Sampah Logam Diubah Jadi Baterai Potassium-Ion

Sampah stainless steel seringkali digunakan sebagai filter dan layar dalam fasilitas seperti pabrik pengolahan air limbah atau poros ventilasi. Tapi begitu materi logam ini ditutupi karat dan melemah, biasanya stainless steel ini hanya dibuang. Sekarang para peneliti Cina menemukan cara untuk mengubah sampah lobam ini menjadi elektroda dalam baterai potassium-ion.

Baterai yang kerap digunakan saat ini adalah lithium-ion. Tapi baterai jenis ini memiliki beberapa masalah. Sebagai permulaan, baterai ini menurun kinerjanya seiring dengan bertambahnya usia terutama jika tidak disimpan di tempat yang dingin. Mereka juga memiliki kecenderungan untuk meledak. Dan dibandingkan dengan baterai sodium-ion atau potassium-ion, mereka lebih mahal harganya.

Baterai potasium bisa menjadi alternatif yang lebih murah dan stabil untuk baterai lithium. Metode baru ini dikembangkan oleh tim dari the Chinese Academy of sciences dan Jilin University yang mengatasi masalah dalam penanganan potassium-ion yang besar dan sampah logam yang banyak.

Pertama, para peneliti mengambil sampah stainless steel itu dan mencelupkannya ke dalam larutan potassium ferrocyanide. Lauran ini biasanya digunakan untuk berkebun, membuat anggur dan sebagai agen anti kering pada garam. Saat logam dicelupkan ke larutan, ion besi, chromium dan nikel melucuti karat. Kemudian karat itu bergabung dengan ion ferrocyanide membentuk Prussian blue.

Setelah itu, logam yang sekarang bernama biru itu dicelupkan ke dalam larutan graphene oxide, yan g melapisi logam sehingga matriks Prussian blue tidak menggumpal. Selain itu larutan itu memberikan logam biru itu kemampuan lebih untuk mengkonduksi listrik.

 

Sumber: NewsAtlas.com

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi Sampah Logam Diubah Jadi Baterai Potassium-Ion
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna