Apa Itu End-to-End-Encryption?

Dilihat: 1076

End-to-end-encryption (E2EE) adalah sistem komunikasi di mana para pengguna yang berkomunikasi yang bisa membaca pesan yang dikirim/diterima. Pada dasarnya, pihak-pihak yang mungkin menguping komunikasi termasuk penyediaan telekomunikasi, penyedia internet dan bahkan penyediakan layanan komunikasi perlu kunci kriptografi untuk membaca komunikasi. Sistem ini didesain untuk mengalahkan segala cara untuk menyadap atau mencegat komunikasi. Misalnya, penyedia layanan yang dipakai berkomunikasi tidak bisa menyerahkan teks atau data komunikasi karena mereka tidak bisa membaca isinya yang sudah terenkripsi.

Pada 2016, masih ada beberapa sistem komunikasi (chat atau aplikasi telepon) berbasis server yang tidak memiliki sistem E2EE. Sistem ini hanya bisa menjamin keamanan komunikasi antara klien dan server. E2EE dianggap lebih aman karena mengurangi jumlah pihak yang bisa mencegat atau memecahkan enkripsi. Contoh-contoh aplikasi chat yang memiliki E2EE adalah WhatsApp, Line, dan iMessage.

 

Sumber: Wikipedia

Apakah Itu Net Neutrality?

Dilihat: 1253

Prinsip net neutrality adalah kita memiliki hak berkomunikasi secara bebas online. Net Neutrality berarti internet yang bisa menyediakan dan melindungi kebebasan berbicara. Hal ini juga berarti ISP (internet service provider) menyediakan jaringan terbuka tanpa memblokir atau mendiskriminasi aplikasi atau konten tertentu.

Sama halnya dengan operator seluler tidak boleh membatasi siapa yang boleh kita telpon dan apa yang kita katakan saat menelepon, ISP seharusnya tidak campur tangan dengan konten yang kita lihat atau posting online.

Tanpa adanya Net Neutrality, bisa terjadi persaingan yang tidak sehat. Sebuah ISP bisa dengan sengaja memperlambat konten kompetitor atau memblokir pendapat politik yang tidak mereka setujui. ISP bisa juga mengenakan biaya tambahan untuk beberapa perusahaan penyedia konten. Hal ini pada akhirnya akan menghancurkan internet yang terbuka.

Tanpa Net Neutrality, internet akan menjadi jaringan tertutup di mana perusahaan telepon dan TV kabel yang memegang kendali. Mereka akan menentukan situs, konten atau aplikasi yang boleh diakses pengguna. Dampak tindakan ini sangat besar. Perusahaan operator seluler atau telepon bisa memutuskan siapa yang didengar dan siapa yang tidak. Mereka bisa memblokir situs atau konten yang tidak mereka suka atau aplikasi yang berkompetisi dengan aplikasi mereka.

 

 

Sumber: SaveTheInternet.com

Google Perkenalkan Fitur Backup and Sync Untuk Komputer

Dilihat: 1376

Anda mungkin menyimpan file dan foto paling penting di berbagai tempat berbeda: di komputer, smartphone, berbagai kartu micro SD, kartu SD dan kamera digital yang Anda gunakan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, tidak mudah untuk menjaga keamanan data, membackup dan mengorganisasi data yang tersebar itu. Untuk mengatasi masalah ini, Google merilis fitur Backup and Sync untuk Google Photos dan Drive.

Dengan fitur itu, proses membackup dan melindungi data dan foto menjadi lebih mudah, lebih cepat dan bisa diandalkan. Fitur atau alat ini menggantikan alat uploader Google Photos dan Drive untuk komputer Mac/ PC.

Backup and Sync adalah aplikasi untuk komputer dan Mac yang bisa membackup file dan foto dengan aman ke Google Drive dan Google Photos. Dengan demikian file dan foto itu bisa diakses dari manapun selama ada koneksi internet. Anda hanya tinggal memilih folder yang ingin dibackup, dan proses backup akan berlangsung secara otomatis.

Alat Backup and Sync untuk Google Photos bisa diperoleh di sini (https://photos.google.com/apps) dan untuk Google Drive di sini (https://www.google.com/drive/download/).

 

Sumber: Google.

Apa Itu Ransomware dan Cara Kerjanya?

Dilihat: 1004

Ransomware adalah sebuah program jahat yang menginfeksi komputer dan mengunci beberapa bagian komputer. Oleh karena itu pengguna tidak bisa mengakses komputer atau data komputer mereka. Setelah itu biasanya di dalam komputer pengguna akan muncul sebuah pesan meminta bayaran jika pengguna ingin membuka kunci itu. Biasanya permintaan bayaran atau uang tebusan ini disertai ancaman penghapusan data-data penting di dalam komputer. Ransomware memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda untuk dihapus. Bagian komputer yang dikunci juga beragam, mulai dari beberap file hingga seluruh hard disk.

Pada dasarnya ransomware meniru kejahatan dalam bentuk penculikan yang dilakukan di dunia nyata: penculik menyandera seseorang atau sesuatu yang Anda hargai. Untuk memperoleh kembali orang itu atau benda itu, Anda harus membayar.

Supaya hal ini bekerja dengan baik, komputer perlu diinfeksi dulu dengan program ransomware. Biasanya infeksi ini terjadi saat pengguna tertipu untuk mengklik link yang berisi virus ransomware.

Biasanya Anda menerima sebuah email dari perusahaan atau organisasi yang dikenal misalnya bank Anda. Lalu email itu meminta Anda mengklik sebuah link untuk mengkonfirmasi sesuatu. Bentuk email itu terlihat seperti email resmi, maka Anda percaya dan mengklik link itu. Di situlah ransomware mulai bekerja. Ada beragam isi email yang digunakan hacker untuk mengecoh pengguna mulai notifikasi pengiriman barang, tagihan listrik atau pengembalian pajak.

Setelah pengguna mengklik link atau membuka lampiran dari email itu, ransomware mulai terpasang tanpa sepengetahuan pengguna. Program itu lalu mengunci hard disk dan file di dalamnya baik berupa foto, musik maupun dokumen penting. Begitu komputer dinyalakan, di layar akan terlihat ancaman jika data yang penting dalam komputer akan dihapus jika uang tebusan tidak dibayar.

 

 

Sumber: CNN.

Apa Itu Augmented Reality?

Dilihat: 1108

Setelah sebelumnya belajar tentang Virtual Reality (VR), sekarang kita akan belajar arti Augmented Reality (AR) karena keduanya saling berkaitan. Secara sederhana, AR adalah campuran antara dunia nyata dan virtual reality. Jadi AR adalah dunia di antara kedua dunia ini, jadi kadang-kadang AR disebut sebagai mixed reality.

Salah contoh dari penggunaan teknologi AR adalah game Pokemon Go. Dalam game itu, dunia Pokemon yang tidak nyata diciptakan dengan VR. Dunia itu beserta para makhluk Pokemon di bawa ke dalam dunia nyata. Lewat game di smartphone atau tablet, kita bisa melihat makhluk Pokemon di berbagai tempat dalam dunia nyata.

Untuk saat ini, AR biasanya memanfaatkan kamera smartphone atau tablet. Salah satu contoh lain aplikasi yang menggunakan AR adalah Dulux Visualizer. Dulux adalah salah satu produsen cat tembok. Dengan aplikasi itu, Anda bisa mengarahkan kamera smartphone ke tembok kamar atau salah satu ruangan rumah. Lalu Anda bisa mengubah warna cat rumah sesuai dengan keinginan Anda. Kegunaan aplikasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana warna cat Dulux terlihat jika dipakai di dinding rumah. Dengan demikian, Anda tidak perlu bingung-bingung memilih warna cat yang cocok dengan rumah Anda.

IKEA juga menciptakan aplikasi AR, Catalog App. Dengan aplikasi itu, Anda bisa mencoba meletakkan perabot IKEA di ruangan rumah. Dengan demikian Anda bias melihat jika ukuran perabot itu, gaya dan bentuknya cocok atau tidak dengan perabot dan ukuran ruangan.

 

 

Sumber: ExplainThatStuff.com

Apa itu Virtual Reality?

Dilihat: 1227

Virtual reality (VR) kerap kita dengar belakangan ini. Lantas apa arti virtual reality? Artinya adalah mengalami hal-hal lewat komputer atau aplikasi yang tidak benar-benar ada. Dari definisi sederhana itu, ide ini tidak terdengar seperti ide baru. Tapi VR menyajikan sesuatu yang segar.

Apa bedanya VR dengan imajinasi kita saat menikmati bacaan, mendengarkan musik, menonton film? Perbedaannya dalam VR ada dunia interaktif, yang menyakinkan yang diciptakan oleh komputer secara 3D. Dunia ini bisa dijelajahi oleh pengguna sehingga kita merasa seolah kita ada di sana baik secara mental maupun fisik.

Dengan teknologi VR, kita benar-benar merasa seolah kita ada dalam dunia itu. Selain itu, dunia ini perlu bergerak saat kita bergerak. Oleh karena itu kita bias menjelajahi dunia yang diciptakan oleh teknologi VR itu.

  

 

Sumber: ExplainThatStuff.com

Anda disini: Home Media Publik Komputer & Teknologi Informasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna