Rekayasa Teknik ala TNI AD untuk Uji Nyali Prajurit TNI

Calon prajurit komando TNI di tiga matra angkatan, punya jatah latihan yang tidak diterapkan di angkatan bersenjata negara lain. Mereka diharuskan merayap di medan berlumpur, lalu di sekitarnya ditembaki dengan peluru tajam. Ya, benar-benar hujan peluru tajam dengan jarak kurang dari satu meter dari tempat mereka merayap.

Latihan itu disebut dopper. Biasanya, penembakan beruntun dilakukan dari atas menara, oleh dua orang atau lebih petembak jitu. Mereka menggunakan senapan mesin AK-47 untuk alasan akurasi dan ketahanan ditembakkan terus menerus. Selain itu, peluru kaliber 7.62 mm menghasilkan dentuman keras yang bisa menggoyah mental prajurit.

 

“Kami melihat, sebenarnya harus ada senapan yang khusus dipakai untuk dopper. Katakanlah senapan yang akurat dan kuat ditembakkan terus menerus, suaranya keras menggelegar, kaliber besar supaya menimbulkan efek muncrat di lumpur, tapi berdaya bunuh rendah untuk keamanan siswa,” tutur Kapten Inf Ony Mulyanto, perwira Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD, beberapa waktu lalu.

Belum ada senapan khusus untuk latihan dopper, karena itu TNI AD berupaya merancang sendiri sesuai kriteria yang dibutuhkan. Hasilnya, sebuah senapan serbu yang mirip dengan SS 2 buatan PT Pindad, dengan laras yang tampak lebih panjang dan besar, serta memiliki berat mencapai 4,6 kilogram. Senapan yang masih dalam tahap eksperimen ini menggunakan peluru kaliber 7.62 mm dengan proyektil berlapis metal, namun berujung tumpul mirip peluru polisi.

“Senjata ini jadi lebih berat dan kaku ketimbang senapan biasa, tapi tidak masalah karena memang tidak untuk dibawa lari-lari. Pelurunya kami buat khusus, berujung tumpul, karena itu efek muncratnya di lumpur juga lebih dramatis. Yang jelas lebih aman ketimbang menggunakan peluru AK,” imbuh Onny.

Senapan khusus dopper ini sudah melewati sejumlah uji coba. Namun Onny belum tahu apakah nantinya akan diproduksi massal. (rik)

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi Rekayasa Teknik ala TNI AD untuk Uji Nyali Prajurit TNI
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna