Software Engineering

Software EngineeringTerjemahan bahasa Indonesia dari software engineering yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). RPL merupakan ilmu atau teori mengerjakan suatu proyek perangkat lunak (software) baik itu menciptakan/ membangun software baru ataupun mengembangkan software lama. Banyak orang yang bisa melakukan pengkodean perangkat lunak yang biasa kita sebut programmer, namun dalam proses pembuatan perangkat lunak itu dilakukan dengan tidak sistematis sehingga menghasilkan produk perangkat lunak yang lemah.

IEEE Computer Society mendefinisikan rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan

perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

Istilah software engineering, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan konferensi tentang software engineering di Jerman dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1969. Meski penggunaan kata software engineering masukan konferensi tersebut menimbulkan debat tajam tentang aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak, banyak pihak yang menganggap konferensi tersebut lah yang menjadi awal tumbuhnya profesi rekayasa perangkat lunak.

Sedangkan di Indonesia rekayasa perangkat lunak di Indonesia dijadikan disiplin ilmu yang dipelajari mulai tingkat Sekolah Menengah Kejuruan sampai tingkatan Perguruan Tinggi. Di tingkat SMK, jurusan ini sudah memiliki kurikulum materi pelajaran sendiri yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Rekayasa Perangkat Lunak Di tingkat SMK biasanya mempelajari materi materi seperti Bahasa Pemrograman, Desain Web, Pengetahuan tentang Undang-Undang HAKI dan ITE, dan sebagainya, tergantung dari sekolah dan kurikulum tiap tahunnya.

Dengan ilmu RPL maka diharapkan sebuah proyek perangkat lunak dapat menghasilkan suatu produk software yang handal baik itu di kerjakan oleh perorangan atau pun dalam tim. Software Engineering telah menjadi salah satu bidang yang serius dibahas, baik di kalangan akademisi maupun programmer lepas. Perguruan Tinggi Ilmu komputer telah menjadikan bidang ini sebagai salah satu konsentrasi program studi.

Software Engineering telah berkembang menjadi sebuah profesi layaknya profesi lain seperti dokter, arsitek, sopir, dosen dan sebagainya. Namun software engineering memiliki keunikan tersendiri dimana profesi ini terkadang dapat dimiliki oleh orang yang tidak berlatar belakang pendidikan ilmu komputer tapi terkadang menjadi keharusan bahwa profesi software engineering berasal dari orang yang berlatar pendidikan ilmu komputer khususnya yang mengambil konsenterasi RPL. Ukuran proyek menjadi dasar penilaian apakah profesi ini harus berasal dari latar belakang pendidikan software engineering atau sebaliknya.

Kurikulum Software Engineering di Indonesia sendiri masih dirasa kurang memadai oleh para mahasiswa untuk menjadikan bidang ini sebagai profesi yang serius. Dengan kurikulum yang di terapkan Indonesia maka seseorang yang tidak berlatar belakang pendidikan software engineering pun dapat mendirikan sebuah software house (walaupun hanya menerima/ mengerjakan proyek kecil saja) dengan modal kemampuan coding dan sedikit membaca teori software engineering.

Kriteria yang dapat digunakan sebagai acuan dalam merekayasa perangkat lunak:

  1. Dapat terus dirawat dan dipelihara (maintainability)
  2. Dapat mengikuti perkembangan teknologi (dependability)
  3. Dapat mengikuti keinginan pengguna (robust)
  4. Efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya
  5. Dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan (usability)


Jadi, bisa diambil kesimpulah bahwa software engineering adalah disiplin ilmu tentang pemograman komputer yang berbasis algoritma dan menggunakan logika matematika.



Anda disini: Home Media Publik Komputer & Teknologi Informasi Software Engineering
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna