Crytocurrency di Dunia Gunakan Listrik Lebih Banyak Dari Islandia

Cryptocurrency saat ini memiliki nilai yang tinggi. Terutama dua cryptocurrency yang saat ini sering digunakan di dunia, Bitcoin dan Ethereum. Proses mengumpulkan keduanya atau dikenal dengan istilah menambang memerlukan listrik dalam jumlah besar.

Menurut Digiconomist, penambangan Bitcoin dan Ethereum mengkonsumsi listrik lebih besar dibandingkan negara-negara seperti Yordania, Islandia dan Suriah. Penggunaan listrik keduanya saat digabungkan menduduki posisi ke-71 dari seluruh negara. Penggunaan listrik Ethereum mencapai 4,69 terawatt-hours (Twh) dan Bitcoin mencapai 14,54 Twh.

Penggunaan listrik kedua cryptocurrency itu juga dibandingkan dengan konsumsi listrik perusahaan finansial seperti Visa. Dikatakan jika penggunaan listrik Bitcoin di seluruh dunia 27 kali lebih besar dari penggunaan listrik Visa.

Bitcoin ternyata menggunakan lebih banyak listrik dibandingkan Ethereum. Bitcoin perlu 163 kilowatt-hours (Kwh) per transaksi. Sementara Ethereum perlu 49 Kwh per transaksi. Hal ini berarti satu kali transaksi Bitcoin bisa mentenagai kebutuhan listrik satu rumah tangga di Amerika hingga 5,5 hari. Sementara satu kali transaksi Ethereum bisa mentenagai kebutuhan listrik satu rumah tangga di Amerika selama 1,5 hari.

 

Sumber: Daily Trends.

 

Anda disini: Home Media Publik Serba-serbi Crytocurrency di Dunia Gunakan Listrik Lebih Banyak Dari Islandia
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna