Mengenal Science Center Solo Technopark

Pengertian Science Center

Solo Science CenterScience Center Solo Technopark adalah sebuah tempat yang menjadi tujuan wisata di area Solo Technopark yang didedikasikan untuk menambah pengetahuan tentang sains seluruh pengunjung dari segala usia, seiring dengan berkembangnya jaman dan meningkatnya ilmu pengetahuan & teknologi (iptek).

Solo Science Center juga merupakan wahana membangun budaya iptek masyarakat melalui alat peraga iptek yang ditampilkan, agar setiap pengunjung dapat merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip iptek.

Di dalam Science Center terdapat aneka ilustrasi dan fasilitas yang sangat beragam dari berbagai bidang ilmu pengetahuan berbasis alat peraga, diantaranya ada rumus matematika Galileo Galilei, rumus Fisika, perubahan iklim, permainan alat dengar, taman kinetik, taman ruang angkasa, kehidupan virus, dan tata surya. Tempat ini juga dapat digunakan sebagai proyek pembelajaran bagi para siswa, mahasiswa, dan para ilmuwan.

Secara pengertian, science center berbasis pendidikan dengan mengunakan alat peraga, dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Ilmu Pengetahuan (Science)
    science artScience, berasal dari bahasa Latin, yang berarti "pengetahuan", adalah usaha memulai kegiatan yang sistematis untuk membangun dan mengatur pengetahuan dalam bentuk penjelasan dan prediksi yang ada di alam semesta. Dalam penggunaan modern, "Science" lebih sering mengacu kepada cara untuk mengejar pengetahuan tetapi tidak hanya pengetahuan itu sendiri. Hal ini sering diperlakukan sebagai sinonim dengan ilmu pengetahuan alam dan jasmani, dengan demikian pada cabang-cabang dari studi yang terkait dengan fenomena alam semesta, material dan hukum dengan pengecualian yang termasuk dari matematika murni.

    Science dalam arti luas ada sebelum era modern, dan dalam peradaban bersejarah, tetapi ilmu pengetahuan modern sangat berbeda dan sukses dalam hasil-hasilnya yang sekarang didefinisikan.

    Sebuah metode ilmiah berusaha untuk menjelaskan peristiwa alam dengan cara direproduksi oleh sebuah eksperimen pikiran dan penjelasan atau hipotesis yang diajukan, sebagai penjelasan, dari mana berasal prediksi. Prediksi harus diposting sebelum percobaan konfirmasi atau pengamatan yang dicari, sebagai bukti bahwa tidak ada gangguan yang terjadi. Pembantahan prediksi adalah sebuah bukti kemajuan. Hal ini dilakukan melalui pengamatan sebagian fenomena alam, tetapi ada juga melalui eksperimen, yang mencoba untuk mensimulasikan peristiwa alam dalam kondisi yang terkendali, yang sesuai dengan disiplin (dalam ilmu observasional, seperti astronomi atau geologi, pengamatan diprediksi mungkin mengambil tempat dari sebuah percobaan terkontrol). Diambil secara keseluruhan, metode ilmiah memungkinkan untuk memecahkan masalah yang sangat kreatif dan meminimalkan efek dari prasangka subyektif di pihak penggunanya (yaitu prasangka konfirmasi).

    Pada abad kesembilan belas, pengukuran gravitasi bumi terutama tergantung pada pendulum untuk survei gravimetri. Sebuah pendulum membaik, dirancang oleh Friedrich Bessel, diproduksi oleh Repsold and Sons, Hamburg, Jerman. Amerika CS Peirce ditugasi penelitian gravimetri oleh US Coast dan Geodetic Survey. Peirce mengembangkan teori dari kesalahan sistematis dalam gunung pendulum Repsold. Dia diminta untuk mempresentasikan teorinya untuk meningkatkan pendulum ke Panitia Khusus dari International Association Geodesi. Sementara dilakukan untuk konferensi dari IGA di Eropa, September 1877, Peirce menulis esai dalam bahasa Prancis pada metode ilmiah, "How to Make Our Ideas Clear" dan diterjemahkan "The Fixation of Belief" ke dalam bahasa Prancis. Dalam esai, ia mencatat bahwa keyakinan kita berbenturan dengan kehidupan nyata, menyebabkan apa Peirce menunjukkan sebagai "irritation of doubt", di mana dia kemudian mendaftar beberapa metode untuk mengatasinya, salah satunya adalah, metode ilmiah.

  2. Alat Peraga
    Alat Peraga adalah alat-alat yang dapat dilihat dan didengar untuk membuat cara berkomunikasi menjadi efektif, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada seseorang.

    Tujuan dan Manfaat Alat Peraga Pendidikan
    Berikut ini beberapa tujuan dan manfaat alat peraga disebutkan sebagai berikut:
    • Alat peraga pendidikan bertujuan agar proses pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan semangat belajar peserta,
    • Alat peraga pendidikan memungkinkan lebih sesuai dengan perorangan, dimana para peserta belajar dengan banyak kemungkinan sehingga belajar berlangsung sangat menyenangkan bagi masing-masing individu,
    • Alat peraga pendidikan memiliki manfaat agar belajar lebih cepat segera bersesuaian antara kelas dan diluar kelas,
    • Alat peraga memungkinkan mengajar lebih sistematis dan teratur.

    Alat peraga iptekSecara ringkas, proses pembelajaran memerlukan media yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi atau materi pelajaran yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan pencapaian suatu tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Fungsi media pendidikan atau alat peraga pendidikan dimaksudkan agar komunikasi antara pemandu dan peserta/pengunjung dalam hal penyampaian pesan, pengunjung lebih memahami dan mengerti tentang konsep abstrak matematika yang diinformasikan kepadanya.

    Secara jelas dan terperinci, berikut ini adalah faedah-faedah atau manfaat dari penggunaan alat bantu/peraga science center, yaitu antara lain sebagai berikut:
    • Menimbulkan minat sasaran pembelajaran
    • Mencapai sasaran yang lebih banyak
    • Membantu dalam mengatasi berbagai hambatan dalam proses pemberian informasi
    • Merangsang masyarakat atau sasaran pendidikan untuk mengimplementasikan atau melaksanakan pesan-pesan kesehatan atau pesan informasi yang disampaikan
    • Membantu peserta/ pengunjung untuk belajar dengan cepat dan belajar lebih banyak materi/bahan yang disampaikan
    • Merangsang peserta/ pengunjung untuk dapat meneruskan pesan-pesan yang disampaikan pemateri kepada orang lain
    • Mempermudah penyampaian bahan/materi pendidikan/informasi oleh para pemandu atau pelaku pendidikan
    • Mempermudah penerimaan informasi oleh peserta/ pengunjung. Seperti diuraikan di atas, bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui panca indera. Berdasarkan penelitian para ahli, bahwa indera yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih 75 % sampai 87 % dari pengetahuan manusia diperoleh/disalurkan melalui mata. Sedangkan 13 % sampai 25 % lainnya diperoleh atau tersalur melalui indera yang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat peraga/media/alat bantu visual akan lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan atau materi pendidikan
    • Dapat mendorong keinginan orang untuk mengetahui, kemudian lebih mendalami, dan akhirnya mendapatkan pengertian yang lebih baik. Orang yang melihat sesuatu yang memang diperlukan tentu akan menarik perhatiannya. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian baru baginya, yang merupakan pendorong untuk melakukan atau memakai sesuatu yang baru tersebut
    • Membantu menegakkan pengertian/ informasi yang diperoleh. Peserta/ pengunjung di dalam memperoleh atau menerima sesuatu yang baru, manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa. Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut, AVA (Audio Visual Aid – alat bantu/peraga audio visual) akan membantu menegakkan pengetahuan-pengetahuan yang telah diterima oleh peserta/ pengunjung sehingga apa yang diterima akan lebih lama tersimpan di dalam ingatan

    Menurut filsuf Auguste conte, ilmu pengetahuan digolongkan sebagai berikut:
    • Ilmu pasti (matematika)
    • Ilmu alam (fisika)
    • Ilmu perbintangan (astronomi)
    • Ilmu kimia
    • Ilmu hayat (fisiologi dan biologi)
    • Fisika sosial (sosiologi)

    Pada bangunan Science Center di Solo Technopark ini tidak ada tipologi yang dikhususkan namun dalam berbagai sumber pustaka (Time Saver, Metric Handbok Design and Planing Data) sering disebutkan tipologi "Science Museum".

    Jadi, science center ini merupakan sebuah wadah penting dalam pembelajaran yang berperan tumbuh kembang seseorang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Fasilitas ini dibutuhkan untuk pembelajaran edukasi dengan alat peraga. Pusat peraga dalam ilmu pengetahuan dinilai menjadi sebuah fasilitas yang efektif dan dapat digunakan oleh segala kalangan.

    Jenis alat peraga iptek yang ditampilkan, sebagai berikut:
    • Wahana Mekanik
    • Wahana Matematik
    • Wahana Listrik
    • Wahana Fluida
    • Wahana Cahaya & Optik
    • Wahana Listrik Magnet
    • Wahana Magnet


Sasaran Pengguna

Adapun sasaran pengguna dari pembangunan science center ini adalah:

  • Pelajar Taman kanak kanak usia 5-6 tahun
  • Pelajar Sekolah dasar usia 6-12 tahun
  • Pelajar Sekolah menengah pertama 12-14 tahun
  • Pelajar Sekolah menengah atas 14-17 tahun
  • Keluarga terdiri orang tua dan anak
  • Kelompok umum


Program Kegiatan

Dalam program kegiatan pada Science Center Solo Technopark ini adalah sebagai berikut:

  • Pendidikan Berbasis Alat Peraga
    Secara umun ilmu pengetahuan dapat dipelajari dengan cara interaktif yang dapat disentuh.
  • Pendidikan Berbasis Pelatihan
    Pada kunjungan tertentu, biasanya rombongan siswa atau guru memiliki kegiatan khusus yang perlu didampingi oleh pemandu, dalam kegiatan ini bisa menggunakan ruang khusus agar tidak mengganggu kunjungan reguler.
  • Pendidikan Berbasis Ceramah Ilmu Pengetahuan
    Ataupun dapat disebut Presentasi Ilmu Pengetahuan formal yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga keilmuan untuk berbagi ilmu kepada masyarakat umum, juga digunakan pihak seponsor untuk presentasi.
  • Acara Khusus
    Merupakan acara dengan tema tertentu, pada even tertentu dapat diadakan rangkaian acara. Seperti pada saat terjadi fenomena alam dapat dijadikan acara presentasi mengenai hal yang bersangkutan. Berikut contoh kegiatan atau even yang diselenggarakan secara khusus di Solo Technopark:
    • Science Show Spectacular
      (Dragon Fire, Liquid Layer, Burning Hand, Tebak Hati)
    • Science Cinema
    • Science Creative
    • Science Interactive
    • Demo Roket Air
    • Lomba Roket Air
    • Science Camp
    • Lomba Poster Sains
    • Space Kids
    • Science Week
    • Creative Exhibition Design
    • Creative Science for Children

Adapun kegiatan yang sifatnya menunjang diantaranya:

  • Kegiatan Administrasi dan Pengelolaan Bangunan
    Mengurus penerimaan pengunjung, pembiayaan perawatan alat-alat, bangunan, karyawan, serta pengurusan kerjasama dengan pihak sponsor.
  • Pengelolaan Kegiatan
    Mengurus adanya riset analisis kegiatan, rencana kegiatan promosi.
  • Pengelolaan Produksi dan Perbaikan Alat Peraga
    Menjaga dan memperbaiki alat peraga.

Ruangan

Jenis-jenis ruang utama fungsi publik yang mewadahi Science center antara lain:

  • Fungsi Penerima
    Merupakan ruangan tanpa sekat yang menyambut seperti lobby, ruang tunggu, atrium, plaza terbuka.
  • Fungsi Peraga
    Fungsi yang dapat memperlihatkan pengunjung berinteraksi mencoba, melihat, mendengar, meraba, terdiri dari ruang besar bersekat yang menurut subjek ilmu pengetahuan alam.
  • Fungsi Museum
    Sebagai tempat pamer alat atau barang,namun tidak boleh disentuh.
  • Fungsi Rekreasi
    Sebagai ruang publik interaksi dengan ruang terbuka agar dapat berdiskusi. Ruang terbentuk seperti ruang terbuka.
  • Fungsi Penunjang
    Terdiri dari beberapa sarana publik yang dibutuhkan fasilitas tersebut seperti cafe, toko cinderamata, perpustakaan.


Jadwal Kunjungan dari Sekolah

HariShiftWaktu
Senin - Jum'at Pagi 09.00 - 12.00 WIB
  Siang 13.00 - 15.00 WIB
Sabtu
Pagi 09.00 - 12.00 WIB
Minggu (LIBUR) (LIBUR)


Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal kunjungan di kawasan Science Center Solo Technopark atau info lainnya, silakan hubungi kami.

 

Anda disini: Home Science Center Mengenal Science Center
STP Homepage

Kawasan Solo Technopark (STP) secara resmi berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Layanan Pengguna