Solo Technopark Gelar Pelatihan Pembuatan Video Marketing

Dilihat: 834
 
Program pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi (BBTI) masih terus berlanjut. Pada Rabu (29/11), Solo Technopark atau yang dikenal dengan STP mengadakan pelatihan tentang pembuatan video marketing. 
 
Pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Staf Pengajar D3 Teknik Informatika Universitas Sebelas Maret (TI UNS), Fendi Aji Purnomo. Dalam presentasinya, Fendi menerangkan betapa pentingnya video untuk mengembangkan bisnis. 
 
Menurutnya, video lebih efektif untuk mempromosikan atau memasarkan merek, produk atau jasa. Sebab, orang bisa mengingat sebanyak 70 persen dari mendengar dan melihat. Fendi pun menyebutkan berbagai jenis video marketing yang dapat dibuat oleh peserta. Di antaranya, Educational Video, Branded Film, Web Series, Profile Video, Documentary, hingga Explainer.
 
Setelah itu, peserta langsung diminta untuk praktek membuat video marketing. Jangan berpikir membuat video itu sesuatu yang sulit. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, setiap orang ternyata dapat membuat video dengan mudah. 
 
Fendi merekomendasikan untuk menggunakan aplikasi videoshop atau biteable. Tinggal unduh aplikasinya di Playstore, pengguna bisa langsung membuat video marketing sesuai dengan kreativitas masing-masing. 

 

Tingkatkan Jumlah Pengunjung, Solo Science Center Siap Perbanyak Event Menarik

Dilihat: 861
 
Solo Science Center (SSC) masih terus berbenah. Fasilitas pembelajaran pun berusaha ditingkatkan guna menambah pengetahuan sains pengunjung. Menurut Rini Suwastiar,  Pelaksana Tugas Pengelola Science Center Solo Technopark, akan ada penambahan sejumlah alat peraga di akhir tahun ini. 
 
Sekitar 25 alat peraga baru akan dihadirkan di Solo Science Center, Jebres, Surakarta pada Desember mendatang. Dengan adanya penambahan fasilitas alat peraga tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik masyarakat berkunjung ke SSC.
 
"Kami harapkan alat baru ini bisa lebih peningkatan ke pengunjung. Selain itu juga, dengan alat baru ini, kita akan melebarkan sayap selain kota Solo. (Pengunjung) yang lebih banyak kemarin kan, dari Solo, Boyolali dan Karanganyar. Rencananya kita mau ke Klaten dan Sukoharjo," jelas Rini. 
 
Selain menambah wahana baru, Rini juga mengatakan berencana untuk mengadakan berbagai macam lomba. "Misalkan saja seperti lomba robotik dan science camp seperti itu. Pokoknya eventnya lebih dibanyakin-lah," kata Rini.
 
Salah satu ikon edukasi Kota Solo ini masih dibuka untuk umum secara gratis alias tanpa dipungut biaya. Kendati demikian, tingkat kunjungan masih belum optimal. Selama ini, kebanyakan pengunjung Solo Science Center berasal dari pelajar Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). 

Saksikan 4 Demo Sains Spektakuler di Solo Science Center

Dilihat: 903
 
Solo Science Center (SSC) merupakan wahana pendidikan bagi masyarakat, khususnya pelajar karena dilengkapi dengan berbagai alat peraga berbasis edukasi sains yang menarik. Tak hanya itu saja, SSC juga menampilkan demo sains yang spektakuler. 
 
Beberapa di antaranya yaitu Dragon Fire, Burning Hand, Tebak Hati, dan Bomber. Dragon Fire merupakan percobaan sains yang menjelaskan bagaimana proses pembakaran dalam tubuh. Sesuai dengan namanya, Dragon Fire akan menciptakan semburan api layaknya nafas seekor naga. 
 
Percobaan Dragon Fire ini cukup sederhana dan hanya membutuhkan sedikit bahan dan alat. Di antaranya, corong yang disambungkan dengan selang, tepung jagung dan korek api yang pasti. 
 
Kemudian, Burning Hand yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak, percobaan ini akan menampilkan atraksi bakar tangan. Tapi tenang saja, percobaan ini tidak berbahaya. Hanya dengan menggunakan sabun cair, pemandu SSC akan menjelaskan bagaimana trik membakar tangan tanpa sedikit pun terbakar. 
 
Setelah Burning Hand, ada pula permainan Tebak Hati. Dalam permainan ini, peraga akan mencoba menebak isi pikiran pengunjung menggunakan ilmu sains. Bagaimana bisa? Mula-mula, para pemandu SSC akan meminta pengunjung memilih salah satu angka dalam deretan angka acak, lalu mereka mencoba menebak jawabannya menggunakan sistem bilangan biner.  
 
Terakhir, ada demo sains yang bernama Bomber. Demo sains ini hanya dipertunjukkan untuk pengunjung dewasa, karena percobaan ini dapat menimbulkan suara ledakan cukup dahsyat. Kendati demikian, demo sains bomber ini berguna untuk menjelaskan bagaimana prinsip kerja mesin sepeda motor.

 

Solo Technopark Sediakan Co-Working Space Berdesain Modern Untuk Pebisnis Start Up

Dilihat: 1092
 
Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan bisnis berbasis teknologi di Indonesia semakin meningkat. Menyadari hal itu, Solo Technopark atau yang akrab dengan sebutan STP menyediakan co-working space untuk mendukung para pengusaha start up di kota Solo.
 
Ruangan co-working space ini terletak di bangunan belakang Solo Technopark, tepatnya depan Taman cerdas, Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Kota Surakarta. Di sini, para pebisnis bisa menggunakan fasilitas yang ada untuk bekerja serta  berinteraksi dan berkolaborasi dengan pebisnis lain dalam mengembangkan bisnis rintisannya. 
 
Co-working space Solo Technopark benar-benar dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para perintis bisnis. Para pelaku startup akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas, seperti wi-fi dan presentation room.
 
Selain itu, desain ruangan yang modern membuat para pebisnis semakin betah untuk berinteraksi dengan pebisnis lainnya.  Ruangan co-working space tersebut juga sangat luas, kurang lebih dapat menampung sekitar 50-60 orang. 
 
Co-working space Solotechnopark ini memiliki peranan penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Surakarta. Tidak hanya sekedar tempat persinggahan untuk bekerja, namun mereka para penggiat bisnis menjadi memiliki wadah untuk menjalin kerjasama. 

Pengusaha Ramai-Ramai Belajar Buat Website Keren di Solo Technopark

Dilihat: 976
 
Rangkaian pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi (BBTI) telah dimulai di Solo Technopark (STP) pada Senin (21/11). Pada hari pertama, STP menggelar pelatihan pembuatan website tanpa coding berbasis wordpress. 
 
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajari cara membuat website dengan mudah dan gratis. Tujuannya agar pebisnis bisa memasarkan produknya secara online. Seperti yang diketahui, sekarang ini website memegang peranan penting dalam mempromosikan produk dan perusahaan. 
 
"Biar pebisnis itu memasarkan produk mereka melalui online. Tujuan akhirnya mereka bisa memiliki website sendiri dengan berbasis wordpress dan memamerkan produk bisnis mereka di situ. Intinya mereka harus memiliki website sendiri dan bisa mengisinya," papar Mahfud yang bertanggung jawab mengurusi pelatihan BBTI. 
 
Pelatihan ini diikuti cukup antusias oleh 15 peserta. "Sekitar 80 persen (peserta) itu pengusaha, sisanya mereka yang ingin belajar bikin wordpress," imbuhnya. 
Pelatihan pembuatan website ini menghadirkan narasumber dari Dosen D3 Teknik Informatika (TI) Universitas Sebelas Maret (UNS). Rencananya pelatihan pembuatan website akan berkelanjutan hingga peserta benar-benar dapat memajang produk bisnisnya di website. 

Solo Technopark Berencana Tambahkan Fasilitas Mewah untuk Co-Working Space

Dilihat: 1188
 
Solo Technopark (STP) berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital dengan cara melakukan berbagai terobosan. Tak hanya dengan membuka program inkubator bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang potensial, STP juga menyediakan co-working space luas untuk pebisnis start up. 
 
"Co-working space itu sebenarnya dirancang buat nongkrong para pebisnis," jelas Mahfud, pegawai Solo Technopark. Dia pun menambahkan bahwa rencananya ke depannya STP akan menambahkan berbagai fasilitas mewah untuk mendukung kebutuhan para perintis bisnis. 
 
Kata dia, salah satu fasilitas yang akan ditambahkan yaitu laptop. Sehingga pebisnis start up tinggal dan datang dan menggunakan laptop yang disediakan oleh STP untuk bekerja. "Yang saya dengar, akan ada laptop terus nanti ada presensinya," paparnya. 
 
Sejauh ini, co-working space sudah memiliki fasilitas yang menarik. Di antaranya, ruangan yang luas, proyektor untuk presentasi, serta internet. Desain ruangannya juga sangat modern dan nyaman sehingga pebisnis bisa asyik mengobrol layaknya di cafe-cafe mewah. 

Shopee Ajari Pengusaha Lokal Solo Sukses Berbisnis Online

Dilihat: 1337
 
Shopee, perusahaan e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan menggelar roadshow UMKM Go Online di Solo Technopark (STP), Jumat (17/11). Dalam kesempatan itu, Shoppe membekali pengusaha lokal dengan strategi membangun bisnis online dan pemasaran. 
 
Mulai dari bagaimana cara mendaftar menjadi seller di Shopee, menggunakan fitur-fitur Shopee hingga mempelajari karakter pembeli. Shopee juga memaparkan beberapa keuntungan berbisnis online menggunakan layanannya. Salah satu yang paling menarik yaitu penjual tidak dikenakan biaya pengiriman alias gratis pada batas pemesanan yang telah ditentukan. 
 
"Kalo berjualan di Shopee, kita akan memberikan free ongkir pada pemesanan sesuai dengan ketentuannya. Untuk pemesanan minimal Rp 120 ribu itu akan mendapatkan free ongkir. Untuk jasa pengiriman tertentu, ada juga minimal Rp 90 ribu, itu mendapatkan jasa pengiriman gratis," terang perwakilan dari Shopee. 
 
Para pengusaha lokal pun terlihat antusias mengikuti acara UMKM Go Online ini. Menurut Andi, senior marketing analyst Shopee, sebenarnya ada sekitar 300 UMKM di Solo yang sudah mendaftar untuk mengikuti edukasi bisnis ini. 
"Yang daftar, ada sekitar 300 UMKM yang ikut bersama kita hari ini," kata Andi. "Kebetulan karena hujan, yang datang sekitar 150-an."
 
Acara roadshow ini sendiri diadakan sebagai salah bentuk dukungan Shopee terhadap program UMKM Go Online yang dicanangkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika. "Program ini sejalan dengan komitmen Shopee dalam mendukung pengusaha lokal di Indonesia untuk mengembangkan bisnis onlinenya lebih luas melalui program edukasi bisnis" kata Handika Jahja, Head of Marketing Shopee Indonesia dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumat (17/11).
Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna