Mengenal Dua Kategori Las Laser

Dilihat: 926

Las laser berbeda dengan las konvesional yang umum digunakan saat ini. Las laser bisa dimasukkan ke dalam dua kategori dasar yaitu keyhole dan mode konduksi. Kedua metode itu mampu melakukan kinerja mandiri yaitu pengelasan tanpa filler logam.

Keyhole atau pengelasan penetrasi dalam seringkali dipakai saat mengelas materi yang lebih tebal dengan menggunakan kekuatan laser yang tinggi. Dengan teknik ini laser difokuskan untuk mencapai sebuah densitas berkekuatan tinggi pada bagian yang dilas. Pada pusat sinar laser, logam yang dilas akan menguap, membuka sebuah lubang (lubang kunci/keyhole) di dalam bagian logam. Uapan itu menekan lubang untuk mencegah bagian logam di sekitarnya yang meleleh untuk tidak masuk ke dalam lubang. Dengan demikian lubang tetap terbuka selama proses pengelasan.

Dalam mode konduksi, densitas kekuatan cukup besar untuk melelehkan logam. Penetrasi las dicapai dengan panas laser yang disalurkan ke dalam logam dari permukaan. Kedalaman penetrasi las dikontrol oleh bagian dari panjang sinar laser. Perbedaan keyhole dengan mode konduksi, pada mode konduksi panas las biasanya lebih lebar. Sementara keyhole lebih dalam.

Las laser menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan las biasa. Las laser lebih kompatibel dengan berbagai material termasuk baja karbon, baja berkekuatan tinggi, stainless steel, alumunium dan logam berharga. Las laser juga bisa digunakan untuk menggabungkan materi yang tidak sama, karena perbedaan suhu materi yang meleleh dan konduksi panas tidak begitu berpengaruh untuk metode las laser.

 

Sumber: EWI.org

Ilmuwan Berusaha Temukan Cara Tumbuhkan Kulit Penderita Luka Bakar

Dilihat: 688

Jika Anda pernah menderita luka bakar parah, atau melihat foto-foto penderita luka bakar, Anda pasti tahu jika wilayah kulit yang terbakar tidak pernah sama seperti dulu lagi. Akan tetapi para peneliti dari firma bioteknologi kecil di Amerika Serikat (AS), PolarityTE mungkin sudah menemukan cara untuk menumbuhkan kulit dan rambut penderita luka bakar.

Pada saat ini, tranplantasi kulit yang sering digunakan untuk luka bakar adalah Epicel. Tapi Epicel tidak begitu tebal dan fungsional. Hal inilah yang ingin diubah oleh PolarityTE. Perusahaan itu menggunakan metode rekayasa jaringan yang sudah mereka patenkan. Metode ini menggunakan jaringan sehat milik sang pasien untuk menumbuhkan kulit manusia. Kulit inilah yang akan digunakan untuk merawat penderita luka bakar.

Sejauh ini percobaan perusahaan itu berhasil saat digunakan untuk babi yang terluka. Metode perawatan ini menghasilkan penyembuhan yang minim bekas luka, pertumbuhan akar rambut, penutupan area luka sepenuhnya dan regenerasi semua lapisan kulit secara progresif.

Karena kulit babi dianggap sebagai kulit yang lebih kompleks dan kuat dibandingkan kulit manusia, keberhasilan mereka dianggap sebagai peluang. Mereka ingin mencoba melakukan metode ini pada manusia. Percobaan ini akan diadakan akhir tahun ini. Bila berhasil, metode baru ini akan dipasarkan 12-18 bulan kemudian.

Jepang Ingin Luncurkan Kapal Kargo Otomatis

Dilihat: 666

Sekarang ini perusahaan teknologi mulai berusaha mengembangkan kendaraan otomatis yang bisa berjalan tanpa sopir manusia. Beberapa kendaraan seperti yang sudah dikembangkan di antaranya mobil, taksi, bus, kereta api, dan tram tanpa sopir. Paling tidak untuk saat ini, keterlibatan sopir manusia dalam kendaraan itu minimal. Selama ini pesawat sendiri juga dilengkapi dengan teknologi autopilot, sehingga bisa terbang sendiri. Pertanyaannya bisakah teknologi serupa diterapkan untuk kapal.

Di Jepang, perusahaan pengiriman di sana bekerja sama dengan pembuat kapal untuk mengembangkan teknologi self-navigating. Dengan teknologi ini kapal kargo akan bisa melintasi laut sendirian atau dengan kru kecil.

Mereka berencana untuk merilis layanan ini pada 2025. Diharapkan saat itu, kapal memiliki sistem navigasi yang bisa menyimpulkan rute kapal yang paling aman, singkat dan hemat bahan bakar. Dengan demikian biaya pengiriman bisa dihemat dan margin laba lebih besar.

Selain menghitung rute, penggunaan teknologi juga akan memprediksikan masalah yang akan dihadapi di laut, misalnya malfungsi. Dengan demikian, jumlah kecelakaan bisa dikurangi. Perusahaan ini ingin membangun 250 kapal dengan teknologi ini. Biaya total pembangunan kapal diperkirakan mencapai jutaan dolar.

Jepang bukanlah negara pertama yang berencana membuat kapal tanpa nahkoda. Pada 2016, Rolls-Royce juga mengumumkan rencana yang sama. Mereka ingin merilis kapal yang dikendalikan remote pada 2020.

Plastik MicroBead, Bisa Diurai dan Diperbarui

Dilihat: 1005

Saat kita memikirkan sampah plastik di laut, kita biasanya berpikir tentang sisa sampah yang mengapung di permukaan laut. Tapi sampah plastik tidak hanya plastik biasa tapi juga plastik microbead. Biasanya plastik ini dipakai di produk seperti odol, tabir surya dan gel rambut yang memberikan tekstur lembut.

Microbead juga membawa masalah tersendiri karena berukuran sangat kecil sehingga tidak tersaring sistem filtrasi saluran pembuangan. Plastik ini pada akhirnya akan mencemari kehidupan liar di laut. Bahkan mungkin dikonsumsi oleh binatang-binatang di laut. Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan dari the University of Bath mengembangkan microbead yang bisa diurai kembali (biodegradable).

Biasanya microbead dibuat dari minyak bumbi berbasis polietilena atau polipropilena yang awet hingga ratusan tahun. Tapi microbead ini dibuat dari selulosa berbasis tanaman. Hal ini berarti plastik ini dibuat dari sumber yang bisa diperbarui.

Oleh karena itu microbead ini bisa dibuat dari sampah pertanian atau sisa produksi kertas. Tapi produk ini juga bisa diolah menjadi gula yang tidak berbahaya begitu terpapar mikroba di saluran pembuangan atau di lingkungan air.

Plastik super kecil ini dibuat dengan memaksa cairan selulosa keluar melalui lubang-lubang kecil di sebuah membran tubular. Hal ini menyebabkan cairan itu membentuk tetesan bulat. Menggunakan minyak sayuran, tetesan-tetesan ini dicuci dari membran dan dijadikan satu. 

Tetesan-tetesan itu lalu dipisahkan dari minyak dan menjadi microbead padat. Menurut universitas itu, proses ini bisa dengan mudah diproduksi untuk keperluan komersial.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Janet Scott dan James Coombs Obrien dan diterbitkan dalam jurnal ACS Suistainable Chemistry and Engineering. (ranu)

 

Sumber: NewsAtlas.com

 

 

Ditenagai Hidrogen, Drone Ini Bisa Terbang Selama 6 Jam

Dilihat: 993

With Research memamerkan drone dengan desain tilt-rotor, lepas landas dan pendaratan vertikal (vertical take off and landing/VTOL). Perusahaan itu mengaku jika Unmmaned Aerial System (UAS) baru itu akan menjadi drone pertama yang memakai sel-sel bahan bakar hidrogen yang ringan sebagai tenaga utamanya. Dengan sumber energi baru ini, drone mampu terbang dalam jarak jauh dan ramah lingkungan.

Kenapa memakai tenaga hidrogen dan bukannya listrik? Untuk terbang selama enam jam, perusahaan berbasis Singapura HES akan menyediakan hidrogen itu. Sumber energi ini dikatakan memiliki densitas energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion biasa. Bila baterai biasa bisa menawarkan energi 200 Wh/kg, CEO HES Taras Wankewycz berkata jika sel bahan bakar hidrogen ringan ini bisa memberikan 700 Wh/kg.

Rasio perbandingan energi tinggi dan berat itu akan memberikan drone kekuatan untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal sekalipun membawa beban berat. Kemampuan ini akan berguna saat melakukan terrain mapping. Untuk misis ini, drone itu perlu membawa (dan terus mentenagai) berbagai sensor termasuk kamera optikal stereo beresolusi tinggi, sensor infra merah beresolusi tinggi, radar LIDAR imagers dan ground-penetrating. (ranu)

 

Sumber: Wirth Research

 

Alat Ini Bisa Melacak Onderdil Pesawat yang Harus Diganti

Dilihat: 1077

Saat pesawat terbang menua, pemilik dan operator pesawat seringkali memperoleh tantangan dalam memperoleh bagian pengganti. Terutama bila bagian pesawat yang perlu diganti itu sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik asalnya. Tim perawat pesawat mau tidak mau harus menemukan cara untuk melakukan rekayasa terbalik dan membuat sendiri bagian pengganti ini.

Sementara proses penilaian kerusakan atau verifikasi dimensi bagian-bagian pesawat memperlukan banyak waktu dan tenaga. Itulah sebabnya teknologi 3D Laser scanning ini bisa sangat menolong.

Teknologi 3D Laser scanning dari Aeroscan ini dibuat oleh AirCorps Aviation LLC. AirCorps merupakan perusahaan yang ahli dalam merestorasi pesawat Perang Dunia II. Mereka berhasil memakai 3D scanning untuk usaha rekayasa terbalik mereka. Keberhasilan ini mengizinkan Aeroscan untuk melayani dan menyediakan solusi untuk industri kedirgantaraan yang lebih besar. Aeroscan memiliki kemampuan untuk memeriksa atau melakukan rekayasa terbalik menggunakan teknologi state-of-the-art 3D laser scanning. Teknologi ini membuat proses mengukur, membuat model dan akhirnya meniru bagian-bagian pesawat yang memiliki bentuk rumit secara akurat sesuai kenyataan. Alat-alat ukur tradisional dianggap tidak bisa menyediakan tingkat keakuratan dan kecepatan dimensi yang ditawarkan scan 3D. Alat 3D laser scanning portabel yang dipilih Aeroscan dianggap fleksibel dalam hal ukuran, materi atau lokasi obyek yang discan.

Teknologi 3D laser scanning juga memperoleh manfaat dari cara-cara ukur lainnya dari industri penerbangan. Cara-cara itu diantaranya inspeksi RVSM, inspeksi korosi, kedalaman kerusakan akibat hujan, ukuran tetap, inpeksi artikel pertama dan lain-lain.

 

Sumber: aviationpros.com

 

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna