Mengenal Keramik Oksida dan Keunggulannya

Pemakaian serat oksida pada campuran keramik membuat komponen produk tahan terhadap oksidasi dan memberikan tambahan kekuatan yang dibutuhkan. Walaupun serat ini terdiri dari beragam komposisi dan bisa dibuat lewat berbagai proses berbeda, sebuah serat oksida dibentuk pertama kali lewat proses kimia dan lalu dipanaskan untuk menghasilkan keramik.

Beberapa proses umum meliputi polymer pyrolysis, sebuah proses deposisi kimia yang terjadi pada suhu tinggi dan sol-gel di mana deposisi larutan kimia terjadi lewat serat yang diputar dari sebuah cairan.

Serat keramik oksida seringkali terdiri dari kombinasi zirconium dioksida, aluminum trioxide dan titanium dioxide. Silika, fosfor, dan boria seringkali diperlukan dalam jumlah yang besar, karena mereka adalah oksida pembentuk kaca.

Serat keramik alumina oxide atau serat kaya alumunium cenderung menawarkan resistansi kimia yang tinggi, kekuatan yang lebih dan resistansi terhadap suhu tinggi. Mereka bisa dibuat dengan proses yang sama dengan sol-gel, dan lalu dipanaskan dalam suhu tinggi. Produk akhirnya memiliki permukaan yang kasar tapi struktur polycrystalline yang kuat; permukaannya bisa diperhalus dengan lapisan silika, yang akan lebih jauh memperkuat komponen.

Serat keramik alumina zirconia menawarkan retensi yang lebih baik terhadap properti logam saat terpapar panas ekstrim dan biasanya lebih berguna dalam campuran yang harus tahan terhadap terpaan suhu tinggi yang terus menerus. Serat keramik alumina-silica memiliki fitur-fitur mirip dengan alumunia zirconia.




Sumber: thomasnet.com

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi Mengenal Keramik Oksida dan Keunggulannya
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna