Rompi Dengan Teknologi Tembus Pandang Bisa Lihat Paru-Paru Pasien

Menurut The Ohio State University, Amerika Serikat, 50 persen dari pasien yang dirawat karena gagal jantung akhirnya kembali dirawat di rumah sakit dalam enam bulan. Hal ini karena penumpukan cairan di dalam paru-paru mereka. Akan tetapi perusahaan Sensible Medical dari Israel berusaha untuk mengubah hal itu dengan sebuah peralatan wearable rompi yang disebut SensiVest. Ohio State saat ini melakukan uji coba klinis acak untuk peralatan itu secara nasional di Amerika.

Rompi itu dilengkapi kabel yang dipasang ke sebuah tablet. Sang pasien lalu memakai rompi itu di rumahnya. Rompi dipakai dalam satu sesi berdurasi 90 menit per hari. Rompi itu menggunakan teknologi militer yang memakai radar untuk melihat menembus tembok. Radar itu memancarkan gelombang radio yang berasal dari depan rompi, menembus dada pasien menuju reseptor di bagian belakang. Dengan menganalisa gelombang-gelombang yang terhalangi saat mencoba menembus paru-paru kanan, peneliti bisa menentukan berapa banyak cairan di paru-paru.

Hasil data sesi pemakaian rompi setiap hari ini diunggah ke server aman berbasis awan. Dokter sang pasien bisa mengakses data ini dari kantor mereka. Dengan cara ini, mereka bisa melihat jika ada masalah terjadi sebelum pasien menunjukkan tanda-tanda apapun. Dokter lalu bisa menganjurkan perawatan yang perlu dijalani pasien atau perubahan obat.

Walaupun saat ini masih dalam tahap uji coba, tapi penelitian awal menunjukkan jika penggunaan rompi itu menyebabkan pengurangan jumlah pasien dirawat kembali ke rumah sakit hingga 87 persen.

 

Sumber: sensible-medical.com

Anda disini: Home Media Publik Serba-serbi Rompi Dengan Teknologi Tembus Pandang Bisa Lihat Paru-Paru Pasien
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna