Plastik MicroBead, Bisa Diurai dan Diperbarui

Saat kita memikirkan sampah plastik di laut, kita biasanya berpikir tentang sisa sampah yang mengapung di permukaan laut. Tapi sampah plastik tidak hanya plastik biasa tapi juga plastik microbead. Biasanya plastik ini dipakai di produk seperti odol, tabir surya dan gel rambut yang memberikan tekstur lembut.

Microbead juga membawa masalah tersendiri karena berukuran sangat kecil sehingga tidak tersaring sistem filtrasi saluran pembuangan. Plastik ini pada akhirnya akan mencemari kehidupan liar di laut. Bahkan mungkin dikonsumsi oleh binatang-binatang di laut. Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan dari the University of Bath mengembangkan microbead yang bisa diurai kembali (biodegradable).

Biasanya microbead dibuat dari minyak bumbi berbasis polietilena atau polipropilena yang awet hingga ratusan tahun. Tapi microbead ini dibuat dari selulosa berbasis tanaman. Hal ini berarti plastik ini dibuat dari sumber yang bisa diperbarui.

Oleh karena itu microbead ini bisa dibuat dari sampah pertanian atau sisa produksi kertas. Tapi produk ini juga bisa diolah menjadi gula yang tidak berbahaya begitu terpapar mikroba di saluran pembuangan atau di lingkungan air.

Plastik super kecil ini dibuat dengan memaksa cairan selulosa keluar melalui lubang-lubang kecil di sebuah membran tubular. Hal ini menyebabkan cairan itu membentuk tetesan bulat. Menggunakan minyak sayuran, tetesan-tetesan ini dicuci dari membran dan dijadikan satu. 

Tetesan-tetesan itu lalu dipisahkan dari minyak dan menjadi microbead padat. Menurut universitas itu, proses ini bisa dengan mudah diproduksi untuk keperluan komersial.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Janet Scott dan James Coombs Obrien dan diterbitkan dalam jurnal ACS Suistainable Chemistry and Engineering. (ranu)

 

Sumber: NewsAtlas.com

 

 

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi Plastik MicroBead, Bisa Diurai dan Diperbarui
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna