru memulai bisnis, penting memahami apa saja manfaat memiliki HKI. Pertama, HKI akan melindungi dari pembajakan. Dalam industri musik, hasil rekaman yang dibajak bisa mencapai 400 juta keping pada 2006, berdasarkan data Gaperindo. Hal itu merugikan negara hingga Rp 800 miliar dan pelaku industri sekitar Rp 1,6 triliun. Bayangkan akan sangat besar sekali penghasilan pelaku industri jika tidak ada pembajakan. 
 
Kedua, bisa digunakan untuk melarang pihak lain menggunakan HKI tersebut tanpa seijin pemiliknya. Jadi siapa yang lebih dulu mendaftarkan merek dagangnya, maka merek tersebut akan menjadi miliknya. Selain itu, HKI juga dapat memudahkan pemilik bisnis dalam memasuki pasar.
 
Mengingat pentingnya HKI, Solo Technopark juga akan membantu dan mendampingi pelaku start up yang tergabung dalam program inkubator STP dalam mendaftarkan HKI (paten, hak cipta, desain industri, merek dagang). "Harapannya dengan adanya pendampingan di situ. Jika legalitas perusahaan ada dan juga HKI dia sudah terdaftar. Otomatis istilah nilai produknya meningkat di mata konsumen. Value itu dengan sendirinya meningkat," kata staff inkubator STP.

Solo Technopark Bantu Startup Daftarkan Hak Paten Produk

Dilihat: 1047
 
Bagaimana rasanya jika sudah bersusah payah membuat karya inovatif tapi kemudian dijiplak oleh pihak lain? Masalah ini bisa dialami oleh perusahaan di segala bidang industri, termasuk perusahaan rintisan (startup). Oleh karena itu, Solo Technopark (STP) siap membantu pelaku bisnis yang ingin mengurus Hak Kekayaan Intektual (HKI) lewat program inkubator (IBT). 
 
"Untuk hak paten atau HKI, kita juga akan membantu dan melakukan pendampingan di sana juga. Misalkan saja mengenai merek, nanti kita didaftarkan ke HAKI," kata staff inkubator STP.
 
Bagi startup yang masih memulai tahap awal bisnis, sangat penting melindungi karya mereka melalui HKI. Pasalnya, HKI tidak hanya mampu melindungi dari pembajakan, tetapi juga dapat melarang pihak lain menggunakan HKI tanpa seizin pemiliknya. Hal tersebut disebabkan sistem pendaftaran HKI diberikan kepada pihak yang pertama kali mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal HKI (Dikjen HKI). Karena itu, sangat penting untuk mendaftarkannya sejak awal. 
 
Bagi yang melanggar HKI, akan dikenakan Undang-Undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014. HKI sendiri dibagi menjadi dua yaitu hak cipta dan hak kekayaan industri yang meliputi hak paten, merek dagang dan lainnya.
 
Selain mengurus perihal HKI, Solo Technopark juga akan mendampingi pengurusan legalitas perusahaan rintisan milik para tenant (penyewa). "Jika si tenant-nya belum terdaftar sebagai PT ataupun CV, kita punya link untuk mendaftarkan itu. Tetapi, jika tenant-nya sudah punya perusahaan, kita tinggal mengontrolnya saja," imbuhnya. 
 

 

Lewat Program Inkubator, Pelaku Startup Dibantu Dapatkan Modal Usaha

Dilihat: 1132
 
Solo Technopark (STP) terus berkomitmen mendorong perkembangan startup dalam negeri. STP sendiri telah meluncurkan program inkubasi bisnis bagi startup berbasis digital. Hingga kini, Technopark yang terletak di jalan Ki Hajar Dewantara Kentingan, Jebres, Surakarta ini sudah melakukan pendampingan wirausaha terhadap lebih dari 100 pelaku bisnis, yang mana sebagian besar berasal dari Solo.
 
Dalam upaya menumbuhkembangkan bisnis, pelaku startup biasanya terkendala masalah modal. Untuk itu, STP bekerjasama dengan Kemenristekdikti siap memberikan dana stimulan hingga ratusan juta rupiah. 
 
Seperti pertengahan tahun ini, misalnya, program inkubator menyiapkan dana hingga Rp 300 juta untuk membiayai bisnis rintisan startup masyarakat Indonesia, khususnya warga Solo. Besarnya modal yang akan diberikan oleh pelaku bisnis, tergantung pada proposal anggaran yang diajukan calon tenant (penyewa) sewaktu proses seleksi. 
"Jadi sebelum ikut pelatihan, tenant sudah punya rencana anggaran biaya. Jadi segala kebutuhan-kebutuhan sudah tertuang di sana, termasuk juga mentor," ujar salah satu staff inkubator Solo Technopark. 
 
Begitu proposal pembiayaan startup calon tenant lolos seleksi, pihaknya akan melakukan pendampingan hingga dua tahun. Para pelaku bisnis yang berhasil gabung program inkubator akan diajarkan hal yang fundamental oleh mentor yang merupakan praktisi bisnis dan pakar digital. Mulai dari menajemen, strategi marketing, target produksi hingga mencari investor. 
 
Adapun untuk mengikuti program inkubator STP ini terbilang cukup mudah. Yaitu pelaku startup tinggal mengajukan proposal bisnisnya dan melengkapi data diri di formulir pendaftaran. Bagi yang belum memiliki bisnis tetapi memiliki konsep atau rancangan bisnis, dapat juga mendaftar program ini. 

Dari Jualan Oleh-Oleh, Ryo Juara 'Delivo' Coba Peruntungan di e-Commerce

Dilihat: 1086
 
Banyak start-up di Indonesia yang mencoba peruntungan di tengah ramainya bisnis e-commerce. Salah satunya Delivo milik Ryo Juara. 
 
Ryo menceritakan pengalamannya membangun bisnis Delivo yang tidak selalu berjalan mulus. Ada pengalaman manis dan pahit yang telah dilaluinya. 
Dia mengatakan Delivo awalnya didirikan untuk membantu proses antar-jemput sekaligus mempromosikan produk dan jasa pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), baik barang maupun makanan di Solo Raya. Oleh karena itu, Delivo memiliki tagline "mitra & solusi UMKM". 
 
"Jadi pelaku usaha tidak perlu repot dalam hal distribusi, tanpa harus punya tenaga kurir, kami bisa bantu," katanya.
 
Seiring berjalan waktu, Delivo memutuskan melakukan rebranding dari "Delivery Order Solo" menjadi "Delivery Oleh-Oleh Online". Jadi, kini Delivo lebih fokus pada layanan pesan-antar oleh-oleh, berupa makanan, souvenir dan fashion khas dari setiap daerah di Indonesia. 
 
Untuk membantu mengembangkan bisnisnya, Ryo pun akhirnya mengikuti program inkubator (IBT) yang diselenggarakan oleh Solo Technopark. Ryo mengaku sudah mulai bergabung program IBT pada akhir 2018. 
 
Program IBT Solo Technopark dirasanya telah cukup membantu dalam hal kebutuhan operasional seperti kantor yang representatif, networking dan termasuk modal. Ryo berharap ke depannya bisnis Delivo semakin menarik peminat. 
 
"Kedepan layanan kami makin mempermudah setiap orang untuk mendapatkan oleh-oleh yang diinginkan. Dengan layanan mobile apps, website dan sosial media delivo, solusi pesan-antar oleh-oleh se-Nasional lebih mudah, murah & cepat," kata dia. 

 

Apa Persyaratan Untuk Mengikuti Diklat Under Water Wet Welding di Solo Technopark

Dilihat: 1581
 
Under Water Wet Welding termasuk program pelatihan unggulan di Solo Technopark. Diklat ini dikhususkan untuk melatih tenaga spesialis pengelasan dalam air.  
 
Masa pelatihan ini terbilang cukup singkat yakni 2 bulan. Selama itu, siswa akan mempelajari teknik pengelasan dalam air, mulai dari tarik basic, batch joint, 1F dan 2F. Dalam kegiatan belajar, siswa akan difasilitasi perlengkapan las bawah air dan kolam berstandar internasional dengan ukuran 8 x 8 meter dan kedalaman 10 meter. 
 
Pelatihan ini menerapkan kurikulum pendidikan Jerman, dengan 75 persen praktek dan 25 persen teori. Sehingga, para siswa dipastikan handal dalam mengerjakan pengelasan hampir di semua situasi dan lokasi, bahkan di laut gelap sekalipun. Lulusan program diklat ini nantinya dapat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan pengeboran minyak di laut. 
 
Biaya Pendidikan
Biaya kursus pendidikan pengelasan bawah air yang dibebankan kepada siswa yaitu Rp 20 juta.  Biaya tersebut dapat diangsur sebanyak dua kali.
 
Persyaratan
Untuk mengikuti program pelatihan ini, berikut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh siswa:
1. Fotocopy ijazah terakhir, minimal SMK/ SMA/sederajat yang telah dilegalisir (2 lembar)
2. Fotocopy KTP (2 lembar)
3. Surat keterangan sehat dari dokter
4. Foto diri ukuran 3x4 dan 4x6 berwarna (masing-masing 2 lembar)
5. Memiliki sertifikat penyelaman
 
 
 
 
 
 
 

 

Mengenal Lebih Jauh Mekanik Garmen Solo Technopark

Dilihat: 1221
 
Mekanik Garmen merupakan salah satu program pelatihan yang ditawarkan Badan layanan Umum Daerah (BLUD). Sejak awal dibuka, program ini sangat diminati masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/sederajat.
 
Pelatihan Mekanik Garment dibuat guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan profesional di bidang permesinan garmen. Siswa dilatih menjadi teknisi mesin yang handal dalam penanganan perbaikan dan perawatan mesin produksi garmen, terutama mesin jahit dan mesin pendukung lainnya.
 
Program Diklat ini ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Adapun pada tiga bulan pertama (tingkat basic) siswa akan diperkenalkan permesinan dasar. Pada tiga bulan berikutnya (tingkat applied), siswa mendalami pengetahuan mekanik garmen. Selanjutnya di tiga bulan terakhir siswa bisa mengikuti program magang di sejumlah perusahaan mitra Solo Technopark.
 
Khusus di tingkat applied, peserta mendapat pelatihan tentang perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi garmen. Ada empat jenis mesin dipelajari dalam Diklat, yakni mesin single needle (satu jarum), mesin double needle (dua jarum), mesin obras dan mesin overdeck.
 
Siswa lulusan program diklat ini sudah banyak yang bekerja di berbagai perusahaan garmen. Beberapa perusahaan yang tercatat menjadi tempat penyaluran kerja peserta Diklat Mekanik Garmen, yakni PT Dewi Samudera Kusuma, PT Pan Brothers, PT Sritex, PT Solo Kawistara Garmindo, PT Sari Warna Asli Garment, PT Jaya Asri Garmindo, PT Bali Nirwana Garments serta PT Mardohar Jakarta. 
 
Peluang kerja mekanik garmen memang masih sangat prospektif. Selain menjadi mekanik perawatan dan perbaikan mesin produksi di sejumlah perusahaan garmen, mereka juga bisa bekerja di perusahaan-perusahaan distributor mesin. 
Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna