Apa itu Firewall dan Apa Manfaatnya?

Dilihat: 1139

Firewall adalah sistem keamanan jaringan, baik berbasis software atau hardware. Sistem ini digunakan untuk mengontrol trafik jaringan keluar dan masuk.

Firewall bertindak sebagai penghalang antara jaringan terpercaya dan jaringan tidak terpercaya. Firewall mengontrol akses kepada sumber daya sebuah jaringan lewat model kontrol yang positif. Hal ini berarti jika trafik yang diizinkan masuk ke dalam jaringan ditentukan oleh kebijakan firewall, semua trafik lain ditolak.

Firewall sendiri dipinjam dari istilah pemadam kebakaran dan pencegahan kebakaran. Firewall adalah sebuah penghalang yang dibuat untuk mencegah penyebaran api.

Saat organisasi atau perusahaan mulai berpindah dari komputer mainframe dan membuang model komputer klien ke klien-server, kemampuan untuk mengontrol akses ke server menjadi prioritas. Sebelum firewall muncul pada akhir 1980-an, bentuk keamanan jaringan dilakukan oleh access control lists (ACLs) yang ada pada router. ACLs menentukan alamat IP yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses jaringan.

Tumbuhnya internet dan hasil dari naiknya konektivitas jaringan berarti jika jenis filtering ini tidak lagi cukup untuk mencegah trafik jahat sebagai informasi dasar tentang trafik jaringan yang terkandung dalam packet header. Digital Equipment Corp memasarkan firewall komersial pertama (DEC SEAL pada 1992) dan semenjak itu teknologi firewall mulai berkembang untuk melawan serangan cyber yang semakin canggih.

 

 

Sumber: searchsecurity.techtarget.com

 

Mengenal Proxy Server dan Cara Kerjanya

Dilihat: 1043

Proxy server adalah sebuah komputer terdedikasi atau sistem software yang berjalan pada sebuah komputer yang bertindak sebagai perantara antara perangkat endpoint seperti komputer dan sebuah server lain yang darinya pengguna atau klien meminta layanan. Proxy server mungkin ada di mesin yang sama dengan server firewall atau dalam server terpisah, yang melanjutkan permintaan itu melewati firewall.

Keunggulan proxy server adalah cachenya bisa melayani semua pengguna. Jika salah satu situs internet seringkali diakses, maka situs itu akan tersimpan dalam cache proxy, sehingga response time pengguna akan semakin cepat.

Saat proxy server menerima permintaan untuk sebuah sumber internet (seperti halaman Web), maka proxy akan melihat pada cache yang ada. Jika sumber internet itu tersimpan dalam cache, maka permintaan itu akan kembali kepada pengguna berupa cache sumber itu. Proxy tidak perlu meneruskan permintaan itu ke sumber aslinya. Jika sumber itu tidak ada dalam cache, proxy server bertindak sebagai perwakilan klien, menggunakan salah satu alamat IP mereka sendiri, meminta layanan dari sumber itu. Setelah itu, proxy akan mengirimkan sumber itu ke pengguna yang memintanya.

Proxy server bisa digunakan untuk tujuan legal dan ilegal. Dalam penggunaan bisnis, proxy server digunakan untuk menfasilitasi keamanan, kontraol administratif, atau layanan caching. Dalam konteks komputer pribadi, proxy server digunakan untuk privasi pengguna, dan akses internet tanpa anonim. Proxy server bisa juga digunakan untuk tujuan yang berkebalikan: memonitor trafik dan mengecilkan privasi pengguna. Untuk pengguna, proxy server tidak terlihat, semua permintaan internet dan respon proxy terlihat langsung ditujukan ke server internet.

 

 

Sumber: whatis.techtarget.com

Apa itu Cloud Computing

Dilihat: 1001

Istilah “cloud computing” adalah istilah yang kerap dijumpai di internet sekarang ini. Dalam arti sederhana, cloud computing berarti menyimpan dan mengakses data dan program lewat internet dan bukan hard disk komputer. Cloud atau awan adalah metafora untuk internet. Metafora itu muncul saat bagan presentasi menjelaskan tentang infrastruktur server internet dengan bentuk awan cumulonimbus putih.

Cloud computing bukanlah soal hard disk. Saat Anda menyimpan data atau menjalankan program dari hard disk, itu disebut penyimpanan lokal dan komputasi (computing). Segala sesuatu yang Anda perlukan secara fisik dekat, berarti mengakses data cepat dan mudah, untuk satu komputer atau jaringan lokal lainnya.

Cloud computing juga bukan berarti memiliki hardware atau server network attached storage (NAS) khusus. Menyimpan data pada jaringan rumah atau kantor tidak terhitung sebagai penyimpanan awan (cloud storage).

Supaya dianggap sebagai “cloud computing”, Anda perlu mengakses data atau program lewat internet, atau paling tidak, data tersinkronisasi dengan informasi lain lewat web. Dengan koneksi online, cloud computing bisa dilakukan di manapun dan kapan pun.

 

 

Sumber: PC Mag.

Banyak Bisnis di Australia Gunakan Cloud Computing

Dilihat: 834

Jumlah perusahaan di Australia yang menggunakan layanan cloud computing komersial naik dari 19 persen menjadi 31 persen hanya dalam waktu setahun, tulis Australian Bureau of Statistics (ABS). ABS mengumpulkan informasi penggunaan layanan cloud computing berbayar selama dua tahun belakangan ini.

Pada 2013-2014, hampir satu dari lima perusahaan di Australia menggunakan cloud computing. Pada 2015-2016, ABS berkata jika angka itu naik 31 persen atau hampir sepertiga bisnis. ABS memperoleh data berdasarkan survei terhadap 6750 perusahaan. Tingkat adopsi teknologi ini untuk bisnis dengan 0-4 pegawai naik 25 persen, dan 60 persen untuk perusahaan dengan 200 pegawai atau lebih.

Perusahaan biasanya menggunakan produk software berbasis cloud (85 persen) diikuti dengan cloud storage (60 persen). Tren ini berlanjut dari tahun sebelumnya. Alasan kenapa masih ada perusahaan yang tidak menggunakan teknologi ini adalah kurangnya pengetahuan. Usaha di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan yang biasanya tidak nyaman menggunakan cloud computing.

Selain kurangnya pengetahuan, perusahaan-perusahaan tertentu juga kuatir dengan resiko pembobolan keamanan jika mereka memutuskan mengadopasi cloud computing. ABS melihat jika industri media dan telekomunikasi adalah yang paling banyak mengadopasi cloud computing.

 

 

Sumber: itnews.com.au

Memahami Ancaman Phishing Scam

Dilihat: 1151

Phishing adalah ancaman keamanan yang dialami para pengguna internet. Biasanya para hacker menggunakan jenis serangan ini untuk menyebarkan malware seperti ransomware. Lantas apakah phishing scam itu? Phishing scam biasanya berupa pesan email palsu yang mengaku berasal organisasi atau lembaga resmi (misalnya universitas, penyedia layanan internet, bank dan lain-lain).

Email itu biasanya berisi link yang bila diklik akan membawa kita ke sebuah situs palsu. Atau email itu meminta pengguna mengirim informasi rahasia/ pribadi (misalnya password, informasi PIN kartu kredit dan lain-lain). Sang pengirim email palsu itu lantas menggunakan informasi rahasia yang digunakan sang pengguna untuk melakukan pencurian identitas.

Salah satu jenis phishing juga menyatakan jika pengguna menerima email karena ada aktivitas mencurigakan dalam akun. Untuk mengatasi hal itu, pengguna diminta mengklik link di dalam email untuk menverifikasi informasi.

Phishing scam digunakan untuk menimbulkan rasa panik di antara para penerima email. Saat panik dialami, mereka akan segera merespons dengan membagi informasi pribadi atau mengklik link tanpa berpikir matang. Hal ini karena adanya ancaman dalam email misalnya jika link tidak diklik atau informasi tidak dibagikan, mereka bisa kehilangan akun email, rekening bank dan lain-lain. Itulah ciri khas phising scam karena organisasi atau badan resmi tidak akan memberitahukan hal-hal penting seperti itu lewat email.

 

 

Sumber: kb.iu.edu

Mengenal Teknologi VPN

Dilihat: 997

Umumnya, saat kita menggunakan internet, kita pertama kali terhubung dengan Internet Service Provider (ISP). Lalu Anda terhubung dengan situs atau layanan internet apapun yang ingin Anda kunjungi. Semua lalu lintas internet melewati server ISP dan bisa dilihat oleh ISP.

VPN atau Virtual Private network mengizinkan kita terhubung dengan internet lewat sebuah server yang dijalankan oleh penyedia VPN. Semua data yang dikirim dan diterima komputer, smartphone atau tablet dan server VPN dienkripsi dengan aman. Sebagai hasilnya, ada beberapa hal yang terjadi:

- Ada privasi karena aktivitas internet kita tersembunyi dari ISP (penyedia layanan internet) dan pemerintah

- Mengizinkan pengguna mengakali sensor atau pemblokiran yang dipasang sekolah, tempat kerja, ISP atau pemerintah

- Mengizinkan kita mengubah lokasi untuk mengakses layanan yang diblokir berdasarkan lokasi geografis kita

- Melindungi kita melawan para hacker yang menggunakan hotspot WiFi

- Mengizinkan kita mendownload konten P2P (peer to peer) dengan aman

 

Sumber: bestvpn.com

Anda disini: Home Media Publik Komputer & Teknologi Informasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna