Kesulitan Mengembangkan Usaha, Puluhan Pebisnis Muda Tertarik Ikuti Program Inkubator Bisnis Solo Technopark

Dilihat: 1172
 
Solo Technopark kembali membuka pendaftaran program inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) tahun ini. Jumlah peserta yang mendaftar program tersebut pun relatif cukup banyak. Kurang lebih ada sekitar 56 orang, yang terbagi ke dalam program pre-inkubasi dan inkubasi. 
 
"Untuk tahun ini, inkubasi sekitar ada 40 pendaftar. Sekitar bulan Agustus kemarin, kita sudah melakukan seleksi wawancara kemudian kelanjutannya berapa yang diterima saya belum tahu," kata Mahfud yang bertanggung jawab menangani pendaftaran peserta IBT. Sementara untuk program pre-inkubasi, Mahfud menambahkan baru ada sekitar 16 pendaftar. "Rencananya minggu ini atau minggu depan, kita akan mengadakan seleksi," kata dia. 
 
Kebanyakan peminat program ini merupakan kalangan generasi muda seperti ketua karang taruna. Selain itu, banyak pula pebisnis luar daerah yang tertarik ikut program inkubator Solo Technopark untuk mengembangkan usaha mereka. 
 
Adapun proses seleksinya pun terbilang cukup ketat. Untuk mengikuti program ini secara gratis, peserta harus lolos tes wawancara dan psikotes. 
"Saat wawancara, peserta harus mempresentasikan ide atau proposal bisnis mereka. Sedangkan psikotes, kita ingin melihat apakah mereka punya passion bisnis atau tidak," jelas Mahfud. 
 
Lewat program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan manajemen bisnis, mengembangkan produk hingga pendampingan. Solo Technopark sendiri menargetkan para pesertanya dapat memasarkan produknya dan mengembangkan bisnisnya. 

Apa Itu Inkubator Bisnis dan Teknologi?

Dilihat: 1290
 
Solo Technopark (STP) berupaya mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Salah satunya yaitu program inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT).
 
Lewat program ini, Solo Technopark ingin membangun jiwa kewirausahaan berbasis teknologi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini menawarkan pembinaan, pendampingan, pengembangan produk, serta membantu memberikan pelatihan manajemen produksi kepada peserta program atau tenant. 
Tak hanya itu, peserta juga akan dibantu dalam hal pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (Haki). Bagi yang siap mendirikan sebuah perusahaan, Solo Technopark dapat pula membantu mengurus legalitasnya. 
 
Program ini terbuka untuk masyarakat yang sudah memiliki usaha ataupun belum. Buat peserta yang belum memiliki bisnis tapi sudah mempunyai konsep bisnis, dapat mengikuti program pre-inkubasi. Sementara yang ingin mengembangkan bisnisnya, dapat mengikuti program inkubasi. 
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti kedua program tersebut adalah sebagai berikut:
 
Pre-Inkubasi
1. Usia maksimal 35 tahun
2. Memiliki ide bisnis
3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
 
Inkubasi
1. Usia maksimal 35 tahun
2. Mengajukan proposal bisnis
3. Harus berkelompok, minimal terdiri dari 2 orang
4. Melengkapi data diri di formulir pendaftaran
 
Pendaftaran program ini hanya dibuka setahun sekali. Peserta yang berhasil lolos mengikuti program tersebut nantinya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. 

Solo Technopark Buka Pendaftaran Pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi, Gratis!

Dilihat: 1348

Solo Technopark akan menyelenggarakan pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi (BBTI). Pelatihan ini akan berlangsung mulai dari November hingga Desember 2017 di Solo Technopark, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kentingan, Jebres, Solo.

Ada 12 macam pelatihan yang akan diberikan. Di antaranya, menyaring ide bisnis, analisis SWOT bisnis, capital budget untuk Start Up, Bisnis From Open Source, Digital Video Marketing Produk, Web dengan Wordpress dan masih banyak lagi.

Namun di antara 12 macam pelatihan tersebut, peserta hanya boleh memilih 2 seminar saja. Adapun pematerinya berasal dari tenaga ahli Universitas Negeri Surakarta (UNS). 

Pelatihan ini bisa diikuti oleh kalangan pebisnis maupun warga yang minat bisnis. Untuk mengikuti seminar ini, tidak dikenakan biaya alias gratis.

Peserta  tinggal mendaftar secara online di http://technopark.surakarta.go.id/pendaftran/seminar_bisnis.html. Adapun kuota peserta yang diterima di pelatihan ini tidak dibatasi.

 

Diklat  Solo Technopark Buka Pendaftaran Siswa Baru, Dijamin Lulus Langsung Kerja

Dilihat: 2556

 

Bingung setelah lulus SMA/ SMK mau meneruskan dimana? Solo Technopark membuka pelatihan singkat (diklat) buat kamu yang suka dengan dunia permesinan. Tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan, diklat ini juga menyalurkan lulusannya bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki ikatan kerjasama dengan STP. Menarik bukan?

Setiap tiga bulan sekali, Solo Technopark akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk diklat. Nantinya, peserta diklat harus menjalani pelatihan selama 9 bulan.

"Tiga bulan pertama peserta mendapatkan pelatihan basic-nya yang terdiri dari bubut, milling, grinding, gambar teknik, dan las. Kalau itu lolos, baru boleh masuk ke lima jurusan, yaitu mekanik manufaktur, mekanik welding, mekanik garment, otomasi manifaktur, kemudian desain manifaktur," papar Sutrisno, PLT Kepala Divisi Diklat pada Senin (6/11/2017).

Setelah tiga bulan, peserta didik lanjut melaksanakan magang. Saat magang itu, mereka biasanya sudah langsung dipekerjakan oleh perusahaan yang membutuhkan. "Mereka  lulusnya tidak bersamaan. Ada yang empat bulan, lima bulan, tujuh bulan, mereka sudah diambil kerja sesuai dengan kebutuhan industri," jelasnya.

Pelatihan ini memang terdiri dari 75 persen praktek dan 25 persen teori. Tak heran, jika peserta didik dapat menjadi tenaga kerja terampil dalam waktu relatif singkat.

Namun memiliki keterampilan saja tidaklah cukup untuk menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif seperti saat ini. Untuk itu, diklat juga membekali siswa dengan

softskill. "Kami beri tahu bagaimana cara berkomunikasi, berinteraksi dalam kerja tim dan pola-pola kerja. Harus terampil dan disiplin," tutupnya.

 

Ingin Punya Penghasilan Tinggi dari Hobi Menyelam? Ikuti Diklat Under Water Wet Welding

Dilihat: 1295

Kebanyakan orang berkeinginan memiliki pekerjaan sesuai hobi. Dengan begitu, mereka akan merasa pekerjaan bukanlah sebagai sebuah beban.

Nah, bagi yang punya hobi menyelam bisa mencoba pekerjaan satu ini, yaitu tukang las bawah laut (under water welding). Pekerjaan seorang under water welding ini adalah memperbaiki sesuatu seperti di pertambangan lepas pantai  dan kapal besar.

Itu bukanlah pekerjaan yang mudah.Mereka harus siap tersetrum hingga

menghadapi ledakan bawah lalu. Namun risiko tinggi itu berbanding lurus dengan gaji yang diperoleh under water welding. Berdasarkan payscale (2/11/2016), gajinya ditaksir sekitar USD 58 ribu per tahun atau Rp 771 juta.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang profesi under water welding, Solo Technopark (STP) membuka pelatihan Under Water Wet Welding. Solo Technopark merupakan pertama dan satu-satunya tempat yang membuka pelatihan under water wet welding di Indonesia.

Masa pelatihan ini pun terbilang cukup singkat yakni sekitar 2 bulan. Meski begitu, pelatihan under wet welding lebih intensif jika dibanding pelatihan lain yang diadakan oleh STP.

Untuk prakteknya, STP sediakan kolam berstandar internasional dengan ukuran 8×8 meter dan kedalaman 10 meter. Nanti akan didampingi oleh para instruktur yang merupakan tenaga ahli dari ATMI dan alumni STP.

Adapun persyaratannya, peserta yang akan mengikuti pelatihan ini harus sudah punya sertifikasi selam. "Nah, cari sertifikat selam itu bisa di POSSI atau PADI. Itu cari sendiri," kata Dewi, Staf Marketing Solo Technopark.

Selain itu, harus memiliki KTP Solo untuk peserta yang mendaftar program beasiswa. Namun, program beasiswa tersebut hanya ada sekitar 1 tahun sekali. Jika tanpa beasiswa, peserta dikenakan biaya pelatihan sebesar Rp 20 juta. Mahal memang, tapi biaya ini sepadan dengan pelatihan dan hasil yang didapat, mengingat pekerjaan ini masih sangat dibutuhkan. "Ini termasuk proyek langka dan mahal," tegas Dewi.

 

 

Tenaga Ahli IBM Sebut  Solo Technopark Punya Kekuatan Besar dalam Mencetak Tenaga Kerja yang Terampil

Dilihat: 1053

Aktivitas pendampingan yang dilakukan para tenaga ahli IBM di Solo Technopark (STP) telah resmi berakhir pada Kamis (2/11//2017). Dalam acara penutupannya, pihak IBM menilai STP memiliki kekuatan besar dalam menghasilkan tenaga kerja yang terampil. 

"Kami telah keliling ke semua unit di STP. Kami telah bertemu dengan peserta didik, alumni dan manajemen," kata salah satu tenaga ahli IBM dalam presentasi di Solo Technopark, Kamis (2/11//2017). “Dan kami mendapati,  STP memiliki kekuatan besar.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh para tenaga ahli teknologi dari perusahaan ternama itu setelah melakukan observasi  selama 30 hari. Dimulai sejak 9 Oktober, mereka meneliti satu per satu titik yang menjadi permasalahan di STP.

"Selama minggu 1 sampai pertengahan minggu ke-2, mereka melakukan observasi. Mereka keliling ke fasilitas Technopark. Mereka juga melakukan wawancara  dengan pimpinan manajemen lalu beberapa karyawan dan siswa yang mengikuti pendidikan di STP," ujar Bayu, yang bertugas mendampingi para tenaga ahli IBM selama penelitian.

Selama sebulan itu, mereka juga berbagi solusi yang dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem manajemen yang sudah ada. Mereka pun sangat berharap STP dapat menjaring lebih banyak lagi  peserta didik sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk ribuan masyarakat Surakarta.

 

 

Selama 30 Hari, Tenaga Ahli IBM CSC Bantu Kinerja Solo Technopark

Dilihat: 1118

IBM Corporate Service Corps (CSC) telah menggelar aktivitas sosial selama 30 hari di Kota Solo sejak Senin (9/10/2017). Perusahaan teknologi asal Amerika tersebut menempatkan 13 sukarelawan asing di empat lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Yaitu, Solo Techno Park (STP), Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah (Bappeda).

13 relawan asing ini terdiri dari para tenaga ahli yang berasal dari berbagai negara. Ada yang berasal dari Slovakia, Kroasia, Pakistan, India, Argentina, Amerika Serikat, Turki, Irlandia, India, Nigeria, Jerman, dan Inggris.

Lewat program ini, IBM melakukan pendampingan dan memberikan solusi inovasi yang dapat membantu permasalahan di masyarakat. Misalkan saja di STP, IBM berbagi keahlian dan saran yang sekiranya dapat membantu STP menghasilkan tenaga kerja yang terampil.

Di Dishub, IBM berbagi solusi untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di kota Solo. Kemudian di BLK, mereka memberikan beberapa solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Solo.

Solo sendiri merupakan kota ke-8 yang mendapatkan pendampingan dari IBM Indonesia. Sebelumnya, ada Banyuwangi, Surabaya, Bandung, Bogor dan beberapa kota lainnya.

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna