Seni Origami Ilhami Robot-Robot Fleksibel Ini

Dilihat: 1174

Origami menawarkan banyak hal kepada dunia robot. Salah satunya adalah menjadi inspirasi dari mesin-mesin cerdas yang bisa dilipat. Dengan demikian mesin pintar ini bisa dimasukkan ke dalam perut kita atau dikirim ke Planet Mars.

Sekarang para ilmuwan meminjam lagi ide dari seni kuno Jepang ini untuk menciptakan sebuah mesin robot segitiga kecil dipatahkan bersama dan dilipat menjadi mesin modular dalam beragam bentuk dan ukuran. 

Mesin ini dikembangkan oleh para peneliti dari Switzerland  National Centre of Competence in Research (NCCR) Robotics and École polytechnique fédérale de Lausanne. Inti dari struktur segitiga kecil itu adalah robot Mori. Mesin ini memiliki berat 26g, lebar 70mm dan ketebalan 6mm. Di dalamnya terdapat aktuator, sensor dan alat kontrol onboard. Sementara sumber energi berasal dari sumber luar.

Bila sendirian, salah satu robot ini bisa bisa melintasi permukaan menggunakan bagian tepi yang berotasi sebagai rodanya. Tapi bila robot-robot Mori dipatahkan bersama dan ujung-ujungnya berubah menjadi engsel. Setelah robot-robot ini bisa digunakan untuk membentuk robot tiga dimensi.

Tim itu menguji kemampuan Mori dalam berbagai skenario berbeda. Mereka memakai satu robot untuk masuk ke sebuah celah yang sempit. Lalu, mereka menggabungkan beberapa robot menjadi sebuah permukaan yang bisa konfigurasi ulang. Yang lebih mengesankan, robot itu bisa dipasang ke sebuah kamera eksternal sehingga menciptakan feedback loop.

Tim itu berkata jika robot dan teknologi di dalamnya bisa dipakai di luar angkasa. Bentuk robot bisa diubah untuk memperbaiki struktur-struktur. Suatu saat nanti, teknologi robot ini bisa digunakan dan diubah ke dalam bentuk berbeda, misalnya menyerupai anggota tubuh yang cedera. (ranu)

 

Sumber: newatlas.com

 

Mengenal Risiko Mematikan di Pekerjaan Underwater Welding  

Dilihat: 2008

Di balik gaji yang menggiurkan, pekerja pengelas bawah air (underwater welding)  merupakan salah satu profesi paling berbahaya di dunia. Di bawah air, banyak rintangan yang mungkin terjadi. Tekanan air bisa menghancurkan tubuh. Gelembung-gelembung air mengancam mengganggu penglihatan.

Walaupun memiliki risiko besar, tapi tetap ada ribuan orang meminati profesi ini. Mereka sangat diperlukan untuk memperbaiki saluran pipa, alat pengebor minyak di lepas pantai, kapal, bendungan, habitat bawah laut dan fasilitas pembangkit nuklir.

Salah satu bahaya terbesar yang mengancam tukang las bawah air cukup mengejutkan. Bahaya itu dikenal dengan nama “Delta P”. Delta P atau differential pressure menjadi potensi bahaya yang unik dan fatal untuk para penyelam.

Perbedaan tekanan terjadi saat dua massa air saling memotong. Keduanya memiliki tingkat air berbeda, misalnya tingkat air di sebuah bendungan.

Perbedaan kedalaman menciptakan sebuah perbedaan tekanan saat air mencoba untuk mengalir ke tempat yang bertekanan lebih rendah, dengan kekuatan yang besar. terlebih lagi, Delta P biasanya tidak bisa dideteksi hingga terlalu terlambat bagi penyelam untuk melarikan diri.

Perbedaan tekanan bisa berakumulasi hingga ribuan kilogram per cm persegi sehingga sulit bagi penyelam untuk menyelamatkan diri. Pada akhirnya penyelam terjebak di dalam kemacetan aliran air dan berisiko tenggelam.

Tentunya latihan dan persiapan yang baik perlu dilakukan sebelum mulai mengelas di bawah air. Dua faktor ini bisa sangat menolong pengelas bawah air untuk melakukan tugasnya dengan baik. Jika prosedur keamanan tidak diikuti dengan benar, kecelakaan fatal bisa terjadi. (ranu)

Sumber: interestingengineering.com/

Penerbangan Delta Gunakan Sidik Jari dan Wajah sebagai Pengganti Tiket

Dilihat: 1177

Maskapai penerbangan Delta di Amerika Serikat (AS) memulai sebuah program baru untuk menggantikan tiket pesawat. Program ini mengandalkan identifikasi biometris seperti sidik jari dan scan wajah untuk para penumpang yang ingin boarding.

Wajah penumpang akan dicocokkan dengan database passport yang dimiliki U.S Custom and Border Protections.

Program ini mulai diuji coba di Bandara Nasional Reagan di DC, AS.  Program ini merupakan kerja sama Delta dengan Clear, sebuah perusahaan yang mengizinkan orang melewati pemeriksaan keamanan tanpa identifikasi.

Tentunya tidak semua penumpang bisa ikut program ini. Ada syaratnya yaitu mereka harus menjadi anggota program SkyMiles, untuk member yang sering terbang. Mereka juga harus menjadi pelanggan Clear.

Untuk fase awal, para anggota elit ini akan menggunakan sidik jari sebagai pengganti tiket untuk memasuki ruang keberangkatan. Fase kedua, anggota elit Delta menggunakan sidik jari sebagai ganti boarding pass.

Maskapai penerbangan AS lainnya yang mencoba program yang serupa adalah Jet Blue. Maskapai itu bekerja sama dengan U.S Custom and Border Protection dan firma teknologi disebut SITA. (ranu)

 

Sumber: denverpost.com

Stratolaunch, Pesawat Terbesar di Dunia Saat Ini

Dilihat: 800

 

Dengan jarak lintas sayap sekitar 117, 34 meter, pesawat khusus bernama Stratolaunch ini menjadi pesawat terbesar di dunia. Tapi jangan harap untuk melihatnya di bandara lokal karena pesawat ini memiliki tujuan khusus dan bukan untuk menerbangkan orang.

Proyek Stratolaunch dimulai pada 2011 sebagai proyek gabungan antara salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen dan pendiri Scaled Composites Burt Rutan. Tujuan mereka adalah menciptakan pesawat terbang komersial baru yang kuat dan mampu meluncurkan roket langsung ke luar angkasa.

Pesawat raksasa ini memiliki dua badan dan kepala pesawat. Tapi hanya kokpit di bagian kanan badan pesawat yang memiliki awak. Kokpit badan pesawat sebelah kiri sengaja dikosongkan dan tanpa tekanan.

Pada 31 Mei 2017, Stratolaunch dikeluarkan dari hanggarnya untuk mulai pengujian di tanah. Lepas landas pertama pesawat ini direncanakan dilakukan akhir tahun ini. Tentunya pesawat ini akan menjalani berbagai tes lainnya sebelum diterbangkan.

Jika semuanya berjalan dengan baik Stratolaunch akan meluncurkan roket pada 2019. Stratolaunch yang memiliki nama kode “Roc” ini dianggap sebagai pesawat terbesar yang pernah dibuat. Sayapnya memiliki jarak lintas  117, 34 meter, lebih besar dari lapangan football profesional. Dua badan pesawat kembar itu memiliki panjang 72,5 meter. Sementara ekornya memiliki ketinggian 15,2 meter.

Pesawat ini dirakit di Mojave Air and Space Port, Mojave, California, Amerika Serikat (AS). “Roc” dirakit di dalam hanggar seluas 8.175 meter persegi. Untuk peluncuran roket pertama pada 2019, Stratolaunch akan membawa satu roket Pegasus XL, yang dibuat oleh Orbital ATK. Pesawat ini sendiri didesain untuk membawa lebih banyak roket di antara dua badan pesawatnya. (ranu)

 

sumber:  USA Today

Sarung Tangan Ini Mampu Terjemahkan Bahasa Isyarat ke Teks

Dilihat: 893

Jika Anda pernah bermain Wii, HTC Vive atau game Just Dance, maka Anda pastinya tidak heran melihat gerakan-gerakan Anda diubah menjadi animasi 3D. Tapi bagaimana jika teknologi pengenalan gerak tubuh (gesture-recognition) digunakan untuk sesuatu yang lain? Misalnya menghancurkan penghalang komunikasi dan isolasi yang dialami penderita tunarungu atau gangguan pendengaran?

Sepasang sarung tangan menjanjikan hal itu. Caranya dengan menerjemahkan gerakan tangan dan jari dalam bahasa isyarat ke dalam teks. Dengan demikian penyandang tuna rungu bisa berkomunikasi dengan mudah dengan orang lain lewat aplikasi smartphone.

Dikembangkan oleh perusahaan Taiwan Yingmi Tech dan dipamerkan di Computex di Taipei minggu ini, sarung tangan itu memiliki sensor pada bagian jari. Selain itu juga gyroscope dan accelerometer di bagian pergelangan tangan. Sensor yang ada memindahkan gerakan tangan dan jari lewat Bluetooth ke sebuah aplikasi smartphone. Bahasa isyarat lantas diterjemahkan ke dalam teks.

Sarung tangan ini menunjukkan betapa mudahnya teknologi seperti ini bisa mempengaruhi kehidupan sehari-sehari dengan sangat kuat. Sekarang penyandang tuna rungu atau mereka yang mengalami gangguan pendengaran bisa berkomunikasi lebih mudah.

Sayangnya untuk saat ini sarung tangan itu masih didesain untuk menerjemahkan bahasa isyarat dalam Bahasa Cina. Tapi Yingmi berkata jika teknologi bisa digunakan dalam bentuk lain yang lebih luas. Mereka sedang bekerja berrsama para pengembang aplikasi lain untuk mengembangkan penggunaannya. (ranu)

Sumber: CNET.

Musibah Besar karena Teknisi Lalai Mengencangkan Satu Mur

Dilihat: 785

Sebuah pesawat Boeing 737-800 milik maskapai China Airlines terbakar hebat ketika baru saja mendarat di bandara Naha, Okinawa, Jepang, 20 Agustus tahun 2007.

Beruntung, 165 awak dan penumpang di dalam pesawat milik Taiwan itu, semuanya selamat tanpa cedera berarti. Pramugari mengatur penumpang dengan cepat meloloskan diri dari pesawat yang terjebak api, setelah itu pilot dan kopilot yang sudah tidak mungkin keluar melewati pintu, merosot keluar dengan tali darurat melalui jendela, tepat sedetik sebelum pesawat meledak dan terbelah menjadi tiga.

Penyelidikan terhadap kecelakaan yang menimpa China Airlines penerbangan 120 tersebut, berawal dari tanda tanya besar, karena semua rekaman di kokpit menunjukkan tidak ada masalah selama penerbangan hingga pesawat mendarat.

Namun, penelusuran yang lebih seksama akhirnya menemukan musibah itu terjadi karena sebuah pen kecil yang jatuh karena mur pengunci lepas.

Dari video rekonstruksi yang ditayangkan di Youtube terlihat, pen tersebut jatuh di dalam sayap sebelah kanan, tepat di jalur sirip flap yang harus dikeluarkan untuk menambah daya angkat sayap pada saat mendarat.

Ketika pesawat menjejak landasan, sirip flap ditarik masuk lagi, mendorong pen yang jatuh itu ke dalam dan menembus tangki bahan bakar. Terjadilah kebocoran yang berakibat terbakarnya mesin nomor dua. Pesawat dan seluruh bagasi penumpang musnah, diikuti kerugian lain yakni merosotnya saham China Airlines dan Asuransi Kebakaran dan Kelautan Taiwan.

Ada spekulasi, teknisi yang mengencangkan mur, lalai memasang ring sehingga menjadi mudah berputar dan akhirnya lepas. Sebuah kelalaian teknis yang mungkin kecil, tapi pada perawatan pesawat terbang terbukti bisa menimbulkan bencana dan kerugian besar. (rik)

 

sumber: Youtube

Anda disini: Home Media Publik Sains dan Edukasi
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna