Kondisi Yang Akan Datang dan Diharapkan

Kondisi Yang Akan Datang

Apabila pembangunan seluruh infrastruktur Kawasan Solo Technopark sudah selesai, maka perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas kelembagaan manajemen pengelolanya.

Adanya fasilitas yang lengkap dan modern di Kawasan Solo Technopark mendatang, akan memiliki bermacam-macam organisasi yang bekerjasama yang terintegrasi yang tentunya akan dikelola oleh manajemen pengelola terpadu yang handal.


Kondisi Yang Diharapkan

  • Pada 2015-2025, diharapkan secara bertahap, pembangunan Kawasan Solo Technopark dapat selesai secara keseluruhan.
  • Kegiatan pada Zona 2: Research & Development dan Information Technology; serta Zona 3: Industri dan Perdagangan, secara bertahap dapat dirintis.
  • Diharapkan dapat segera terbentuk Pusat Inkubator Bisnis dan Teknologi, Pusat Hak Kekayaan Intelektual, Pusat Inovasi UMKM, Perpustakaan, yang kesemuanya dilaksanakan berdasarkan sinergi Academicy, Businessman, Government (ABG) + Community, yang juga melibatkan SKPD terkait dan Kementerian terkait.
  • Diharapkan 2 (dua) bangunan industri yang sudah direncanakan sesuai masterplan dapat menjadi prioritas pembangunan untuk mewadahi kegiatan pengembangan industri yang sudah mulai/ akan dirintis,  antara lain industri mesin digital printing, industri peralatan pertanian, indutri sparepart mesin pertanian,  industri IT decoder TV Analog, dsb.
  • Pada 2014: Perintisan Embrio Pusat Peragaan IPTEK (Solo Science Center) di Kawasan Solo Technopark.


Embrio Science Center/ Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Pada 29 Agustus 2013 di Jakarta, UPTB Solo Technopark-Bappeda Kota Surakarta mewakili Pemerintah Kota Surakarta sebagai salah satu deklarator Asosiasi Science Center Indonesia (ASCI) pada 29 Agustus 2013 di Jakarta.

Sebagai tindak lanjut Deklarasi ASCI, maka PP-IPTEK Kementerian Ristek pada 2014 akan mendampingi Pemerintah Kota Surakarta untuk merintis berdirinya science center daerah di Kawasan Solo Technopark dan launching science center daerah/Pusat Peragaan-IPTEK di Kawasan Solo Technopark.

Hasil pembahasan PP-IPTEK Kementerian Ristek dengan Bappeda Kota Surakarta (26 November 2013), bahwa untuk mendirikan suatu science center daerah, tidak harus menunggu selesainya dibangun Gedung PP-IPTEK di Kawasan Solo Technopark, tapi dapat diawali dengan merintis “embrio”nya terlebih dahulu, dengan memanfaatkan ruangan yang ada untuk menempatkan alat-alat peraga iptek.


Perintisan Embrio Solo Science Center/ Pusat Peragaan IPTEK

Bentuk pendampingan Kementerian Ristek pada tahun 2014 berupa perintisan embrio science center di Kawasan Solo Technopark, antara lain:

  • Pemberian + 2 klaster (jumlah + 8 unit) hibah alat peraga iptek
  • Pemberian 2 unit alat peraga iptek dari International Business Machines (IBM) Corporation
  • Peragaan Iptek Keliling (PIK) Pusat Peragaan-IPTEK Kementerian Ristek di Kawasan Solo Technopark (didatangkan sekitar 60 unit alat peraga selama pameran)
  • Pelatihan bagi Tenaga Pemandu Science Center
  • Science Camp, ajang kompetisi ilmiah yang melibatkan para siswa sekolah
  • Survey, dll

Kegiatan pendampingan yang dilakukan PP-IPTEK Kementerian Ristek tersebut di atas, seperti halnya saat perintisan embrio science center di daerah-daerah lain, antara lain saat perintisan Taman Pintar Yogyakarta, Jatim Park 1, Taman Puspa Sundial Bandung, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Graha Teknologi Palembang, Science Center Daerah di Kalimantan Selatan, dll.

 

Anda disini: Home Profil Kondisi Kondisi Yang Diharapkan
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna