Perbedaan Hot Forging vs Cold Forging Pada Logam

Hot forging dan cold forging adalah dua proses pembentukan logam yang berbeda dengan hasil  yang sama. Forging atau menempa adalah proses merubah bentuk logam menjadi bentuk yang diinginkan menggunakan peralatan tertentu. Perubahan bentuk dicapai menggunakan proses penempaan panas (hot forging), dingin (cold forging) atau bahkan hangat (warm forging). Pada akhirnya, produsen akan melihat sejumlah kriteria sebelum memilih jenis penempaan yang terbaik untuk digunakan pada proses produksi.

Selama hot forging, suhu yang digunakan mencapai titik rekristalisasi logam. Panas yang ekstrim diperlukan untuk menghindari logam mengeras selama proses pembentukan. Untuk mencegah oksidasi dengan logam tertentu, seperti super alloy, jenis hot forging yang disebut isothermal forging adalah pilihan yang baik. Pada isothermal forging, pembentukan logam muncul di dalam atmosfer yang sangat terkontrol, serupa dengan vakum.

Cold forging membentuk logam saat logam berada di bawah titik rekristalisasi. Cold forging biasanya digunakan saat logam yang diolah adalah logam lunak seperti alumunium. Proses ini biasanya lebih murah dibandingkan hot forging dan produk akhirnya memerlukan finishing yang sedikit atau malah tidak perlu finishing sama sekali.

 

 

Sumber: Thomasnet.com

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi Perbedaan Hot Forging vs Cold Forging Pada Logam
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna