Inkubator Bisnis dan Teknologi Fokus pada Pengembangan Produk

Dilihat: 1265

Solo Technopark berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan kompetitif lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Selain memfasilitasi keterampilan para lulusan SMA/SMK/sederajat lewat Diklat mekanik, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini juga berkomitmen membangun jiwa kewirausahaan masyarakat lewat program Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT).

IBT sendiri, dijelaskan Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Teknologi Solo Technopark, Susilo Budi, merupakan sebuah program pembinaan, pendampingan dan pengembangan serta menangani manajemen aspek produksi dan pemasaran yang dilakukan inkubator bisnis Solo Technopark kepada peserta program atau tenant.

Program yang digadang-gadang mampu mencetak wirausahawan andal dan kompetitif ini berfokus pada pengembangan produk. Selain mendapat pendampingan pihak Solo Technopark, peserta juga mendapat pelatihan dari kalangan akademisi dan praktisi.

“Fokusnya ke pengembangan produk dan nanti ada test market (uji pasar). Untuk test market, nantinya dari prototipe dibikin beberapa jumlah produk dulu. Setelah itu, nantinya produk diberikan ke beberapa orang sebagai sampel untuk selanjutnya dimintai feedback (tanggapan),” terang Susilo Budi.        

Pelaksanaan IBT bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Salah satu agendanya, sosialisasi program dari pihak kementerian pada akhir Oktober 2017 ini. Selain itu, Kemenristekdikti juga memberi sokongan dana untuk penyelenggaraan IBT.

Pengin Ikut Diklat Kewirausahaan Solo Technopark? Ini Syaratnya

Dilihat: 1228

Solo Technopark membuka program pendidikan dan pelatihan (Diklat) kewirausahaan bertajuk Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT). Proses pendaftarannyapun sangat gampang lantaran bisa dilakukan secara online. Nah, jika kamu pengin mengikuti program itu, ketahui dulu syarat-syaratnya.

Yup, bagi kamu yang punya usaha berkaitan dengan teknologi ataupun baru punya ide tentang bisnis start up bisa mengikuti Diklat. Adapun syaratnya, menurut Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Teknologi Solo Technopark, Susilo Budi, peserta setidaknya harus punya ide usaha. Selain itu produk yang hendak dikembangkan berorientasi pada bidang tertentu. Dalam hal ini teknologi informasi dan komunikasi, industri kreatif (tekstil), energi ataupun rekayasa manufaktur.

Sementara jangka waktu usaha antara nol hingga tiga tahun. Dengan kata lain, masyarakat yang belum memiliki usaha, namun punya ide usaha berkesempatan mengikuti program Diklat. Sedangkan pelaku bisnis bisa mendaftar manakala usahanya berjalan maksimal tiga tahun.

“Produk bisa berasal dari lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi dan masyarakat umum. Produk diutamakan yang bersentuhan dengan teknologi,” tambah Susilo Budi.

Pendaftaran online sendiri sudah bisa diakses pada 10 Oktober 2017 lalu. Selain mendaftar, lewat situs  http://technopark.surakarta.go.id/pendaftaran/ peminat program juga bisa mendapat sejumlah informasi Diklat.

Sebagaimana penerimaan peserta pada umumnya, Solo Technopark akan melakukan proses seleksi. Pihak manajemen tidak memungut biaya, baik saat proses pendaftaran maupun selama pelaksanaan Diklat. Program ini bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

IBT merupakan sebuah program pembinaan, pendampingan dan pengembangan serta menangani manajemen aspek produksi dan pemasaran yang dilakukan inkubator bisnis Solo Technopark kepada peserta program atau tenant.

Solo Technopark Fasilitasi Kewirausahaan Masyarakat

Dilihat: 964

Solo Technopark berkomitmen mengentaskan pengangguran lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). Berupaya memberi kontribusi terhadap pembangunan dan percepatan ekonomi daerah, institusi inipun turut memfasilitasi kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

Solo Technopark memang menaruh perhatian besar terhadap sektor usaha berbasis kemasyarakatan. Melihat potensi yang ada, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini menggelar program Diklat kewirausahaan bertajuk Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) ditujukan bagi masyarakat umum.   

Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Teknologi Solo Technopark, Susilo Budi, menjelaskan IBT merupakan sebuah program pembinaan, pendampingan dan pengembangan serta menangani manajemen aspek produksi dan pemasaran yang dilakukan inkubator bisnis Solo Technopark kepada peserta program atau tenant.

Tenant adalah calon pengusaha atau usaha baru yang akan mendapat proses inkubasi oleh IBT. Mereka mendapat pembinaan, pendampingan dan pengembangan serta menangani manajemen aspek produksi dan pemasaran untuk menjadi pengusaha atau usaha mandiri, sustainable dengan produktivitas dan daya saing yang meningkat,” jelasnya, Jumat (27/10/2017).

Program IBT sangat bermanfaat bagi pengembangan bisnis masyarakat. Pasalnya, selain mendapat dukungan infrastruktur bisnis, Solo Technopark juga memfasilitasi akses permodalan, termasuk networking bisnis. 

 

Sistem Diklat Mekanik Solo Technopark Sesuai Kebutuhan Industri

Dilihat: 1141
 
Solo Technopark berkomitmen mengentaskan pengangguran lewat program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik. Dalam upaya mencetak tenaga-tenaga profesional, peserta Diklat dibekali berbagai kemampuan keteknikan. Materi dan sistem pendidikannyapun disesuaikan kebutuhan industri.   
 
Sebagaimana dikatakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, kurikulum pendidikan dan pelatihan (Diklat) mekanik mengikuti kebutuhan industri. Dengan kata lain, program yang dibuka menyesuaikan perkembangan teknologi serta tuntutan pasar agar nantinya lulusan dapat terserap industri.
 
“Kurikulum Diklat mengikuti industri. Program yang dibuka sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar. Saat ini apa yang dibutuhkan industri pas, itulah mengapa lulusan kami (Diklat Mekanik Solo Technopark) yang terserap di industri banyak,” ujarnya.
 
Selama menjalani Diklat, siswa dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Mereka diharapkan bisa menguasai teknis operasional beberapa jenis mesin. Oleh sebab itu, selain dibekali teori, peserta program juga mendapat pembelajaran praktik langsung dengan mesin produksi.
 
Diklat Mekanik Solo Technopark tak hanya mengajarkan pada pencapaian hasil semata, namun juga melatih mengelola proses kerja secara baik. Siswa harus bertumpu pada etos kerja tinggi mencakup kedisiplinan, ketekunan, ketahanan serta penguasaan teknik.    
 

“Kami siapkan satu mesin satu siswa agar mereka benar-benar menguasai. Waktu Diklat perminggu 40 jam, dihitung dari praktik dan teori. Sementara untuk kurikulumnya mengikuti industri,” ungkap Sutrisno.

 

97% Lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark Terserap Industri Manufaktur  

Dilihat: 1442

Solo Technopark menggelar program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik guna memfasilitasi keterampilan masyarakat di bidang permesinan. Selama sembilan bulan peserta dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli lewat pengajaran teori dan praktik. Program inipun terbilang sukses mencetak tenaga terampil, mengingat sekira 97 persen lulusan Diklat mampu terserap di industri manufaktur.

Di tengah ketatnya persaingan kerja, Solo Technopark berupaya memberi solusi terhadap para peserta Diklat. Langkah konkretnya, menurut Head of Mechanic Dept setempat, Sutrisno, yakni dengan memfasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan manufaktur, baik di kawasan Soloraya maupun luar daerah.  

“Sekitar 97 persen lulusan Diklat Mekanik Solo Technopark terserap di industri manufaktur. Mereka kami salurkan ke sejumlah perusahaan, walaupun ada juga yang memutuskan memilih bekerja sendiri,” kata dia.

Sementara sekira tiga persen sisanya bukan berarti tak terserap industri manufaktur, melainkan lebih memilih melanjutkan pendidikan. Adapun penyaluran peserta Diklat, selain di sejumlah perusahaan area Kota Solo dan sekitarnya, disalurkan pula ke beberapa perusahaan manufaktur di kawasan industri seperti Cikarang, Tangerang maupun Bekasi.

Lulusan Solo Technopark terserap di perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indonesia TRC Industry bergerak di bidang spare part printing, PT Metal Flashindo, PT Natra Aircraft Support bergerak dalam industri penerbangan, PT Pakarti Riken Indonesia bergerak di bidang manufaktur serta PT Reiken Quality Tools.

“Target kami memang lulusan bisa terserap industri. Dikatakan program kami baik itu indikatornya lulusan banyak terserap industri,” tandas Sutrisno.     

 

Siswa Diklat Mekanik Solo Technopark Dilatih Kerja Tim

Dilihat: 1203

Solo Technopark membekali pengetahuan permesinan peserta program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik dengan pengajaran teori dan praktik. Mereka pun dididik menjadi tenaga kompeten dan ahli di bidangnya. Selain menguasai operasional mesin, siswa juga dilatih kerja tim dengan harapan bisa terampil dan profesional di industri manufaktur.

Kemampuan bekerjasama dalam sebuah tim, menurut Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno merupakan salah satu nilai ditanamkan pada peseta Diklat Mekanik. Ini penting, mengingat dalam dunia industri, sebuah pekerjaan tak bisa dilakukan sendiri, melainkan turut melibatkan orang lain.

“Kerja tim dan bagaimana harus berinteraksi dengan orang, itulah nilai-nilai yang ditanamkan. Jadi, kami juga melakukan pendampingan ke siswa. Target kami lulusan bisa terserap industri,” ujarnya.

Penguasaan mesin maupun mampu bekerjasama dalam tim memang menjadi modal berharga bagi peserta Diklat untuk bisa terampil dan profesional di industri mekanik. Selain itu, mereka juga dituntut disiplin serta punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.  

Sementara guna mengasah keterampilan, Solo Technopark memfasilitasi satu unit mesin untuk satu siswa saat praktik. Demikian pula guna memotivasi peserta Diklat, pihak manajemen juga menyiapkan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi.

“Kami siapkan satu mesin satu siswa agar mereka benar-benar menguasai. Waktu Diklat perminggu 40 jam, dihitung dari praktik dan teori. Sementara untuk kurikulumnya mengikuti industri,” ungkap Sutrisno.

 

 
 
 
 
 
 
 
 

Diklat Mekanik, Solo Technopark Tanamkan Kejujuran, Kedisiplinan dan Keterampilan

Dilihat: 1392

Kompetensi dan profesionalitas sangat dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Tak heran jika institusi pendidikan rela menggembleng keras anak didiknya agar bisa andal di dunia kerja. Demikian pula Solo Technopark, nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan keterampilan ditanamkan dalam setiap diri peserta progam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mekanik agar punya etos kerja tinggi.

Seperti diutarakan Head of Mechanic Dept Solo Technopark, Sutrisno, menyikapi kian kompetitifnya dunia kerja, peserta Diklat dibekali kemampuan teknis dan pendidikan karakter agar berdaya saing. Setidaknya ada tiga nilai ditanamkan, yakni kejujuran, kedisiplinan dan keterampilan.

Adapun guna mendukung keterampilan, siswa atau peserta Diklat mendapat porsi praktik lebih banyak ketimbang teori. Dalam pembelajaran, Solo Technopark menerapkan metode pengajaran 75 persen praktik dan 25 persen teori.

“Ada tiga nilai yang ditanamkan di sini. Jujur, disiplin dan terampil. Sistem pembelajarannya 75 persen praktik dan 25 persen teori. Kami punya standar nilai yang mana dari segi pendampingan ada pola 422, artinya empat jam pendampingan ke siswa, dua jam persiapan dan dua jam lagi untuk pribadi,” kata Sutrisno, Senin (23/10/2017).

Sehubungan dengan nilai-nilai ditanamkan, Solo Technopark menerapkan standar nilai 5.51 pada siswa. Angka ini merupakan hasil gabungan antara nilai teori dengan praktik. Ketika peserta Diklat mendapat nilai di bawah ketentuan, praktis tak diperkenankan lagi mengikuti proses pembelajaran.  

Dalam Diklat Mekanik Manufaktur, siswa dibentuk etos kerjanya lewat serangkaian kegiatan keterampilan. Bukan hanya berfokus pada pencapaian hasil semata, namun berkaitan pula dengan proses kerja. Proses itu sendiri lebih menitikberatkan pada etos kerja mencakup kedisiplinan, ketekunan, kejujuran serta penguasaan teknik.

 

Anda disini: Home Media Publik Event dan Berita
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna