Ilmuwan Cina Ciptakan Beras Ungu Anti Oksidan

Dilihat: 1014

Beras putih dikatakan memiliki sedikit kandungan nutrisi, jadi jika Anda ingin beras yang lebih sehat Anda disarankan mengkonsumsi beras hitam atau merah. Tapi kelak mungkin akan ada pilihan lain. Hal ini karena para ilmuwan Cina memanipulasi beras secara genetis untuk menghasilkan beras ungu. Beras ini dikatakan kaya antioksidan dan bisa mengurangi resiko kanker dan penyakit jantung.

Manfaat kesehatan tambahan dari beras baru ini karena tingkat anthocyanins yang ditambah. Senyawa ini meningkatkan aktivitas aktioksidan, yang dihubungkan dengan pengurangan resiko kanker, diabetes dan penyakit jantung. Senyawa ini jugalah yang memberikan warna pada blueberry dan anggur merah. Oleh karena itu beras baru ini memiliki warna ungu.

Hal ini bukanlah pertama kalinya para ilmuwan mencoba menciptakan beras dengan tingkat anthocyanin yan glebih tinggi. Usaha-usaha sebelumnya gagal karena rumitnya cara biosintesis yang digunakan. Untuk mengakali hal ini para peneliti dari South China Agricultural University itu awalnya menguji gen mana yang dihubungkan dengan produksi anthocyanin pada beragam jenis beras. Langkah berikutnya, tim itu berusaha menguji seberapa aman beras ungu ini untuk dimakan dan apakah teknik itu bisa diterapkan pada makanan pokok lainnya.

 


Sumber: Science Daily.

Industri Iklan di Masa Mendatang Gunakan Kaca Mobil?

Dilihat: 1024

Sebuah startup  teknologi asal Israel menciptakan sebuah bentuk kaca jendela baru yang bisa mengubah mobil menjadi billboard bergerak. Menurut pemberitaan Reuters, perusahaan bernama Gauzy itu telah mengembangkan sebuah layar LCD disebut smart glass. Layar ini mengubah jendela mobil menjadi iklan tertarget.

Salah satu pendiri dan CEO Gauzy Eyal Peso berkata teknologi ini mengizinkan jendela mobil menjadi platform iklan tertarget yang ditujukan kepada orang-orang tertentu. “Inilah pertama kalinya jendela mobil tidak lagi hanya sekedar jendela mobil, tapi juga papan iklan yang bisa digunakan untuk iklan cerdas,” katanya.

“Contohnya, memberitahukan orang-orang yang lewat tentang tempat wisata terdekat, memberikan Anda banyak informasi. Iklan itu berbasis lokasi tentunya. Mobil itu tahu lokasinya, jadi bisa mempromosikan informasi terkait dan relevan tentang lokasi itu,” terangnya.

Teknologi smart glass ini bekerja lewat LCD tipis yang diikat ke dalam kaca aman dan ditenagai oleh sistem listrik mobil. Saat mobil berjalan, jendela mobil akan berfungsi seperti biasanya dan bersih. Tapi saat mesin dimatikan, maka jendela itu akan berubah menjadi layar high definition.

 

 

Sumber: Reuters.

Mesin Las M1 GYS Auto Cocok Untuk Perbaiki Mobil

Dilihat: 1014

M1 GYS Auto adalah mesin las MIG-MAG fase tunggal sinergis. Mesin ini ideal untuk memperbaiki bodi mobil. Mesin ini direkomendasikan untuk mengelas baja, stainless steel, alumunium dan untuk MIG brazing untuk baja berkekuatan high-tensile (dengan kabel CuSi3 dan CuAI8).

Mode Sinergis mengizinkan mesin menentukan kecepatan kabel yang optimal dengan menentukan jenis kabel, diameter kabel dan aliran las. Dengan motor 4 Drive rolls, mesin ini cocok untuk wire reel  5kg/ø200mm dan 15kg/ø300mm.

Juga ada fitur memory save untuk setiap pengelasan dan aktivasi untuk parameter las yang terakhir digunakan (diameter kabel, jenis dan mode kabel).

Ada tiga mode las yang tersedia: Standard (2T), Spot dan Delay. MI GYS Auto juga bisa diupgrade dan bisa dipasangi torch Spool Gun. Torch yang dimotorisasi cocok untuk wire reel  1kg/ø100mm untuk alumunium, stainless steel, baja dan tembaga.

Dapat juga dipakai untuk soft wire seperti AISi5 dan AISi12 (direkomendasikan untuk perbaikan bodi mobil), serta muudah digunakan karena menyesuaikan kecepatan wire pada torch Spool Gun secara langsung.

 

 


Sumber: paintandpanel.com.au

 

 

Belanda Bangun Jembatan Dengan Mesin Printer 3D

Dilihat: 1147

Saat orang mendengar kata 3D printing, mereka mungkin berpikir tentang proyek kecil di mana orang bisa mencetak benda-benda kecil dengan printer 3D. Tapi rupanya mesin printer 3D bisa dipakai untuk membangun sesuatu yang lebih besar. Di Belanda, para peneliti dari Eindhoven University of Technology membangun jembatan untuk para pesepeda menggunakan mesin printer 3D.

Jadi kenapa mereka menggunakan 3D printing dibandingkan metode biasa? Rupanya untuk alasan terkait lingkunan. Semen konkret yang dicetak dengan cara biasa mengeluarkan CO2. Jadi dengan menggunakan mesin printer 3D emisi CO2 ini bisa dikurangi. Selain itu dengan mesin ini, kita bisa mencetak bentuk apapun yang kita inginkan secara fleksibel.

Selain itu, dengan mesin ini, kabel baja penguat bisa dicetak di waktu yang sama. Hal ini berarti benda-benda yang dicetak dengan mesin ini bisa memperoleh tambahan keamanan dan stabilitas. Pembangunan jembatan ini akan dilakukan September 2017.

 

 

Sumber: Ubergizmo.

 

Industri Kedirgantaraan Akan Lebih Sering Pakai Printer 3D

Dilihat: 1081

Menurut lembaga konsultasi MarketsandMarkets, produsen kedirgantaraan (areospace) akan menggunakan additive manufacturing (AM) untuk membuat lebih dari $3 miliar bagian-bagian pesawat pada 2022. Angka ini meningkat tajam karena pada 2017 hanya $700 juta yang dibuat dengan mesin AM.

Aerospace dan AM memiliki hubungan yang saling menguntungnya. Industri kedirgantaraan seringkali memerlukan kriteria yang spesifik untuk berat dan kinerja  bagian pesawat. Dan AM, atau disebut juga dengan cetak 3D bisa memenuhinya.

Tapi cetak 3D merupakan teknik produksi yang masih muda. Para teknisi aerospace perlu banyak belajar tentang proses produksi baru ini. Sistem cetak 3D yang saat ini kerap digunakan adalah sistem cetak laser powder-bed. Ada  berbagai sistem laser dan sistem pancaran elektron yang perlu dipelajari.

 Salah satu tren besar dalam AM adalah produksi bagian-bagian pesawat yang besar hingga 1-2 meter menggunakan teknik ini. Tapi harga serbuk logam (metal powder) bisa menjadi sebuah tantangan. Tren lainnya adalah desain berbasis simulasi. Cara ini membantu para teknisi mencapai pemanasan yang seragam untuk mikrostruktur yang seragam sebelum bagian-bagian pesawat dicetak. Pabrik pesawat juga membangun mesin-mesin dengan sensor dan kamera yang bisa mengukur suhu serbuk logam untuk meningkatkan kontrol.

Tren lainnya adalah serbuk logam  yang lebih murah. Dengan semakin populernya mesin cetak 3D berbasis laser powder bed, diharapkan harga serbuk logam semakin murah. Hal ini akan memicu semakin tingginya adopsi mesin ini dalam industri kedirgantaraan dan industri lainnya.

 

 

Sumber: Aviation Week.

 

Caltech Tidak Gunakan Lensa Supaya Kamera Lebih Ramping

Dilihat: 1068

Ukuran kamera yang dipasang pada smartphone dan tablet sekarang ini semakin kecil. Tapi pemakaian lensa untuk menangkap cahaya membuat kamera pada kedua perangkat itu terlihat menyembul di belakang. Pemakaian lensa dianggap menghalangi produsen menciptakan kamera yang lebih tipis.

Caltech mencoba mengatasi masalah ini dengan memakai ultra-thin optical phased array (OPA).  OPA adalah lapisan tipis silikon fotonik terintergrasi. OPA  bisa memanipulasi cahaya yang masuk secara komputasi untuk menghasilkan gambar. Dengan demikian lapisan ini bisa menggantikan fungsi lensa dan sensor gambar.

Para peneliti dari Caltech juga mengatakan keunggulan OPA adalah bisa meniru lensa fish-eye dan telephoto sehingga tidak perlu menggunakan lensa berbeda.  Hal ini karena kamera tanpa lensa itu memiliki receiver yang bisa dikendalikan secara individu untuk menangkap susunan cahaya yang masuk time delay.

Untuk saat ini, kamera tanpa lensa ini baru bisa dipakai untuk menangkap gambar dalam resolusi kecil. Tapi penemuan OPA ini bisa mengubah teknologi kamera saat ini.

 

 

Sumber: Caltech.edu

 

 

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna