Drone Gunakan WiFi Untuk Lihat yang Tersembunyi dalam Ruangan

Dilihat: 1099

Tiga tahun lalu, para peneliti dari the University of California, Santa Barbara (UCSB), Amerika Serikat menggunakan robot yang dilengkapi WiFi untuk memperoleh gambar dua dimensi dari obyek-obyek yang tersembunyi di balik tembok. Dengan kata lain, robot-robot ini bisa mendeteksi dan memperoleh gambar tentang obyek yang ada di dalam ruangan tertutup.

Sekarang teknologi yang sama digunakan oleh drone udara. Mereka bisa memperoleh foto-foto 3D dari obyek-obyek di dalam ruangan. Teknologi ini bisa digunakan dalam misi pencarian dan penyelamatan, penemuan arkeologi dan pengawasan struktural.

Dipimpin oleh Prof. Yasamin Mostofi, tim UCSB menggunakan dua drone octocopter otomatis. Keduanya dilengkapi dengan  transceivers WiFi. Dua drone itu terbang dengan pola sinkronis di kedua sisi bangunan bertembok. Salah satu drone akan memancarkan sinyal WiFi, sementara yang lain akan mengukur panjang sinyal saat sinyal diterima setelah melewati bangunan itu. Dengan menganalisa variasi dari kekuatan sinyal, memperoleh ukuran dan bentuk obyek tersembunyi di dalam bangunan bisa dilakukan. Hal ini karena obyek-obyek itu menghalangi sinyal WiFi.

Jika robot sebelumnya hanya bisa memperoleh gambar 2D, drone yang bisa terbang maju mundur, ke atas ke bawah itu bisa menilai obyek-obyek dengan beragam sudut. Hasilnya mereka bisa memperoleh gambar-gambar 3D.

 

Sumber: news.usbc.edu

Helikopter Tanpa Pilot Terbang Untuk Pertama Kalinya

Dilihat: 1087

Airbus menguji helikopter otomatis tanpa pilot mereka. Perusahaan aerospace itu menguji helikopter VSR700 Optionally Piloted Vehicle (OPV) itu untuk pertamanya. Helikopter ini terbang tanpa penumpang. Tapi mereka juga berencana untuk menguji helikopter otomatis dengan penumpang tahun depan.

Dalam uji coba pertama itu, helikopter itu bisa terbang dan mendarat, melayang, bermanuver dan melakukan penerbangan yang stabil dengan sukses. Seorang pilot manusia berada di kokpit untuk berjaga-jaga jika ada sistem yang malfungsi.

VSR700 dikembangkan dari kerja sama Airbus Helicopters dan Helicopteres Guimbal. Helicopteres Guimbal adalah pabrik yang memproduksi helikopter Cabri G2, yang merupakan dasar dari VSR700.

Helikopter itu mampu terbang dengan beban 250 kg dan bisa tetap di udara selama 10 jam. Helikopter itu rencananya digunakan oleh angkatan udara sebagai transportasi udara taktikal tanpa awak di laut. Karena berbagai sensor optikal dan radar darat/laut di dalamnya, helikopter ini juga bisa digunakan untuk operasi militer di darat.

 

 

Sumber: Airbus.

Apa Itu Artificial Intelligence?

Dilihat: 1353

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah istilah yang kerap kita dengar saat ini. Beberapa aplikasi yang kita gunakan saat ini menggunakan AI misalnya asisten suara Google Assistant dan Siri. Lantas apa sebenarnya AI itu? Bagaimana sejarahnya?

Sejarah AI, Istilah AI mulai muncul pada pertengahan abad ke-20, dan salah satu metodenya yang populer muncul pada 1980-an. Tapi istilah AI sendiri muncul pertama kali pada 1956, saat seorang profesor matematika John McCarthy dari Darthmouth College memperkenalkan istilah itu. Beberapa tahun kemudian, beberapa laboratorium penelitian AI muncul di the Massachusetts Institute of Technoogy (MIT) dan Stanford University. Penelitian itu meliputi komunikasi bahasa alami, catur komputer, dan robot.

Minat untuk bidang ini berfluktuasi sepanjang waktu. Pada 1970-an dan 1980-an minat masyarakat menurun dan pendanaan mulai mengering. Beberapa startup yang mengatakan jika mereka bisa mengembangkan teknologi ini tiba-tiba menghilang.

Arti AI, Menurut John McCarthy, Artificial Intelligence (AI) adalah  mesin yang bisa meniru atau mensimulasi segala aspek belajar atau fitur kecerdasan lain yang secara prinsip bisa digambarkan dengan jelas.

Selain AI ada beberapa istilah lain yang berkaitan dengannya. Misalnya machine learning (pembelajaran mesin) yaitu istilah mengajari mesin bagaimana melakukan sebuah hal khusus, misalnya mengenali nomor. Caranya dengan memberikan sejumlah data kepada mesin dan mengarahkan mesin membuat prediksi pada data baru.

Perkembangan teknologi yang pesat membuat penciptaan software yang bisa belajar semakin mudah. Software ini juga semakin lama semakin pintar karena mengumpulkan banyak data.

Istilah lainnya adalah deep learning, yaitu salah satu pembelajaran mesin yang lebih canggih. Jika pembelajaran mesin memerlukan teknisi memasukkan data, deep learning memakai pendekatan yang melibatkan jaringan saraf buatan. Jaringan ini adalah sistem matematika yang terinspirasi dari cara saraf bekerja bersama dalam otak manusia. Para ilmuwan saraf seperti Warren McCulloch dan ahli matematika Walter Pitts muncul dengan sistem ini pada 1943. Selama bertahun-tahun, para peneliti mengembangkan konsep ini dengan berbagai teknik, termasuk penambahan lapisan.

 

 

Sumber: CNBC

Apa Itu Internet of Things?

Dilihat: 1192

Salah satu teknologi yang mungkin kerap Anda dengar saat ini adalah Internet of Things (IoT). Perusahaan-perusahaan teknologi di luar negeri berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi Internet of Things. Lantas apa artinya?

Konsep internet of things pada dasarnya menghubungkan setiap peralatan dengan internet dan pada akhirnya dengan satu sama lain. Hal ini termasuk mesin pembuat kopi, ponsel, mesin cuci, headphone, lampu, peralatan wearable dan peralatan lainnya. Selain itu, internet of things juga meliputi komponen mesin seperti mesin jet pesawat atau alat bor kilang minyak. Semua peralatan ini dihubungkan dengan alat yang bisa menghidupkan dan mematikan koneksi internet.

Menurut lembaga analisa Gartner, pada 2020 ada sekitar 26 triliun peralatan yang akan menjadi bagian dari internet of things. IoT pada akhirnya menghubungkan benda dengan benda dan orang dengan orang juga orang dengan benda.

Di masa mendatang, aturan baru di dunia teknologi adalah segala sesuatunya bisa terhubung, dan akan terhubung. Misalnya, dengan IoT, maka mobil Anda akan diubah menjadi mobil cerdas yang terhubung dengan internet. Karena itu, misalnya Anda sedang mengendarai mobil, mobil itu bisa mengakses kalender dan tahu jadwal kegiatan Anda hari itu. Mobil itu tahu Anda harus menghadiri rapat pukul 10:00 dan sudah memilihkan rute paling cepat menuju kantor. Jika lalu lintas macet, mobil tersebut bisa mengirim pesan SMS atau email kepada para peserta rapat.

Jika kelak jam alarm Anda terhubung dengan IoT, maka jam alarm itu akan menjadi alarm yang cerdas. Seandainya pukul 6:00, jam itu berbunyi maka jam itu juga akan memberikan notifikasi jika mesin pembuat kopi Anda sedang menyeduh kopi untuk Anda.

Contoh itu hanyalah contoh kecil dari aplikasi IoT di masa mendatang. Pada dasarnya, akan ada banyak peluang yang mungkin terjadi di masa mendatang. Untuk saat ini, contoh perangkat IoT yang ada adalah perangkat Google Home dan Alexa buatan Amazon. Keduanya bisa terhubung dengan beberapa perangkat cerdas di rumah seperti CCTV, lampu, dan lain-lain.

 

 

Sumber: Forbes

Ilmuwan Gunakan Kecerdasan Buatan Untuk Perjelas Foto

Dilihat: 1124

Kamera biasa tidak selalu bisa memotret obyek dengan jelas terutama dalam kondisi tertentu, misalnya hujan, berkabut atau cahaya yang kurang. Akan tetapi peneliti dari NEC dan the Tokyo Institute of Technology menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mengkombinasikan foto-foto terlihat dan tidak terlihat, sehingga bisa meningkatkan kejelasan foto.

Gambar atau foto yang tidak terlihat adalah foto dari kamera panas atau X-ray. Kadang-kadang hasil foto dari kamera seperti ini digunakan dengan hasil kamera biasa. Misalnya untuk tujuan memonitor situasi dalam cahaya rendah atau kondisi cuaca yang sangat buruk. Akan tetapi, hal ini memerlukan proses dan kombinasi manual.

Sekarang peneliti mengembangkan sebuah cara untuk menggunakan AI untuk secara otomatis mengkombinasikan foto terlihat dan tidak terlihat. Hasilnya adalah foto dengan kejelasan dan visibilitas yang lebih baik. Cara teknologi ini bekerja adalah dengan menguji setiap foto untuk menilai tingkat visibilitas. Lalu, secara otomatis teknologi ini mengambil area-area terbaik dari setiap foto, sembari mempertimbangkan karakteristik dan penghalang-penghalang di lingkungan. AI juga mendeteksi abnormalitas dari foto-foto kamera tidak terlihat dan bisa menghasilkan foto-foto multimodal yang menggabungkan detil foto terlihat dan tidak terlihat.

 

 

Sumber: NEC.com

 

Peneliti Mulai Ajari Robot Sopan Santun

Dilihat: 1032

Manusia tahu jika mereka harus mematikan ponsel mereka yang berdering saat mereka berada di perpustakaan. Mereka juga tahu jika mereka harus mengucapkan terima kasih setelah memperoleh pertolongan seseorang. Sekarang robot juga akan mempelajari etika berkat sebuah proyek penelitian yang bertujuan mengajarkan robot sopan santun.

Dengan mengajar robot norma sosial, para peneliti berpikir mesin-mesin itu bisa berinteraksi dengan manusia secara lebih luwes. Tahap awal dari proyek ini baru-baru ini telah diselesaiakan oleh tim peneliti yang didanai the Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Para peneliti mempelajari bagaimana manusia mengenali dan bereaksi terhadap norma sosial. Mereka lantas mengembangkan algoritma yang mengizinkan robot belajar norma sosial berdasarkan data dari manusia.

Para peneliti berkata jika sistem artificial intelligent (AI) pada akhirnya bisa tahu bagaimana berperilaku dalam situasi tertentu, seperti halnya manusia. Tentunya proses pembelajaran ini memerlukan waktu. Manusia sendiri belajar hal ini sedari kecil. Orang juga belajar norma baru lebih mudah karena mereka sudah terlebih dulu memiliki jaringan norma yang kompleks.

Sejauh ini, proyek DARPA ini sukses menyediakan framework yang digunakan mesin ini untuk belajar, tapi masih ada banyak hal yang perlu dikerjakan. Selain itu, robot itu harus memiliki kapasitas untuk belajar, mewakili, mengaktifkan dan menerapkan sebagian besar norma yang harus dipatuhi.

 

 

Sumber: LiveScience.

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna